,

    Setelah bukit Galung Paara yang mulai dilirik dan dikunjungi banyak generasi milenial di Majene, kami pemuda desa Pamboborang, kec. Banggae terus berbenah dalam menemukan potensi desa untuk pengembangan pariwisata, tujuan akhir tentu saja menarik para wisatawan lokal maupun luar daerah dengan menonjolkan keeksotisan alam sekitar.

    Pamboborang mungkin dikenal dengan budaya pandai besi dan potensi wisata sejarahnya, tetapi desa kecil ini juga sebenarnya punya beberapa titik berpotensi wisata, diantaranya sungai kecil di tengah desa yang menjadi bagian dari mata air yang mengaliri wilayah desa.  Sungai ini punya potensi untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata lain di Pamboborang, tidak melulu hanya soal besi dan makam tua.

    mata air potensi pariwisata desa pamboborang
    Mata air yang mengalir dari pinggiran sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene (Foto : Raspan)
    Pemanfaatan sungai kecil dengan tebing di pinggiran sungai menyerupai dinding Akar berbentuk batu dengan aliran air di atasnya, yah tidak sulit untuk menemukan mata air di pinggir sungai kecil di desa ini. Ini yang beberapa waktu lalu coba kami telusuri 
     
    mata air potensi desa pamboborang
    Mata air yang mengalir dari pinggiran sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene (Foto : Raspan)

    Pamboborang punya aliran sungai kecil yang debitnya cukup banyak, untuk berendam dan mandi bisa dan kedalamannya masih terjangkau. Setelah berputar mengelilingi keelokan desa Pamboborang, sungai kecil in bisa menjadi penutup aktivitas kegiatan untuk mendinginkan dan merilekskan tubuh.

    sungai kecil potensi desa pamboborang
    sungai kecil potensi atraksi wsiata alam di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene (Foto : Raspan)

    sungai kecil potensi wisata desa pamboborang
    sungai kecil potensi atraksi wsiata alam di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene (Foto : Raspan)
    Bersama Komunitas Pemuda Desa Pamboborang kedepannya kami terus berusaha agar Pamboborang lebih baik dalam hal pengembangan pariwisata di tingkat desa yang pada akhirnya akan berujung pada dampak peningkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat sekitar, seperti tujuan pariwisata yang memberikan  kesempatan pembukaan usaha, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan serta terpeliharanya keadaan lingkungan di sekitar objek wisata.

    Kontributor : 
    Foto : Raspan
    Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari

    Mairiqmi anginq di birinna sasiq. minjijir tomi tia lopi-lopi. Kurang lebih Sebanyak 150 lopi-lopi (lopi sandeq ukuran kecil) akan berlomba, mencari yang terbaik dan tercepat. Lomba Sandeq Keccuq kembali akan dihelat di Dusun Labuang. Desa Laliko Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

    Hampir sekali setahun lomba ini rutin digelar, kali ini disponsori oleh Kepala Desa Laliko. Dusun Labuang, desa Laliko, kec. Campalagian adalah wilayah pesisir yang banyak dihuni oleh pelaut yang masih menggunakan beberapa perahu sandeq tradisional. Dan tradisi perahu Sandeq mini dilombakan di wilayah dusun ini. 

    lomba sandeq keccuq 2018 labuang, laliko
    Perahu Sandeq Keccuq di bibir pantai Labuang, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polman, Sulawesi Barat (Foto : Ramnalia)

    lomba sandeq keccuq 2018 labuang, laliko campalagian
    Perahu Sandeq Keccuq di bibir pantai Labuang, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polman, Sulawesi Barat (Foto : Ramnalia)

    Hari ini Kamis, (30/08/2018) ratusan perahu sandeq kecil ini sudah berbaris rapi di bibir pantai Labuang, ini merupakan bagian hiburan rakyat yang menarik disaksikan. Dijadwalkan lomba akan dimulai sekitar pukul 14.00 Wita.

    Kontributor :
    Teks : Ramalia
    Foto : Ramalia

    Tanjung Selor, wilayah Bulungan, merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Utara, sebelumnya daerah ini merupakan wilayah Kalimantan Timur yang dimekarkan menjadi Kalimantan Utara, lebih dikenal dengan singkatan Kaltara. Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tanatidung adalah empat kabupaten yang menyusun Kaltara.

    Kali ini saya berlabuh di Tanjung Selor sebagai bagian dari penelusuran Kirab Pemuda Nusantara 2017. Setelah dari Jakarta- Manado - Miangas- Tarakan yang padat, saya menyempatkan menjajal bagian anjungan Tanjung Selor di Taman Sungai Kayan. Tak berbeda dengan landmark kota-kota Indonesia saat ini selalu ada bagian bertuliskan nama  daerah setempat dengan ukuran huruf besar setingggi manusia. Anjungan Tanjung Selor dengan cat warna hijau terhampar dengan latar perairan sungai Kayan. Tempat terbaik untuk berfoto selfie atau wefie dengan latar landmark tersebut.
    anjungan tanjung selor taman sungai kayan
    Anjungan Tanjung Selor Taman Sungai Kayan, Kalimantan Utara (Foto : Afrianti Tanriabeng)
     Tak lupa untuk berfoto wefie dengan rekan-rekan saya setim di Kirab Pemuda Nusantara 2017 dari zona 1. Jika Anda pernah berkunjung ke Tanjung Selor latar berfoto terbaik adalah di tempat ini, foto wefie yang tercipta sempurna.

    kirab pemuda nusantara 2017 tanjung selor
    Tim zona 1 Kirab Pemuda Nusantar 2017 di anjungan Tanjung Selor, Bulungan (Foto : Afrianti Tanriabeng)
    Ikon yang menarik dari Tanjung Selor selain anjungan adalah Tugu Cinta Damai Tanjung Selor. Tugu cantik dengan puncak dihiasi ornamen burung Enggang dan ukiran perisai besar bermotif Dayak di bagian dinding bawahnya. Bagian ukiran Dayak memang menjadi bagian yang paling menarik mata, ini terpampang jelas di Tugu Cinta Damai Tanjung Selor. Ikon ini hits bagi Tanjung Selor, Bulungan, bahkan bagi Kalimantan Utara, kadang menjadi lokasi untuk even peringatan untuk menguatkan kebhinekaaan.

    Jangan lupa berfotolah dengan latar Tugu Cinta Damai ini, bukti jika Anda telah berkunjung ke Tanjung Selor, Kaltara. Saya menyempatkn diri berfoto dengan latar Tugu Cinta Damai, dan perisai Dayaknya sungguh mewakili "rasa" Kalimantan. Dayak memang menjadi ikon budaya dengan ornamen khasnya yang selalu menjadi alat promosi ala Kalimantan

    Tak lupa salam untuk PPMI Sulbar Polewali Mandar, dan KDM dari Tugu Cinta Damai, Ikon Kalimantan Utara

    Salam dari Tugu Cinta Damai Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Foto : Afrianti Tanriabeng)
    Jika kebetulan sedang masuk waktu shalat bagi Anda yang beragama Islam terdapat langgar Inaayah yang terletak tak jauh dari anjungan Tanjung Selor, saya menyempatkan diri berfoto dengan latar langgar ini. Di Sulawesi Barat kami menyebut bangunan ibadah sebagai "masjid" jika ukuran kecilnya maka namanya adalah "Mushallah" hal lain yang unik adalah di Tanjung Selor ia disebut "Langgar" walaupun bentuk bangunannya seukuran masjid.

    afrianti tanriabeng anjungan tanjung selor
    Latar Langgar Al Inaayah Tanjung Selor Kalimantan Utara (Foto : Afrianti Tanriabeng)
    Latar terbaik berfoto di anjungan Tanjung Selor adalah berlatar Sungai Kayan, sungai lebar yang tepat berada di belakang Landmark bertuliskan Tanjung Selor. Sungai yang pernah meluap dan menggenangi bagian dalam langgar Al Inaayah ini sangat lebar, jika dibandingkan dengan sungai-sungai di Sulawesi Barat maka akan sangat berbeda, sungai di Kalimantan lebih lebar dibandingakn dengan di Sulbar, satu hal yang khas dan mudah dikenali dari wilayah Kalimantan adalah daerah-daerahnya memiliki sungai besar. misalnya saja sungai Mahakam di Tenggarong. Di Sulbar latar landamark biasanya adalah pemandangan laut, sementara di Kalimantan latarnya adalah sungai.

    Latar Sungai Kayan Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Foto : Afrianti Tanriabeng)
    Kontributor :
    Foto : Afrianti Tanriabeng
    Teks : Afrianti Tanriabeng

    Kirab Pemuda Nusantara 2017 sudah dimulai beberapa hari yang lalu, program perjalanan menyebarkan semangat kebhinekaan pada pemuda nusantara dari Kementerian Pemuda dan Olahraga ini cukup baru, jika melihat jalur yang ditempuh, maka nyaris program ini hampir menyentuh semua wilayah Indonesia, perjalanan yang sedikit merangkum Indonesia dalam bingkai semangat kepemudaan. 

     Zona 2 Kirab Pemuda Nusantara 2017
     Zona 2 Kirab Pemuda Nusantara 2017 
    Tahun ini Sulawesi Barat mengirimkan dua utusannya, Muhammad Putra Ardiansyah dan Afrianti Tanriabeng, keduanya lolos setelah melalui seleksi administrasi dan syarat kelengkapan lainnya. Kedua utusan ini punya banyak pengalaman seputar dunia perjalanan dan kegiatan kepemudaan. Putra aktif di kegiatan sehubungan wisata,  dan komunitas penggiat wisata (KOMPADANSA MANDAR/KDM) di Sulawesi Barat, alumni peserta Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Karimata 2016 sementara  Afrianti  datang dari latar seni budaya, kegiatan kepramukaan, alumni pertukaran pemuda antar provinsi BPAP 2014 (Bakti Pemuda Antar Provinsi) Sulbar dan JPI (Jambore Pemuda Indonesia) tahun 2013 dan 2014. 

    pembagian-zona-kirab-pemuda-nusantara-2017
    Suasana pembagian Zona Kirab Pemuda Nusantara 2017 (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Setelah melalui pembagian zona oleh pihak panitia maka Putra Ardiansyah mendapatkan zona 2 sementara Afrianti Tanriabeng mendapatkan zona 1, Zona 1 mewakili penelusuran Indonesia bagian Barat sementara zona 2 penelusuran wilayah Timur Indonesia

    Zona 1 akan melalui

    Jakarta- Manado Miangas - Manado  (26-28 September 2017)

    Provinsi Kalimantan Utara 
    Manado - Tarakan- Tanjung Selor  (28 September - 1 Oktober 2017)

    Provinsi Kalimantan Timur
    Tanjung Selor - Balikpapan - Tenggarong  (1 - 4 Oktober 2017)
    Tenggarong - Tanah Grogot

    Provinsi Kalimantan Selatan (4- 7 Oktober 2017)
    Tanah Grogot - Barabai - Banjar Baru 
    Banjar Baru - Banjarmasin

    Provinsi Kalimantan Tengah (7- 10 Oktober 2017)
    Banjarmasin - Kuala Kapuas - Palangka Raya - Sampit 
    Sampit - Pangkalan Bun

    Provinsi Kalimantan Barat (10- 14 Oktober 2017)
    Pangkalan Bun - Ketapang
    Ketapang - Sekadau - Pontianak (melalui Katulistiwa)

    Provinsi Kepulauan Riau (14- 19 Oktober 2017)
    Pontianak - Batam
    Ketapang - Sekadau - Pontianak (melalui Katulistiwa)

    Provinsi Aceh (19- 22 Oktober 2017)
    Batam - Banda Aceh - Sabang- Banda Aceh
    Banda Aceh - Lhokseumawe

    Provinsi Sumatera Utara (22- 28 Oktober 2017)
    Lhokseumawe  - Medan - Deli Serdang 
    Deli Serdang - Sibolga

    Provinsi Sumatera Barat (28- 31 Oktober 2017)
    Sibolga  - Padang Panjang 
    Padang Panjang - Bukittinggi - Payakumbuh  (melalui Danau Maninjau dan Singkarak)
    Provinsi Riau (31 Oktober - 3 November 2017)
    Payakumbuh  - Pekanbaru - Rengat 

    Provinsi Jambi (3 - 6 November 2017)
    Rengat  - Muara Bungo - Jambi  (melalui Gunung Kerinci)

    Provinsi Sumatera Selatan (6 - 10 November 2017)
    Jambi  - Sekayu 
    Sekayu - Palembang ( mengunjungi Jakabaring)
    Palembang - Indralaya (pemuda membaca kitab suci)

    Provinsi Bangka Belitung (10 - 14 November 2017)
    Indralaya  - Toboali  (tempat pengasingan Bung Karno)
    Toboali - Tanjung Pandan ( wisata laskar Pelangi)
    Tanjung Pandan - Manggar

    Provinsi Bengkulu (14 - 17 November 2017)
    Manggar  - Pagar Alam - Bengkulu  (Rumah Fatmawati)
    Bengkulu - Karang Tinggi (wisata bunga Rafflesia)

    Provinsi Lampung (17 - 20 November 2017)
    Karang Tinggi  - Panaragan (wisata Way Kambas)
    Panaragan - Bandar Lampung - Kalianda

    Provinsi Banten (20 - 23 November 2017)
    Tangerang Selatan  - Jakarta
    Cilegon - Serang - Tangerang Selatan

    Provinsi DKI Jakarta (23 - 26 November 2017)
    Tangerang Selatan - Jakarta (Soemantri Brojonegoro)

    Provinsi Jawa Barat (26 - 29 November 2017)
    Jakarta - Subang - Cirebon 

    Provinsi Jawa Tengah (29 November - 2 Desember 2017)
    Cirebon - Tegal 
    Tegal - Wonosobo (Wisata Gunung Dieng)

    Provinsi DIY (2 - 6 Desember 2017)
    Wonosobo - Sleman 
    Sleman - Bantu - Blitar (acara puncak di Blitar 6-8 Desember 2017)

    Zona 2 akan melalui : 

    Provinsi NTT 
    Jakarta - Kupang- Rote  (28 September - 5 Oktober 2017)
    Rote - Kupang 
    Kupang - Ende (tempat pengasingan Bung Karno)
    Ende - Aimere
    Aimere - Borong
    Borong - Labuan Bajo

    Provinsi NTB (5 - 9 Oktober 2017)
    Labuan Bajo - Pulau Komodo - Sape
    Sape- Bima Poto Tano
    Poto Tano - Kayangan
    Kayangan - Mataram
    Mataram - Praya (wisata Mandalika)

    Provinsi Bali (9- 13 Oktober 2017)
    Praya - Lembar Padang Bay - Denpasar
    Denpasar  - Tabanan - Kuta - Singaraja - Denpasar

    Provinsi Papua (11- 18 Oktober 2017)
    Singaraja - Denpasar- Timika - Sentani
    Sentani - Merauke (wisata Suku Asmat)

    Provinsi Papua Barat (16- 24 Oktober 2017)
    Merauke - Sorong (wisata raja Ampat dan Burung Garuda)

    Provinsi Maluku (24- 27 Oktober 2017)
    Sorong - Raja Ampat - Sorong - Ambon
     
    Provinsi Maluku Utara (27 Oktober - 3 November 2017)
    Ambon - Masohi - Ambon - Ternate - Tidore - Tobelo- Halmahera Utara (wisata Tidore/kesultanan)

    Provinsi Sulawesi Utara (3- 7 November 2017)
    Halmahera Utara  - Bitung 
    Bitung  - Manado
    Manado - Bolaang Mongondow

    Provinsi Gorontalo (7- 10 November 2017)
    Bolaang Mongondow  - Gorontalo Utara  - Kwandang - Isimu - Boalemo - Pohuwato
     
    Provinsi Sulawesi Tengah (10 - 14 November 2017)
    Pohuwato  - Parigi Moutong (melalui Pantai Cinta)
    Parigi Moutong - Kebun Kopi - Palu
    Palu- Daonggala (melalui Mamasa - Morowali)

    Provinsi Sulawesi Barat (14 - 17 November 2017)
    Donggala  - Mamuju 

    Provinsi Sulawesi Selatan (17 - 21 November 2017)
    Mamuju - Pinrang - Pare-Pare
    Pare-Pare - Bone - Bajoe
     
    Provinsi Sulawesi Tenggara (21 - 28 November 2017)
    Bajoe - Kolaka
    Kolaka - Unaaha - Kendari (wisata Wakatobi)

    Provinsi Jawa Timur (28  November - 06 Desember 2017)
    Kendari - Surabaya
    Surabaya - Sidoarjo
    Sidoarjo - Blitar ( acara puncak di Blitar 6-8 Desember 2017)

    Kementerian Pemuda Dan Olahraga Indonesia memperkenalkan program barunya yaitu Kirab Pemuda Nusantara (KPN), kegiatan yang menghadirkan pemuda dan pemudi dari tiap provinsi yang ada di Indonesia dengan latar belakang ragam budaya, suku, agama, dan ras berbeda untuk tujuan memperkuat kebhinekaan. Sebanyak 72 orang pemuda/i diseleksi dari tiap provinsi, satu orang pemuda dan satu orang pemudi didapuk untuk mewakili setiap provinsi. 

    Ke 72 orang peserta inti Kirab Pemua Nusantara 2017 akan melalui banyak kota di Indonesia dari ujung paling Utara (Miangas) hingga paling Selatan (Rote Ndao) serta dari ujung  paling Barat (Sabang) hingga ujung paling Timur (Merauke). Mereka akan melakukan lawatan dengan dengan memperkenalkan nilai-nilai yang bernilai positif untuk pemuda serta menyebarkan semangat persatuan dan kebangsaan. Kemudian bergabung dengan komunitas, persatuan pemuda setempat untuk lebih memahami nilai-nilai entitas kebangsaan. 

    kirab pemuda nusantara 2017 sulawesi barat
    Putra Ardiansyah dan Afrianti Tanriabeng, dua utusan Sulawesi Barat dalam Kirab Pemuda Nusantara 2017
    Tahun ini Sulawesi Barat mengirimkan seorang pemuda dan pemudi. Muhammad Putra Ardiansyah, dan Afrianti Tanriabeng, keduanya berasal dari kabupaten Polewali Mandar. 

    Muhammad Putra Ardiansyah dikenal sebagai individu yang aktif di kegiatan perjalanan dan kepariwisataan, berkegiatan sepenuhnya dalam Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (KOMPADANSA MANDAR/KDM), komunitas indie yang menggiatkan promosi budaya dan wisata daerah di Sulawesi Barat, pernah mewakili Sulawesi Barat sebelumnya dalam kegiatan kepemudaan nasional di Sail Karimata tahun 2016. Saat ini ia sedang mengembangkan jasa wisata di pesisir dusun Babatoa, desa Lapeo, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar.

    Afrianti Tanriabeng pemudi yang juga identik dengan kegiatan seni budaya di daerahnya, aktif dalam sanggar tari Tie-Tie kec. Campalagian, dan di gerakan pramuka, alumni pertukaran Pemuda Antar Provinsi, atau dikenal dengan Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) utusan Sulawesi Barat dan saat ini aktif di PPMI (Purna Prakarya Muda Indonesia) 

    pertukaran Pemuda Antar Provinsi atau sekarang menjadi Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP).

    Kedua putra/putri terbaik Sulawesi Barat ini akan menghabiskan waktu sekitar 72-80 hari untuk mengikuti jalur penelusuran Kirab Pemuda Nusantara 2017 untuk mengenali keragaman dan kebhinekaan Indonesia, serta menyebarkan semangat persatuan pada para pemuda/i setempat dari ujung Utara-Selatan dan Timur-Barat Indonesia.

    , ,

    Ritual baca selamatan dan pembersihan pembukaan calon tempat wisata bahari pantai pasir putih "Lembang Bonde Pute" dilakukan kemarin (23/08/2017) di pesisir Desa Tubo, Kecamatan Tubo Sendana, Kab. Majene.

    Satu lagi calon objek wisata yang baru saja dimulai perintisannya di kabupaten Majene. Lembang Bonde Pute, terletak di desa Tubo, kecamatan Tubo Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ini adalah lokasi yang nantinya akan dikembangkan menjadi pilihan objek wisata di desa Tubo. Tubo adalah wilayah dalam kecamatan Tubo Sendana yang banyak memiliki potensi objek wisata bahari. Ratusan meter pantai dengan sisi pasir yang putih dan bersih di sepanjang jalur jalan trans Sulawesi Barat. Jika melalui jalur darat Majene-Mamuju maka daerah-daerah in akan terlihat. Hal ini yang kemudian dimaksimalkan potensinya dan akan dikelola oleh masyarakat desa Tubo bersama dengan dukungan aparat pemerintah desa Tubo.

    Tradisi pembacaan doa dalam pembukaan objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya)
    Tradisi pembacaan doa dalam pembukaan objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya)

    Lembang Bonde Pute baru saja dibuka dan dicanangkan untuk dimulai perintisannya. Ini ditandai dengan ritual selamatan dan pembersihan lokasi yang akan dijadikan tempat untuk berwisata. Ritual dengan tradisi lokal khas suku Mandar menjadi pembukanya, ada menu songkol, (beras ketan yang dimasak dengan santan) bersama cucur (gula aren yang digoreng) dan uleq-uleq (bubur kacang hijau yang dimasak dengan gula aren) bersama dengan buah-buahan  hadir dalam acara sederhana dengan pembacaan doa agar keberkahan senantiasa hadir dan diberi kelancaran dalam upaya mengembangkan tempat wisata ini.

    Tradisi pembacaan doa dalam pembukaan objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya)
    Tradisi pembacaan doa dalam pembukaan objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya)
    Lembang Bonde Pute akan dikembangkan dengan kemitraan bersama pemerintah desa Tubo dengan penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa, dukungan finansial yang saat ini banyak digunakan untuk membantu pelaksanaan program pariwisata di tingkat desa di kabupaten Majene. Hal yang sama juga berlaku di kecamatan tetangga yaitu kecamatan Sendana, dimana pemerintah desa memasukkan program pengadaan fasilitas untuk objek wisata dengan menggunakan anggaran dari ADD desa setempat. Hal sederhana yang dapat membantu desa mengembangkan potensi wisatanya secara mandiri. 

    Kegiatan pembersihan lokasi objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya)
    Jalur masuk objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya)
     Potensi pasir putihnya yang putih alami dengan tekstur yang halus dan berukuran kecil merupakan unggulan yang akan ditawarkan kepada para pengunjung, hal yang mungkin jarang dijumpai di kabupaten-kabupaten lain di wilayah provinsi Sulawesi Barat. 

    Selfie dengan latar kegiatan ritual di objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya)
    Latar pasir putih wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya
    Untuk soal pantai Pasir Putih, wilayah Tubo Sendana tak bisa dikesampingkan, dari sekian daerah di kabupaten Majene ia memiliki wilayah pantai dengan pasir putih yang paling panjang. 

    Kontributor :
    Foto : Hasbi Djaya
    Teks : Hasbi Djaya, Muhammad Tom Andari

    , , , ,

    Perahu Sandeq Bintang Timur, adalah perahu Sandeq yang berasal dari daerah pesisir Tanjung Batu Kabupaten Majene, tahun  ini jelang Sandeq Race 2017 dijadwalkan akan turut meramaikan pelaksanaan lomba perahu layar tradisional. Setelah beberapa hari sebelumnya dipersiapkan setiap bagian-bagiannya, hari ini (31 Juli 2017) Bintang Timur diujicoba di pesisir Tanjung Batu. 

    Tampak bagian sobal (layar) yang cukup lebar dan terbuka lebar seolah siap menerima angin untuk membawanya meluncur jadi yang tercepat bersaing dengan perahu-perahu sandeq nelayan lainnya di kampung-kampung nelayan di Sulawesi Barat.

    uji coba perahu sandeq bintang timur sandeq race 2017
    Perahu sandeq Bintang Timur saat dalam uji coba di pesisir Tanjung Batu kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham)
    Bintang Timur pertama kali dilautkan hari ini oleh masyarakat sekitar Tanjung Batu dengan bantuan warga lainnya sekitar 25 an lebih orang turut membantu meluncurkan perahu ini. Ini adalah bagian rutin yang dilakukan sebelum tahapan lomba, menguji coba semua fungsi perahu, terutama pada kestabilan layar, dan bagian-bagian perahu lainnya misalnya baratang, palatto, dan guling. Jika terdapat bagian-bagian yang belum sempurna maka kemudian akan disempurnakan.

    uji coba sandeq bintang timur sandeq race 2017
    Saat perahu sandeq Bintang Timur pertama kali diluncurkan dengan didorong secara gotong royong oleh masyarakat sekitar Tanjung Batu, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham)
    uji coba sandeq bintang timur sandeq race
    Saat perahu sandeq Bintang Timur pertama kali diluncurkan dengan didorong secara gotong royong oleh masyarakat sekitar Tanjung Batu, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham)
    Kontributor :
    Foto : Arham
    Teks : Muhammad Tom Andari

⬆
Top