, ,

    Sarambu Tai Bai atau air terjun Tai Bai terletak di dusun Marende desa Kaleok, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Air terjun Tai Bai juga biasa dikenal dengan nama air terjun kembar.

    Untuk akses ke air terjun ini bisa dibilang cukup mudah, tetapi ketika sudah hampir sampai di air terjun Anda harus melewati jalanan yang agak kecil dan menanjak. Perjalanan ke air terjun ini, dari arah kota Polewali, bisa memakan waktu kuarang lebih 25 menit. Setelah pos polisi Mirring, Anda bisa belok ke arah kiri ( dari arah kota Polewali ) yakni menuju ke desa Amola - Tanete. Sepanjang jalan Anda bisa bertanya kepada penduduk setempat tentang letak air terjun.

    air terjun tai bai binuang polman
    Air terjun Tai Bai di desa Amola, kec. Binuang, kab. Paolewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Alif Bahri)
    Sesampai di tempat dimana kita memakirkan motor, Anda akan berjalan sepanjang 1 km melewati kebun kakao dan hutan, tetapi hati hati, jangan sampai Anda tersesat, tetaplah mengikuti rute jalan yang benar. Setelah melewati kebun kakao, akan ada 2 jalur terpisah yakni kiri dan kanan, jangan sampai Anda terkecoh karna ada suara sungai yang mengarah ke bawah ( jalur kanan ), Anda harus memilih jalur kanan yang agak menanjak. Lebih amannya Anda harus tetap bertanya tanya kepada penduduk setempat.

    Sesampai di air terjun, anda akan disuguhkan pemandangan air terjun kurang lebih 30 meter, serta tebing tebing batu yang menjulang tinggi, juga udara yang sejuk serta dinginnya percikan percikan air terjun.
    *nb : lebih amannya anda harus tetap bertanya kepada penduduk setempat ataau mencari pemandu menuju lokasi air terjun

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Foto : Alif Bahri

    ,

    Salah satu spot yang bisa menjadi tujuan pelesiran di desa Napo adalah puncak Bukit Konjeng, dikenal dengan nama Konjeng (Buttu Konjeng) tepatnya berada di wilayah desa Napo. Kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

    puncak buttu desa napo
    Puncak Buttu Konjeng, desa Napo, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ahmad Basir)
    Untuk soal posisi maka bukit ini sangat strategis, banyak view yang dapat Anda saksikan saat berada di puncaknya, barisan perbukitan  yang banyak dipisahkan lembah-lembah kecil yang sebagian lereng-lerengnya ditanami dengan bawang oleh warga desa. 

    puncak buttu konjeng
    Puncak Buttu Konjeng, dengan banyak bukit-lain disekitarnya di desa Napo, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ahmad Basir)
    Buttu (Bukit) Konjeng akan Anda lalui saat menuju ke kampung berikutnya setelah desa Napo yaitu Todang-Todang. Desa Napo, Samasundu, dan Todang-Todang bersama Mosso dahulu menurut sejarah merupakan negeri besar yang bersatu membuat sebuah persekutuan hingga membentuk kerajaan besar bernama Balanipa di daerah Mandar.

    Topografi desa Napo, Todang-Todang, Mosso dan Samasundu didominasi banyak bukit, pendakian dan penurunan adalah jalur yang bergantian saat Anda sampai ke daerah-daerah ini, sebelum dipindahkan ke wilayah pesisir di muara sungai, maka pemerintahan kerajaan Balanipa dahulu berada di kawasan empat negeri besar ini. 

    buttu konjeng
    Melayanag di Puncak Buttu Konjeng, desa Napo, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ahmad Basir)
    Akses menuju Bukit Konjeng dapat Anda tempuh via jalur di samping SMU layonga - Tamajarra-Samasundu-Napo atau via kec. Tinambung, Limboro- Kamba Jawa- Samasundu-Napo. Dari puncak Buttu Konjeng Anda dapat melihat beberapa wilayah desa Napo, bahkan hingga daerah pesisir pantai, dari lokasi strategis ini tidak salah kemudian jika negeri besar ini punya jejak sejarah yang kaya, posisinya dapat dengan mudah melihat seketika ada ekspansi musuh dari arah pesisir. Menurut catatan sejarah, dahulu pernah Arung Palakka menyerang kerajaan Balanipa hingga pusat pemerintahan harus dipukul mundur kembali ke lokasi ini (Napo). 

    Jalur menuju Buttu Konjeng didominasi jalur beraspal dan beton yang bergantian, dahulu akses menuju kampung sebelahnya Todang-Todang lumayan sulit, namun kini sudah lebih mudah.

    puncak buttu konjeng napo polman
    Strategis melihat desa Napo dari atas Puncak Buttu Konjeng, desa Napo, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ahmad Basir)
    Lokasi Buttu Konjeng tidak jauh dari makam raja pertama kerajaan Balanipa, I Manyambungi bergelar Todilaling.

    Kontributor :
    Teks : Ahmad Basir, Muhammad Tom Andari
    Foto : Ahmad Basir

    ,

    Pulau Karamasang, di gugusan pulau Tonyaman, kec. Binuang kini berbenah ada beberapa fasilitas wisata swadaya yang disajikan dan dibuat oleh pemuda setempat, Karamasang kini memiliki fasilitas ayunan di puncak bukitnya, sajian hammock (tempat tidur gantung),  frame untuk foto selfie berlatar pulau kecil cantik yang disiapkan oleh KPPMB (kelompok pemuda setempat).

    pulau karamasang
    Fasilitas hammock (tempat tidur gantung) dan signboard yang didirikan oleh KPPMB di Pulau Karamasang, kel. Amassangan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Awhie Wahyu)
    Untuk menuju Pulau Karamasang ada banyak jalur yang dapat ditempuh mulai dari lokasi jembatan pelangi yang dikembangkan oleh RPH Binuang di sekitar kelurahan Amassangan, via jalan dekat dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di desa Tonyaman. Untuk jalur reguler dapat ditempuh dari dermaga Belang-Belang di desa Tonyaman, kec. Binuang. 

    Terdapat signboard yang didirikan oleh KPPMB untuk jadi petunjuk mengenai lokasi yang dapat dituju memesan jasa penyeberangan perahu menuju Karamasang.

    Signboard petunjuk jalan menuju lokasi pemesanan jasa penyeberangan menuju Pulau Karamasang, kel. Amassangan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Awhie Wahyu)
    Fasilitas wisata di Pulau Karamasang dibuat dan secara swadaya dikembangkan oleh KPPMB (Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Binuang)  yang mencoba membuat dan menyajikan atraksi untuk kunjungan ke pulau yang cantik ini. 

    Hal yang menarik adalah fasilitas wisata ayunan di puncak bukit, Anda ingin merasakan berayun di ketinggian puncak bukit Karamasang dengan view lautan luas, merasakan hembusan angin langsung menerpa di pipi. Ekstrim mungkin, tetapi ini akan menguji adrenalin Anda. 

    ayunan di pulau karamasang
    Fasilitas ayunan di Pulau Karamasang, kel. Amassangan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Awhie Wahyu)
    ayunan di pulau karamasang polewali
    Fasilitas ayunan di Pulau Karamasang, kel. Amassangan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Awhie Wahyu)

    Selain ayunan di puncak bukit yang tinggi dan lumayan ekstrim ada satu lagi spot yang dapat menjadi latar Anda berfoto selfie/wefie. Serupa frame (bingkai) dengan ucapan selamat datang. bagian gerbang yang dapat dijadikan bingki foto ini menghadap ke sebuah pulau kecil yang tak jauh dari Karamasang, sehingga sangat seru untuk dijadikan objek foto. 

    gerbang pulau karamasang
    Bagian frame (bingkai) selamat datang di Pulau Karamasang, kel. Amassangan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Awhie Wahyu)


    gerbang di pulau karamasang
    Bagian frame (bingkai) selamat datang di Pulau Karamasang  Pulau Karamasang, kel. Amassangan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat  yang menghadap pulau kecil didepannya(Foto : Awhie Wahyu)
    Mereka juga menyediakan jasa penyeberangan menuju Karamasang  (pulang pergi) dengan tarif Rp 20.000/ orang dengan kapasitas penumpang sebanyak 5 orang untuk sekali pemberangkatan menuju pulau Karamasang menggunakan perahu medium, berbeda dengan taksi laut yang dapat menampung lbih banyak penumpang, perahu yang mereka gunakan masih berukuran kecil. Namun direncanakan akan diadakan perahu yang berpenumpang lebih besar lagi oleh para pemuda setempat.

    Kontributor :
    Teks : Awhie Wahyu, Muhammad Tom Andari
    Foto : Awhie Wahyu


Top