, , ,

    Ternyata lomba perahu Sandeq mini di wilayah Sulawesi Barat tidak hanya ditemukan di daerah Cilallang, kec. Banggae kabupaten Majene, namun ada juga yang dilaksanakan di pesisir kabupaten Polewali Mandar, tepatnya di dusun Labuang, desa Laliko, kec. Campalagian.  Lomba memacu perahu kecil yang dibuat dari kayu dengan layar dari plastik dan mengandalkan angin.

    Perahu sudah jadi nyawa orang Sulawesi Barat, terutama bagi suku Mandar yang banyak bersentuhan dengan laut sebagai sumber penghidupan. Perahu yang kini menjadi kebanggaan adalah perahu Sandeq, jenis perahu bercadik yang mendunia dan dikenal di seantero Indonesia. Sandeq sejak tahun 1990an bahkan sebelumnya sudah dilombakan, dan menjadi ikon budaya bahari yang paling terkenal. Perahu Sandeq lah yang kemudian menjadi inspirasi dilaksanakannya lomba-lomba perahu Sandeq mini di pesisir Sulawesi Barat. 

    Wilayah perairan Sulbar dari kabupaten Polman hingga kabupaten Majene dihuni banyak populasi nelayan, karena itu tak heran jika ada banyak yang mengenal jenis perahu sandeq, lewat lomba perahu sandeq mini, masyarakat pesisir mneghibur diri. Di perairan Labuang, kec. Campalagian misalnya, lomba perahu sandeq mini dilaksanakan sebagi sarana hiburan rakyat oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.  Jika di Banggae Majene lomba dilaksanakan dengan tarif pendaftaran yang dipungut dan hadiah dari lomba diperoleh dari biaya pendaftaran, maka di Labuang lomba dilaksanakan dengan hadiah yang disediakan sendiri oleh pelaksana lomba yang merupakan masyarakat Labuang sendiri. Tidak main-main pemenang lomba Sandeq mini diganjar dengan hadiah utama sebuah mesin katinting, istilah yang digunakan untuk menyebut mesin perahu yang ditempelkan pada perahu. 

    Kalau badan perahu Sandeq mini di Cilallang, Banggae Majene dicat putih maka perahu sandeq mini di Labuang, Campalagian dicat lebih berwarna, mulai dari warna biru, hingga merah. Namun bagian-bagianya nyaris lengkap, mulai dari baratang, palatto, sobal, dan guling semua ada dan dapat ditemukan. Dengan logo pada layar  diberi beragam logo, ada yang meniru dari logo peserta lomba perahu Sandeq Race, misalnya yang bertuliskan nama GPS, Sandeq GPS adalah perahu sandeq yang berasal dari desa Pambusuang, desa yang tak jauh letaknya dari Labuang. Adapula yang memberi logon untuk layarnya dengan tulisan "Repsol" nama dagang untuk perusahaan energi yang berbasis di Spanyol,  nama Repsol melekat pada nama dagang "Honda" yang biasa disandingkan, tampaknya pemilik sandeq adalah pecinta dunia otomotif.


    Lomba sandeq mini mengandalkan jalur lurus dan menunggu angin hingga  layar hingga perahu dapat meluncur diatas permukaan air, perahu yang terdepan dinobatkan sebagai juara pertama.

    Pelaksanan lomba Sandeq mini cukup rutin dilaksanakan, kabarnya akan dilaksanakan lagi saat bulan Desember, akhir tahun ini. 

    Kontributor :
    Foto : Fuad Zakhy
    Teks : Fuan Zakhy, Muhammad Tom Andari

    , , ,

    Semangat baru ada di KDM Muda, generasi baru di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar), tepatnya tanggal 28 Desember 2016 kami mengikuti kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center, kecamatan Binuang, kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Kab. Polewali Mandar, Komunitas Mangrove Mampie, dan Komunitas Anak Lontara (Altar).  Ada puluhan orang yang tergabung dalam kegiatan ini, sepenuhnya didukung oleh elemen pemerintah, termasuk beberapa orang-orang militer, tentara dan polisi turut melakukan kegiatan penanaman.
    KDM Muda yang hadir dalam kegiatan penanaman bakau dengan batang bakau yang siap ditancapkan ke lumpur (Foto : Putra Ardiansyah)
    Lokasi penanaman bakau tidak jauh dari dermaga bakau di belakang pos polisi kehutanan Binuang dan kantor kepolisian sektor Binuang, spot yang menarik disinggahi untuk latar foto selfie atau wefie. 

    Sebelum kegiatan penanaman arahan diberikan oleh dinas Kehutanan Polewali Mandar mengenai daerah yang akan ditanami bakau beserta penjelasan sekilas tujuan kegiatan ini dilakukan. 
    Arahan dan briefing sebelum kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Arahan dan briefing sebelum kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Pihak militer (tentara dan polisi) yang turut membantu dalam kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)  
    Peserta penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)  
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)

    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)

    Askar Al Qadri, KDM Muda yang hadir dalam penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Badge Kompa Dansa Mandar yang dibentangkan di sela-sela penanaman mangrove (Foto : Putra Ardiansyah)

    Ada yang menarik, kutipan "satu mangrove sejuta manfaat, bukan satu mangrove sejuta selfie" karena kadang-kadang saat penanaman lebih banyak foto yang diambil ketimbang bakau yang ditanam. Namun kata-kata itu tidak terbukti, ada labih banyak bakau yang berhasil ditancapkan.

    Kata salah seorang rekan KDM Muda yang turut melakukan penanaman, Askar Al-Qadri, pemuda energik dari Rea "jangan diam, malu sama anak cucu kita nantinya"

    Kontributor :
    Gambar : Putra Ardiansyah
    Teks : Muhammad Tom Andari

    , , , ,

    Pulau Gusung Toraja, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tujuan awal trip kali ini adalah mendarat di Pulau Pasir Putih atau biasa di sebut Pulau Gusung Toraja. Pulau cantik ini terletak di selatan Pulau Tangnga (Pulau Salamaq). Tempat cantik ini kami kunjungi memenuhi undangan trip dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar) dalam kegiatan "Jelajah Gugus Pulau Tonyaman" pada tanggal 26 Desember 2016.

    Menurut kabar, kedepannya pulau ini akan lebih serius untuk dikelola menjadi objek wisata khusus oleh pemerintah. Ini dibawah kendali Dinas Pariwisata kab. Polewali Mandar, dan telah mendapat persetujuan bantuan dana yang cukup besar langsung dari pemerintah pusat.
    pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Perjalanan menuju Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Pulau Gusung Toraja dikunjungi banyak orang, dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang hanya datang, lalu pulang. Ada yang kadang menginap dan melakukan kegiatan camping untuk beberapa hari. Puncak kunjungannya adalah saat akhir pekan, dan hari libur. Tak ada sumber air tawar yang dapat ditemukan di pulau ini, karena itulah pulau ini hanya dikunjungi untuk waktu sementara, pulau ini juga tidak dihuni oleh manusia.
    menuju pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Mendokumentasi pulau-pulau disekitar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Namun sayangnya, sampah masih menjadi pusat perhatian dan masalah utama saat menginjakkan kaki di bagian pesisir dan daerah utama pulau. Sampah masih berserakan  dan tersebar mengelilingi pulau. Dari pengamatan langsung kami, kebanyakan sampah berasal dari pengunjung yang mendatangi pulau ini.
    fasilitas wisata di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sampah yang masih berserakan dengan latar rumah peristirahatan milik pemerintah di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    sign kompa dansa mandar di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sign Kompa Dansa Mandar yang pernah dipasang di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Para pengunjung, terutama wisatawan lokal, masih menjadikan dan memadati pulau ini saat akhir pekan atau pun di hari-hari libur lainnya dengan tujuan untuk rekreasi. Kunjungan yang cukup ramai menjadi penanda bahwa Pulau Pasir Putih (Gusung Toraja) telah mempunyai tempat yang khusus bagi para pengunjungnya.
    foto selfie di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Selfie dengan latar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Topografi pulau ini sangat sederhana, datar, landai tanpa bukit. Namun lebat dengan tumbuhnya beberapa tanaman perdu yang melebihi ukuran manusia dewasa, hingga layaknya hutan di pertengahan pulau.

    Kontributor : 
    Teks : Askar Al Qadri
    Gambar : Askar Al Qadri

    , , ,

    Pulau Battoa, salah satu pulau dari 7 gugusan pulau yang ada di Tonyaman, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Pulau Battoa sendiri berarti "Pulau Besar", ini  karena ukuran pulau ini adalah yang paling "jumbo" diantara 7 gugusan pulau yang ada dalam wilayah Tonyaman.

    Untuk sampai ke Pulau Battoa, kita bisa menempuh jarak dengan menggunakan perahu bercadik dengan mesin motor, masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah "taksi laut" kendaraan perahu dengan daya muat 6-8 orang. Dermaga penyeberangan Belang-belang, lokasi yang dituju untuk menyeberang ke pulau Battoa dan hanya butuh waktu sekitar 15 menit kita sudah bisa sampai di pulau Battoa. Saat akhir pekan dan hari libur ada banyak nelayan setempat yang menyediakan jasa penyeberangan ke Pulau Battoa.

    Saat sampai di pulau Battoa ada dermaga lain yang akan menyambut, dermaga berukuran kecil yang dapat disinggahi 10-15 taksi laut, dengan bentuk serupa huruf L dengan bangunan kayu berwarna hitam dan tampak sangat kuat.

    Untuk jadi tujuan wisata di akhir pekan, Pulau Battoa bisa jadi tujuan,  ada banyak sajian wisata yang bisa Anda kunjungi mulai dari wisata kuliner, kerajinan tangan, maupun wisata alam. Wisata kuliner misalnya ada pembuatan "pupuq", lauk khas orang-orang dari suku Mandar berbentuk segitiga yang terbuat dari ikan, kelapa, dan bumbu penguat rasa. Pulau Battoa memiliki kelompok ibu-ibu yang memproduksi "Pupuq" dan menyuplai kebutuhan "Pupuq" untuk wilayah kota Polewali. Pupuq ini biasanya di pasarkan di Pasar Sentral Pekkabata, Polewali Mandar. Untuk soal harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp 1.000 per bijinya, tentu saja masih terbilang murah dan tidak menguras dompet.

    Proses penggorengan Pupuq di pulau Batttoa, kec. Binung, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Lokasi pembuatan Pupuq di Pulau Battoa, Tonyaman, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Selain itu Anda juga dapat menemukan pilihan wisata berupa kerajinan tangan dari "Kaqdaro" atau (tempurung kelapa), ragam bentuk pilihan yang dapat Anda pilih mulai dari rim ikat pinggang hingga bros dengan bentuk perahu Sandeq, untuk bros bentuk sandeq dihargai Rp. 10.000 / bijinya, kualitas kerajinan tangannya juga lumayan baik. Karya penduduk lokal ini dipasarkan langsung atau dikirim ke wilayah-wilayah yang membutuhkan seperti ke kabupaten tetangga, yaitu kabupaten Mamuju.

    Untuk wisata alam, pulau Battoa menyediakan pilihan bukit tinggi dan hamparan batu cantik mempesona di sekelilingnya, serta beberapa hutan bakau. Wisata alam yang cantik di pulau Battoa salah satunya adalah hamparan batu yang tersusun rapi dan bukit bukit yang keren. Hamparan batu dengan pesisir ditumbuhi Mangrove bisa kita lihat di bagian Timur tenggara Pulau, sedangkan Bukit Pulau Battoa bisa kita akses di dari tepi menuju ke bagian tengah pulau Battoa.
    Hamparan batu dan sedikit pohon bakau yang mengelilingi pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Masih ada banyak pilihan wisata yang bisa ditemukan di pulau Battoa, khususnya untuk pilihan wisata budaya kehidupan nelayan sehari-hari, bergabung dengan kegiatan keseharian yang penuh dengan aktivitas berhubungan dengan laut, mencari ikan, kerang adalah pilihan yang dapat diambil.

    Setelah puas menikmati sajian pilihan wisata di pulau Battoa, jangan khawatir untuk bagaimana caranya pulang, Taksi laut akan menunggu Anda di dermaga pulau Battoa, ada banyak penyeberangan reguler dari dan menuju pulau ini dengan tarif Rp. 10.000 per orang untuk sekali rute penyeberangan.

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Gambar : Muhammad Tom Andari

    , ,

    Pulau Battoa, Tonyaman, Polewai Mandar. Dari luar, pulau ini mungkin hanya pulau berpenghuni yang terlihat biasa. Namun, bagi saya yang pertama kali mengunjungi dan menikmati secara langsung keindahan luar-dalam pulau yang di namai dengan sebutan Pulau Battoa atau pulau yang besar komentar saya pulau ini luar biasa. Memang pulau ini adalah yang paling besar di antara beberapa pulau yang ada dan terbentang di atas laut Polewali Mandar.  Pulau ini saya kunjungi dalam undangan trip dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar) dalam kegiatan "Jelajah Gugus Pulau Tonyaman" pada tanggal 26 Desember 2016.

    Pulau Battoa punya sebuah dermaga yang menjadi tempat berlabuh, dan keadaannya saat ini masih sangat baik, jika Anda pernah berkunjung kesini, sempatkanlah berfoto di tempat ini, sangat direkomendasikan untuk mendapatkan foto khas pulau Battoa.

    dermaga pulau battoa binuang polewali mandar
    Berlari di dermaga Pulau Battoa, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    selfie dermaga pulau battoa binuang polewali mandar
    Selfie dengan latar dermaga di pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Pulau Battoa banyak berkesan buat saya, mulai dari masyarakatnya yang ramah, infrastruktur yang cukup memadai, fasilitas listrik dan air yang terus disuplai dari daratan Polewali. Adapun fasilitas yang sempat saya lintasi dan lihat secara langsung, adalah fasilitas PAUD  (Pendidikan Anak Usia Dini) dan masjid sebagai tempat ibadah. Setidaknya ada 3 buah masjid di pulau yang padat penduduk ini. Apa yang menjadi nilai tambah kebahagiaan tersendiri bagi adalah ketika melihat keceriaan anak-anak Pulau Battoa bermain dengan riangnya.

    Berkunjung ke Pulau Battoa (Pulo Battoa), tidak lengkap rasanya jika belum mengeksplor luas pulau ini, baik dari segi infrastruktur sampai kepada sumber daya manusia nya. Salah satunya adalah melihat secara langsung proses pembuatan "Pupuq", makanan tradisional suku Mandar yang terbuat dari kelapa dan ikan sebagai bahan utamanya. Pupuq dicetak berbentuk segitiga, lalu di goreng hingga berwarna kecoklatan. Lauk gurih ini dibuat langsung oleh tangan-tangan mandiri ibu-ibu yang menetap di pulau ini. Bisa di katakan, Pulau Battoa adalah salah satu sentra pembuatan Pupuq terbesar yang ada di Polewali Mandar, menurut informasi, pupuq dari Pulau ini menyuplai kebutuhan utama di pasar Pekkabata Polewali.

    selfie pembuatan pupuq pulau battoa binuang polewali mandar
    Selfie di tengah kesibukan ibu-ibu membuat pupuq (Foto : Askar Al Qadri)
    proses pembuatan pupuq pulau battoa binuang polewali mandar
    Proses pembutan Pupuq Mandar di Pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    proses pembuatan pupuq pulau battoa polewali mandar
    Proses pembutan Pupuq Mandar di Pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

    Selain itu, jamuan dari warga pulau Battoa adalah hal yang tidak bisa saya lupakan, komplit dengan senyum, keramahan warga dan ragam kulinernya yang lezat. Saya menyempatkan diri menyantap menu makanan dengan menu kerang, ikan karang, dan ikan segar dari laut bersama salah satu keluarga nelayan di pulau ini. 

    selfie di pulau battoa polewali mandar
    Selfie dengan anak nelayan dan latar dermaga di pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Begitu secuil keindahan Pulau Battoa yang saya rasakan. Meski belum sempat menjelajahi semua keindahannya. Sebuah kesyukuran sudah bisa mengunjungi Pulau yang indah ini.

    Kontributor : 
    Teks : Askar Al Qadri
    Gambar : Askar Al Qadri

    , ,

    Terdapat beberapa tawaran untuk tempat rekreasi di Polewali Mandar. Ada yang masih mempertahankan bentuk aslinya seperti wisata pantai, ada juga yang kreasi manusia wisata buah, waterboom. Namun ada pula yang memadukan keduanya. Termasuk tempat wisata “Salu Pajaan” yang terletak jauh di dalam rimbun hutan Desa Batetangnga, kecamatan Binuang, sekitar 5 km sebelah kiri jalan trans Sulawesi Polewali.

    aliran sungai sumber air objek wisata salu pajaan
    Aliran sungai sumber air di Salu Pajaan, Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    permandian alam salu pajaan polewali mandar
    Daftar Tarif masuk ke objek wisata permandian alam Salu Pajaan, Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    Terdapat sebuah aliran sungai yang dikelola menjadi tempat rekreasi. Di kelilingi oleh pohon durian, langsat, perpaduan aroma daun pohon nira dengan gemericik air sungai yang saling bertubrukan, suara serangga hutan yang kian bersahutan semakin menambah khidmatnya perjalanan Anda untuk kembali menyapa diri di balik kepekatan rutinitas.
    aliran sungai Salu Pajaan Polewali Mandar
    Aliran sungai sumber air di Salu Pajaan, Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    Pohonn Nira di Objek wisata permandian alam Salu Pajaan, Binuang, Kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammd Qasim)
    Fasilitas yang ditawarkan objek wisata Salu Pajaan adalah terdapat beberapa gazebo dengan beragam tarif, ukuran sesuai dengan jumlah rombongan, lahan parkir yang rindang, tempat ganti pakaian, kolam mandi sebanyak tiga buah, satu untuk dewasa, dua lagi untuk anak-anak, mushalla, alat pembakaran ikan, dan ada juga kafe mini untuk menyeduh kopi dan berbagai snack ringan. Ada beberapa hal yang membuat tempat ini patut untuk didatangi.
    Kolam renang, fasilitas di objek wisata Salu Pajaan, Polewali Mandar (foto : Muhammad Qasim)
    fasilitas gazebo salu pajaan polewali Mandar
    Gazebo, fasilitas di objek wisata Salu Pajaan, Polewali Mandar (foto : Muhammad Qasim)
    fasilitas objek wisata salu pajaan polewali mandar
    Kolam renang, fasilitas di objek wisata Salu Pajaan, Polewali Mandar (foto : Muhammad Qasim)
    lahan parkir di objek wisata salu pajaan kab. polman
    Lahan parkir di Salu Pajaan, Kab. Polewai Mandar
    1. Pilihan untuk mandi sekeluarga dapat menyesuaikan anak-anak atau dewasa. Dapat mandi di kolam yang telah disediakan pengelola dan pertukaran airnya terus menerus, atau langsung ke sungai yang airnya dingin dan menyembur menelusuri bebatuan, 

    Segarnya air sungai di Salu Pajaan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    2. Kamar mandi ditempat ini bersih tidak ada “aroma lain” atau pemandangan yang tidak bersahabat,

    3. Sampah utamanya tulang belulang ikan bakar, nasi bungkus, bekas air gelas, semuanya diakomodir dengan hadirnya ember sampah pas depan gazebo, ada pula unggas, ayam yang berkeliaran dan menanti cercahan konsumsi pengunjung. Semoga pengelola ditempat ini tetap meningkatkan layanan, kenyamanan dan keamanan pengunjung dan paling utama selain tempat melepas wisata, namun menjadi sarana edukasi tentang pemanfaatan lingkungan dan bagaimana menjaga lingkungan, kunjungi dan jadilah saksi.

    Kontributor :
    Gambar : Muhammad Qasim
    Teks : Muhammad Qasim

    ,

    Pulau Gusung Toraja Polman adalah objek wisata yang terletak di kecamatan Binuang, kabupaten Polewali Mandar, seperti ini kondisi pulau pasir putih terbaru, banyak pengunjung yang belum dewasa. Ada beberapa plang seruan untuk menjaga kebersihan yang pernah kami (Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar) pasang dibongkar, belum lagi kesadaran untuk menjaga kebersihan pulau masih rendah. 

    Gambar dibawah ini adalah limbah plastik bekas wadah air mineral yang ditinggalkan pengunjung (wisatawan domestik) yang berkunjung ke Pulau Gusung Toraja
    limbah-plastik-air-mineral-di-pulau-gusung-toraja

    Limbah plastik bekas wadah air mineral yang ditinggalkan pengunjung di Pulau Gusung Toraja (Credit Foto : Hikmah)

    Beberapa bulan yang lalu juga kami dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar menyempatkan melakukan kegiatan bersih-bersih Pulau Gusung Toraja, membuat sign dan tanda untuk seruan menjaga kebersihan pantai, dan mencintai laut, namun beberapa tanda seruan yang kami pasang dilepas, terbukti dari beberapa foto terbaru dari Gusung Toraja.
    sign-kdm-di-pulau-gusung-toraja

    Papan seruan yang KDM buat di pulau Gusung Toraja (Credit Foto : Hikmah)

    plang-kdm-pulau-gusung-toraja

    Papan seruan untuk menjaga kebersihan yang dipasang oleh KDM beberapa bulan yang lalu (Credit Foto : Hikmah)

    Sepatutnya pengunjung yang datang ke Pulau Gusung Toraja lebih bijak dalam berwisata dan menjaga kebersihan sekitar pantai, serta tidak membuang sampah bekas makanan atau minuman, terutama sampah plastik. Ini karena Pulau Gusung Toraja tidak berpenghuni, karena itu sampah akan "abadi" di pulau ini, tak ada yang akan menyentuhnya, belum lagi pulau ini menjadi andalan destinasi wisata dinas Pariwisata Kab. Polewali Mandar yang telah dipromosikan hingga ke ranah nasional dan sempat masuk dalam majalah Lion Magz. 

    Kontributor : Hasbi

    ,

    Dimulai dari Pelestarian objek wisata pulau karampung mamuju, gerakan cinta laut yang digalakkan KOMPA DANSA MANDAR (Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar) kali ini melakukan aksi di gonda mangrove park yg terletak di desa laliko kec. Campalagian kabupaten Polewali Mandar tanggal 12-13 september 2015. 

    Pemasangan sign dilakukan di pintu masuk hutan bakau Gonda dengan papan kayu yang diratakan dan dicat dengan tulisan "Gonda Mangrove Park".

    Pemasangan sign gonda mengrove park
    Pemasangan sign gonda mengrove park (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)
    Selain itu kegiatan ini juga mencakup pembersihan kawasan pantai Gonda dari sampah dan limbah plastik yang ditemukan.

    Pembersihan kawasan pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    Para peserta setelah kegiatan pembersihan kawasan pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian
    Para peserta setelah kegiatan pembersihan kawasan pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    Kegiatan pembersihan kawasan pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    Kegiatan penanaman bakau di pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian
    Kegiatan penanaman bakau di pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    Kegiatan penanaman bakau di pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian
    Kegiatan penanaman bakau di pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    Kegiatan pembuatan tempat penampungan sampah di pantai Gonda, desa Laliko, Campalagian
    Agenda kegiatan berupa pemasangan sign gonda mangrove park, papan himbauan, penanaman mangrove dan bersih-bersih pantai. Meski minim tenaga namun kegiatan berjalan sesuai rencana. Beberapa komunitas yang turut terlibat antara lain sahabat pesisir, Mandar Underwater, armada pustaka, KPA Natural, dan MPA Reinkarnasi. 

    Rencananya kegiatan serupa akan terus dilakukan agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya bagi para pecinta wisata pantai betapa penting menumbuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah ke laut serta tidak melakukan hal yang dapat merusak ekosistem. Kiranya kita tidak hanya menjadi penikmat belaka tapi juga dapat melihara dan menjaga alam, agar apa yang kita nikmati sekarang, masih bisa dirasakan oleh anak cucu kita kelak.

    Kontributor : Pusvawirna Natalia Muchtar

     

    ,

    Minggu 16 Agustus 2015, tepatnya pukul 16:00 kami berangkat dari Polewali menuju ke Campalagian. Seperti yang sudah direncanakan, kami akan merayakan hari kemerdekaan RI yang ke 70 ini di Gonda Mangrove Park, salahsatu hutan mangrove yang saat ini di kelola oleh teman-teman Sahabat Pesisir di desa Laliko, dusun Gonda, kec. Campalagian. 

    kdm upacara bendera hutan bakau gonda campalagian
    Prosesi upacara bendera di pesisir hutan bakau dusun Gonda, desa Laliko, kecamatan Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Dalam acara ini dihadiri beberapa komunitas diantaranya, KOMPA DANSA MANDAR, Petualang Sulbar, Sahabat Pesisir, KPA Kalpataru, Mapala IAI DDI Polman, Mapala Unasman, HMI Cab. Polman, ALtar, (Yayasan Anak Lontaraq Nusantara) GHPC, Purpala dan KOLERA CS.

    peserta peringatan upacara 70 tahun indonesia merdeka di hutan bakau gonda
    Peserta peringatan upacara 70 tahun indonesia merdeka yang berasal dari berbagai komunitas di Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Langit begitu cerah saat acara camp berlangsung malam itu, semangat dan kegembiraan begitu terasa, seakan tidak ada lagi sekat di antara beberapa komunitas yang membaur jadi satu.

    Makan malam pun terasa sangat berbeda karena hadirnya Gogos yang siap untuk di tapa (panggang) di lokasi camp, belum lagi buras dan pecoq-pecoqnya (sambal) yang siap menggoyang lidah para peserta camp.

    makan malam kdm sebelum upacara 70 tahun indoensia merdeka
    Makan malam  sebelum upacara 70 tahun indonesia merdeka di hutan bakau Gonda (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Paginya kami bergegas ke lokasi Upacara, sekitar 250 meter dari lokasi camp, melewati hutan mangrove dengan berjalan kaki bersama-sama lalu melaksanakan Upacara 17 Agustus 2015 di sekitar bibit mangrove yang berusia 2 tahun. Semangat kemerdekaan dan persatuan begitu terasa saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, seakan terbayang bagaimana perjuangan para pahlawan untuk membela Indonesia saat itu, begitu kontras dengan kami yang saat ini hanya bisa berbuat sedikit untuk Indonesia, yah menanam pohon dan berusaha untuk tetap melestarikan lingkungan adalah karya-karya kecil kami untuk menghargai Tanah Air tercinta ini. Kami hanya berusaha bagaimana berkarya dengan cara kami sendiri, berbuat sesuatu yang kecil untuk bangsa ini.

    persiapan penanaman bibit bakau di pesisir hutan bakau Gonda Campalagian
    Persiapan penanaman bibit bakau di pesisir hutan bakau Gonda Campalagian (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    proses penanaman bibit bakau di pesisir hutan bakau Gonda Campalagian
    Proses  penanaman bibit bakau di pesisir hutan bakau Gonda Campalagian (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Setelah upacara dilaksanakan, kamipun di Arahkan oleh ketua Sahabat Pesisir untuk mengambil bibit mangrove dan menanam di lokasi yang sudah disiapkan. Lagi-lagi semangat dan antusias teman-teman sangat terlihat saat penanaman berlangsung, dan setelah itu kami melakukan pembersihan pesisir dengan memungut dan mengumpulkan sampah plastic yang ada disekitar pantai. Acara ditutup dengan Games yang lucu, kami berperang dengan bola-bola pasir.

    Kontributor : Muhammad Putra Ardiansyah
     


Top