Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar - Promosi Budaya, Sejarah, dan Wisata Mandar, Sulawesi Barat
Showing posts with label Wisata. Show all posts
Foto Wisata, Objek Wisata, Wisata, Wisata Majene
Kami bersama jernihnya aliran air sungai kecil yang dinamai Salu Alambangan, berlatarkan hijaunya alam
yang masih asri. terletak di dusun Pamboborang, Desa Pamboborang,
kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat.
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
Salu Alambangan menawarkan air sungai yang dingin dan sejuk. Jika lelah dan letih mengelilingi Pamboborang, siang atau sore harinya dapat ditutup dengan kunjungan ke tempat wisata ini
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
Tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung dari remaja, pemuda-pemudi sekitar wilayah sekitar desa Pamboborang. tawa lepas hilangkan sejenak beban fikiran.
Kontributor :
Foto : Raspan
Objek Wisata, Wisata, Wisata Majene
Bukit Galung Paara, desa Pamboborang, kec. Banggae, kabupaten Majene, pemain baru objek wisata yang sedang hits di Majene. Destinasi yang coba dikembangkan oleh pemuda setempat, Diantara keunggulan objek wisata dataran tinggi ini yaitu dari puncak bukit dusun Galung Paara,
Desa Pamboborang, tampak pemandangan perbukitan kec. Pamboang dan
Puawang, Baruga Dhua. Walau ada banyak view seperti ini yang dapat ditemukan di Majene, Pamboborang menggabungkan dua are pedalaman dan pesisir. Ia berada di tengah-tengah.
Beberapa pekan terakhir sejak dilengkapi dengan fasilitas pendukung oleh komunitas pemuda setempat, bukit ini ramai dikunjungi, terutama saat sore hari. Fasilitas ayunan, jembatan sederhana dengan jalur marka jalan menjadi tempat bagi remaja dan pemuda setempat melakukan swafoto, baik selfie atau wefie. Berikut ini adalah beberapa dokumentasi foto di bukit Galung Paara.
![]() |
| Fasilitas berfoto like dan share media sosial facebook yang disediakan oleh pengelola di bukit Galung Paara (foto : Raspan) |
Untuk skala remaja dan generasi milenial, Galung Paara menyediakan beberapa properti berfoto seperti hasil foto diatas, like dan share media sosial facebook. Bentuk promosi objek wisata secara tidak langsung yang dapat membuat Galung Paara menjadi lebih dikenal.
![]() |
| View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
![]() |
| Fasilitas foto jembatan dengan view latar belakang perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
![]() |
| Fasilitas landmark Youtube di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
![]() |
| View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
Menurut pemuda setempat, Raspan (penggagas Sulbar creative), ini adalah titik strategis menikmati dan menatap
keindahan perkebunan dan suguhan pemandangan gugusan pegunungan Pamboang
dan Puawang. Di titik ini lah,
cikal bakal agrowisata di desa Pamboborang nantinya kelak akan dikembangkan. Juga ada harapan melihat peluang ditengah menggeliatnya
bisnis pariwisata yang cukup menjanjikan.
Kontributor :
Foto : Raspan
Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari
Sendana, Wisata, Wisata Majene
Air Terjun Puttada, adalah air terjun yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene. Potensi wisata yang belum dilirik oleh banyak pengunjung ini berada di dusun Puttada Utara. Wilayah desa Puttada merupakan dataran tinggi di Sendana, memiliki jejak histori awal mula peradaban dan perkembangan kerajaan Sendana yang menjadi cikal bakal peradaban di seluruh wilayah Sendana.
![]() |
| Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Puttada sendiri mudah diakses, dari jalur lintas darat Sulawesi Barat di poros kecamatan Sendana setelah daerah desa Lallatedong jika dari kota kabupaten Majene maka Anda diharuskan berbelok ke arah kanan menuju perbukitan.
Puttada memiliki potensi air terjun yang belum banyak dilirik oleh orang-orang, nama air terjun yang sama dengan nama desa disematkan untuk air curah dengan ketinggian sekitar lebih 5 meteran ini. Jika melihat bentukan batuannya maka air terjun ini tidak berbeda jauh dengan air terjun Lembang di desa Limbua, kec. Sendana. Ada bagian batuan yang datar diatas permukaan sungai kecil dan jatuh ke dalam kolam berukuran besar. Di bagian bawah orang-orang dapat menikmati mandi di dalam kolam dengan kedalaman yang sedang. Sementara debit air cukup stabil jatuh dari aliran sungai yang ada diatasnya.
![]() |
| Air Terjun Puttada dengan kolam besar di dasar nya di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
![]() |
| Pemuda setempat yang berwisata di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Bagian dasar air terjun dengan kolam ukuran sedang adalah tempat yang paling sering dijadikan tempat berfoto dengan latar air yang sedang jatuh. Tempat yang sangat pas untuk mendapatkan efek "shower" seperti di kamar mandi hotel-hotel bintang lima, namun ini alami, air yang jatuh tak pernah berhenti dan bisa memberi efek pijatan yang menenangkan untuk permukaan kepala.
![]() |
| Berfoto di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Tingkat ketinggian air terjun yang tidak terlalu tinggi menjadikan air terjun Puttada seru untuk dijelajahi, ia juga cenderung aman untuk didatangi, tak perlu terlalu jauh memanjat ke atasnya untuk melihat aliran sungai di atasnya.
![]() |
| Berfoto di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Alaminya aliran air terjun Puttada Sendana bisa dirasakan dari kesegaran airnya saat menyentuh kaki, seperti saat sebelum sampai ke titik utama air terjun. Aliran sungai kecil yang dilalui menjadi awal penanda kesan yang didapatkan saat menuju air terjun ini.
![]() |
| Jalur menuju Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Kontributor :
Foto : Muhammad Ghalib
Teks : Muhammad Ghalib, Muhammad Tom Andari
Binuang, Wisata, Wisata Polewali Mandar
Beberapa tahun terakhir ini, Kabupaten Polewali Mandar diramaikan gerakan-gerakan pengembangan di sektor pariwisata. Banyaknya objek wisata yang bermunculan menjadi bukti adanya usaha yang terus dilakukan para pemuda daerah bersinergi dengan pihak pemerintah setempat untuk memajukan daerah melalui potensi sumber daya alam yang tersedia yang kemudian di dukung oleh potensi sumber daya manusianya. Inilah yang sementara dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Buttu Karamasang.
Objek wisata alam Buttu Karamasang terletak di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. Arfha selaku humas Pokdarwis sekaligus pemilik lahan dari Buttu Karamasang mengatakan, "sejauh ini, kami telah menyediakan fasilitas berupa gazebo dan perahu sebagai transportasi menuju pulau karamasang atau bagi yang minat mancing kami juga siapkan jasa perahu. Selain itu, sekarang kami juga dalam proses pengadaan Kafe dan Restoran di dermaga penyeberangan menuju Buttu Karamasang. Jadi, nantinya bagi pengunjung yang ingin ke Pulau karamasang, maka dari kami pengelola akan menyediakan paket makanan dan minuman sebelum berangkat atau pulang dari pulau karamasang".
![]() |
| Bagian dari objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Kafe dan Restoran yang sedang dalam tahap pembangunan di objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Bagian tepian objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
Tak hanya itu, dalam perjalanan menuju buttu karamasang (Pulau karamasang), kita dapat menikmati panorama hutan mangrove yang lebat disepanjang pesisir kecamatan Binuang serta keindahan underwater yang beragam seperti bintang laut, bulu babi, terumbu karang dan beberapa biota laut lainnya. Tiba waktu nya dipuncak buttu karamasang, maka disinilah bagi kalian yang berkunjung akan mengatakan "Sungguh nikmat Tuhan manalagi yang kita dustakan".
![]() |
| Bagian puncak objek wisata Buttu Karamasang berlatar lautan di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Perahu dari dan menuju objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
Sejauh ini, pendanaan yang digunakan dalam pengembangan objek wisata buttu karamasang merupakan modal pribadi. Sebagai motivasi, Kami ingin megenalkan kepada masyarakat sulawesi barat terkhusus Polewali Mandar bahwa banyak tempat di daerah kita ini yang bisa dijadikan objek wisata, tergantung kita sebagai masyarakat ingin mengelolanya seperti apa, ujar Arfha selaku humas Pokdarwis yang baru dilegalkan kurang lebih satu bulan itu.
Penasaran?? Silahkan berkunjung ke objek wisata Alam Buttu Karamasang.
Kontributor :
Teks : Ayub
Foto : Arfha
Wisata, Wisata Mamuju
Bala-Balakang lebih populer dengan nama Balabalagan, yang dikenal dengan sebutan lain kepulauan Paternoster kecil, terletak di sisi timur Kalimantan, masih dalam bagian selat Makassar, posisinya antara Mamuju dan Kalimantan. secara administrasi pulau-pulau cantik ini berada dalam wilayah kab. Mamuju, Sulawesi Barat.
Pulau Sumanga pulau, kecil dengan pasir putih yang membentang, dari sisi luar pulau ini tampak sangat cantik dengan gradasi warna laut biru tua, hingga biru terang, jejak kecantikan terumbu karang yang ada didasarnya. Pulau Sumanga memang memiliki pesona terumbu karang bawah laut yang sangat mempesona, masih dalam rangkaian terumbu di sekitar pulau Anak Sumanga yang lokasinya tak jauh dari pulau ini.
![]() |
| Pesisir pantai berpasir putih di Pulau Sumanga, Kepulauan Bala-Balakang, kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
Sebagai catatatan Pulau Sumanga tidak dihuni oleh manusia, pulau ini hanya dikunjungi dan disinggahi oleh wisatawan yang ingin berkunjung dan menikmati keindahan pulau. Bagian tengah pulau ditumbuhi tanaman perdu dan rambat, pohon kelapa, serta pohon mirip pinus.
![]() |
| Pesisir pantai berpasir putih di Pulau Sumanga, Kepulauan Bala-Balakang, kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
Pada tanggal 23September, Hasbi Djaya, member KDM (KOMPADANSA MANDAR) sempat mendatangi pulau Sumanga dalam kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya wilayah Sulawesi Barat 2017 yang menjadikan Bala-Balakang sebagai tujuan untuk kegiatan pemuda melakukan bakti untuk meningkatkan dan membantu pemerintah dalama aspek pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Dalam rangkaian kunjungan Pulau Sumanga menjadi salah satu dari sekian banyak pulau yang dikunjungi.
Kontributor :
Teks : Hasbi Djaya
Foto : Hasbi Djaya
Mamuju, Wisata, Wisata Mamuju
Pulau Popoongang atau biasa dituliskan Pulau Popoongan adalah salah satu pulau-pulau kecil yang menyusun kepulauan Balak-Balakang, secara administratif terletak di kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, karena jarak 60 mil laut dari perairan Mamuju maka kemudian pulau-pulau dalam wilayah Balak-Balakang ini jarang tersentuh.
Untuk soal potensi wisata barisan pulau di Balak-Balakang berada di level atas, untuk menemui pulau dengan pasir putih sangat mudah di tempat ini. Posisinya yang berada di selat Makassar antara Sulawesi dan Kalimantan dengan perairan dangkal menjadi tempat terbaik untuk tumbuhnya terumbu karang, hal yang sangat disukai wisatawan yang menikmati bentang bawah laut.
![]() |
| Potret pantai berpasir putih di Pulau Popoongang yang diambil saat Ekspedisi Nusantara Jaya 2107 bulan September di kepulauan Balak-Balakang kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
Hanya sayang, Balak-Balakang lebih banyak dikunjungi wisatawan via Kalimantan Timur. Jalur terdekat untuk menuju pulau-pulau ini adalah via Kab. Paser atau dari Balikpapan. Sementara wisatawan yang berasal dari Sulawesi Barat bisa dikatakan nihil. Kalaupun ada yang berkunjung dari Sulbar, biasanya memiliki kepentingan yang urgen jika ingin menuju Balak-Balakang misanya untuk kepentingan ekonomi (mencari ikan), keperluan riset (peneliti), kewajiban pendidikan (guru dan pendidik).
![]() |
| Potret pantai berpasir putih di Pulau Popoongang yang diambil saat Ekspedisi Nusantara Jaya 2107 bulan September di kepulauan Balak-Balakang kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
Dari sekian pulau yang ada di Balak-Balakang, maka Pulau Popoongang memiliki struktur pasir putih yang sangat menarik. Gradsasi warna laut dari biru muda hingga biru tua dengan perairan yang tidak terlalu dalam, serta pasir putih dengan tekstur putih dan halus. Dari dokumentasi terakhir yang sempat dipotret Hasbi Djaya September 2017, peserta Ekspedisi Nusantara Jaya Sulawesi Barat yang baru-baru ini kembali dari pelayaran ke Balak Balakang, Popoongan memang memiliki pesona yang sangat layak untuk diunggulkan menjadi tujuan wisata.
Hal tersulit yang dihadapi untuk mencapai Pulau Popoongang adalah akses nya yang sangat sulit, butuh biaya besar yang dihabiskan untuk menyeberangi selat Makassar menuju Balak-Balakang dari kab. Mamuju. Dari kajian pariwisata, maka syarat "kemudahan akses" belum tercapau untuk menjadikan kepulauan Balak-Balakang menjadi tujuan wisata, hal ini dapat ditangani jika otoritas setempat menyediakan alat transportasi dari Mamuju menuju Balak-Balakang.
Popoongang, punya potensi yang sangat baik untuk jadi tujuan wisata bawah laut, terumbu karangnya menjadi jualan yang sangat baik.
![]() |
| Potret pantai berpasir putih di Pulau Popoongang yang diambil saat Ekspedisi Nusantara Jaya 2107 bulan September di kepulauan Balak-Balakang kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
Hasil perikanan laut juga sangat melimpah di sekitar perairan Balak-Baakang, bahkan mudah menemukan "lobster" di perairannya. Nelayan-nelayan suku Mandar di Sulawesi Barat dari Rangas, Majene bahkan kadang berlayar sampai ke sekitar wilayah ini untuk berburu ikan-ikan karang berukuran besar.
Kontributor :
Foto : Hasbi Djaya
Teks : Hasbi Djaya
Budaya, Majene, Sendana, Wisata
Satu yang terlintas dalam pikiran saya sebelum menuju Paminggalan, jaraknya jauh, dan iklimnya dingin. Apapun itu, perjalanan tetap dilakukan, dengan mengucap Bismillah, kami memulai perjalanan dari Somba, kota kecamatan Sendana tepat pukul 12.00 menuju Paminggalan dengan beberapa orang dari masyarakat Paminggalan yanag menunggu kami di Somba. Perjalanan ini adalah dalam rangka menghadiri kegiatan workshop pengembangan objek wisata berbasis komunitas adat yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Paminggalan.
![]() |
| Perjalanan menuju Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Persiapan menuju desa Paminggalan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Kendaraan yang digunakan menuju desa Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Paminggalan adalah wilayah terpencil di kecamatan Sendana kabupaten Majene, Sulawesi Barat masuk kedalam administrasi desa Paminggalan. Jaraknya hanya sekitar beberapa km dari batas dengan wilayah desa Kalumammang, Kecamatan Alu, kabupaten Polewali Mandar. Rute menuju Paminggalan juga sama ketika menuju desa Kalumammang, ada beberapa anak sungai kecil yang harus dilintasi tanpa menggunakan jembatan. Roda sepeda motor harus berkontak dengan dasar sungai, tak ada jembatan yang dibuat untuk melalui sungai, untuk sungai kecil mungkin tak mengapa, tetapi jik sungai besar dapat dibayangkan saat musim hujan, lalu lintas dari dan menuju desa Paminggalan mungkin akan terputus.
Saya berkendara berdua dengan seorang pemuda Paminggalan, tepat berada di belakangnya yang mengemudikan kemudi sepeda motor. Ia pemuda asli Paminggalan baru saja terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Sulawesi Barat,
keahliannya dalam mengendarai motor di perbukitan dan di dasar sungai menurut saya tidak perlu
diragukan lagi, sepertinya ia sudah hafal betul dengan semua bentuk dan letak lubang di jalan menuju Paminggalan, dan tampaknya juga rute ini ia lalui setiap hari.
Ragam tekstur jalan yang harus saya lalui menuju Paminggalan dari yang datar,
mendaki hingga menurun, dengan ragam pemandangan hijau bukit dan
lembah pedalama Sendana yang masih alami dan asri. Saat sang pemuda mellui tikungan tajam, jalur pendakian, jurang disamping kiri kanan seolah tak ia hiraukan, gas ia geber terus, sesekali dibelakangnya saya menutup
mata dan berpegangan/menarik bajunya (was was untuk menghindari
kemungkinan yang akan terjadi, entah itu terjatuh dari motor ataupun
terjun bebas ke jurang) itu yang terlintas di pikiran saya saat itu. Tapi lama-kelamaan saya sudah
mulai terbiasa, terkadang untuk beberapa detik saya tidak duduk diatas
sadel motor efek terangkat dari jok karena jalan yang rusak. Satu yang mencolok dari jalur menuju Paminggalan adalah jalur layan yang masih tak layak, masih berupa jalur jalan dengan batu-batuan yang lepas, jika pengemudi pemula maka pastilah akan kewalahan dengan sulitnya melalui jalur ini.
Sekitar 45 menit waktu yang kami habiskan untuk sampai ke desa Paminggalan dari Somba. Tak berapa lama kami disuguhkan makanan khas Mandar, orang-orang dari desa ini masih menggunakan bahasa Mandar. Kuliner yang hadir di meja
diantaranya yaitu gogos, golla kambu, manyang mammis, lameayu rakang (ubi
rebus). Golla kambu dan manyang mammis adalah dua kuliner yang mencolok dari Paminggalan, artinya kemungkinan ada stok pohon aren yang menjadi bahan baku kedua makanan dan minuman yang lezat ini. Manyang mammis adalah minuman yang diperoleh dari tandan pohon aren/enau manisnya tak perlu diragukan, jika ia diolah menjadi gula aren dan ditambahkan dengan parutan kelapa maka ia menjadi Golla kambu.
Setelah itu kami disajikan penampilan dari kelompok seni pencat silat Pakottau, seni bela diri yang juga ada dan lestari di Paminggalan, seni yang hampir ada di semua wilayah orang Mandar di Sulawesi Barat.
![]() |
| Seorang bapak pemukul gendang untuk mengiringi pertunjukan Pakkotau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Pukulan gendang untuk mengiringi pertunjukan Pakkottau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Pertunjukan Pakkottau selalu saja mendapatkan penonton yang ramai, masyarakat setenpat juga tak ketinggalan menyaksikan pertunjukan dengan iringan gendang. Pertunjukan yang biasa dihadirkan saat terdapat kenduri di masyarakat Mandar misalnya pada acara pernikahan, sunatan, atau syukuran.
![]() |
| Pertunjukan seni bela diri Pakkotau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Pertunjukan seni bela diri Pakkotau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Lalu rangkaian kunjungan kami dilanjutkan dengan Workshop Pengembangan Objek Wisata Desa
Berbasis Komunitas Adat oleh Pemerintah desa setempat bekerjasama dengan AMAN
(Aliansi Masyarakat Adat Nasional).
![]() |
| Workshop pengembangan objek wisata berbasis komunitas adat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Workshop pengembangan objek wisata berbasis komunitas adat (Foto : Indra Ariana) |
Terakhir kami bergerak menuju Air
Terjun Paminggalan, air terjun dengan bentuk unik dan struktur batu yang
menarik. Ini yang paling seru, kami melakukan perjalanan dengan treking beberapa menit hingga sampai ke titik utama air terjun.
![]() |
| Perjalanan menuju Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Ada anak sungai kecil yang kami lalui sebelum sampai ke air terjun Paminggalan. Teman-teman harus mengangkat bagian celana agar tidak basah. Ini potret keasrian dan kealamian di Paminggalan yang dapat ditemukan secara langsung.
![]() |
| Perjalanan menuju Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Keadaan sekitar Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() | |
|
![]() |
| Aliran air di Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Saya menghaturkan terimakasih untuk sambutan hangat masyarakat Paminggalan Sendana, budaya dan wisata Paminggalan dapat dijadikan sebagai tujuan kunjungan saat berada di Sendana, namun masih terbatas pada wisata petualangan dan minat khusus, karena akses menuju Paminggalan yang masih sulit. Paminggalan, 17 September 2017
Kontributor :
Foto : Indra Ariana
Teks : Indra Ariana, Muhammad Tom Andari
Tulisan Paling Banyak Dibaca
-
Munu Beach, atau pantai Munu adalah sebuah objek wisata baru di kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang akhir - akhir ini populer di kalanga...
-
Dua batu ini menjadi saksi dan bukti sejarah lahirnya kesepakatan para leluhur kami di tanah Mandar. Di ikrarkan di wilayah kami yg kami ...
-
Sebut saja ini zi arah tradisi maritim (urgensi museum), yang saya lakukan ke kediaman sang legenda, Kapten Pahlawan Laut di Museum TNI A...
-
Kabupaten Majene baru saja memperingati hari jadinya, peristiwa tersebut dijadikan momentum bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan In...
-
Mosso, adalah desa yang letaknya di dataran tinggi kec. Balanipa, berjarak sekitar 6-7 km dari jalan poros Majene-Polewali, dapat diakses d...
-
Sulawesi Barat sebagai provinsi yang terbentuk pada tahun 2004, banyak menyimpan potensi wisata yang belum dimaksimalkan dengan baik. Objek...
-
Berbagi cerita beberapa hari yang lalu saya mengikuti kegiatan membantu tetangga "Mallele boyang" (mengangkat dan memindahkan r...
-
Pulau Tangnga (Pulau Salamaq), Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Melihat lebih dekat Pulau Tangnga (Lebih di kenal dengan pulau Sal...
-
Pengembangan wisata adalah mutlak membutuhkan fasilitas akomodasi, jika anda berada di kab. Majene provinsi Sulawesi Barat, dan ingin meman...
-
Mappakeqdeq boyang (mendirikan rumah) bersama dengan keluarga besar di Lambanan. Meakayyang adaqtaq mipasalili litaqtaq. Lambanan adalah de...
Labels
Air Terjun
Akomodasi
Alu
Anreapi
Aralle
Arsitektur
Artikel
Banggae
Banggae Timur
Batetangnga
Berita
Binuang
Budaya
Budaya Mandar
Budong-Budong
Bukit
Buku
Bulo
Campalagian
Caving
Figur
Foto
Foto Budaya
Foto Sejarah
Foto Wisata
Gasing
Goa
Gua
Hotel
Kalukku
Kalumpang
Kanang
Karya
Kecantikan
Kegiatan
Kerajaan Binuang
Komunitas
Kuliner
Limboro
Lingkungan
Literasi
Lomba
Luyo
Majene
Makam
Makassar
Malunda
Mamasa
Mambi
Mampie
Mamuju
Mamuju Tengah
Mamuju Utara
Mandar
Obje
Objek Wisata
Opini
Pamboang
Pantai
Pantai Sulbar
Pattae
Penja
Permainan Tradisional
Polewali Mandar
Rebana Mandar
Refleksi
Sandeq
Sandeq Race
Sejarah
Sendana
Seni
Senja
Situs Sejarah
Sulawesi Barat
Sungai
Sungai Mandar
Sutera Mandar
Tapalang
Tapango
Tappalang Barat
Tarian Mandar
Teater
Teluk Mandar
Tinambung
Tokoh
Trip
Tubo Sendana
Ulumanda
Video
Wisata
Wisata Majene
Wisata Mamasa
Wisata Mamuju
Wisata Mamuju Tengah
Wisata Mamuju Utara
Wisata Polewali Mandar
Wisata Polman
Wisma Penginapan
Wonomulyo









































