Mengasapi Ikan, Ilustrasi Siwali Parriq Lelaki Mandar

Siwali Parriq, budaya yang masih berlaku dan dapat ditemukan dalam keseharian orang-orang Mandar, di Sulawesi Barat, adalah kebiasaan untuk berbagi kesenangan ataupun kesusahan menjalankan tugas-tugas dalam rumah tangga dan saling menyokong. Bahwa beban yang dimiliki baik oleh pihak pria maupun wanita ditanggung secara bersama-sama.

Salah satu potret yang masih dapat kita temukan adalah pada saat pelaksanaan acara ataupun kenduri di daerah ini. Tugas-tugas seperti menanak nasi, mengasapi ikan (mattapa bau), mengukur kelapa (makkeluq)masih dilakukan oleh kaum lelaki, tanpa memandang umur, mulai dari remaja, dewasa, hingga orang tua jika sudah dinggap mampu membantu tugas maka akan diserahkan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas para wanita tersebut. Ada prinsip "saling membantu" tanpa memperhatikan gender yang berbeda. Prinsip kesetaranaa gender mungkin akan dominan terlihat disini. Untuk kasus mengasapi ikan yang berkaitan dengan masalah dapur seharusnya dikerjakan oleh pihak wanita, namun pria banyak dilibatkan untuk membantu. Kaun wanita lebih banyak didapur untuk menbuat menu lauk yang akan diikmati saat hajatan.

mattapa bau siwali parriq di mandar
mattapa bau, aplikasi siwali parriq di mandar (Foto : Hasby)
Mattapa bau (mengasapi ikan) menjadi salah satu pekerjaan yang akan sering kita lihat sebelum persiapan hajatan di daerah Mandar, karena ada menu ikan asap yang akan disajikan bersama dengan hidangan lainnya. Ikan asap (bau tapa) ini adalah dari ikan tuna berukuran besar yang dipotong menjadi ukuran kecil, dijadikan matang dengan diasapi kemudian diatasnya diberi sambal tomat yang telah digoreng sedikit. 

Siwali parriq yang dekat maknanya dengan "senasib sepenanggungan" menjadi salah satu budaya yang mengikutkan pria dan wanita kedalam satu sifat untuk saling membantu dan menyokong dalam setiap pekerjaan.

Kiriman : Hasby


No comments:

Write a Comment


Top