Di jajaran kuliner Mandar bau peapi sudah lama terkenal di posisi pertama, hampir setara dengan jepa sebagai teman bersanding untuk menikmati bau peapi, namun menu ikanAmbu mungkin tidak banyak dikenal, atau tidak sepopuler bau peapi. Menu ikan ambu mudah ditemukan ditawarkan oleh kedai di bagian utara kab. Majene, misalnya di kec. Pamboang, tepatnya di dusun Rawang desa Bababulo, ada beberapa kedai di jalur jalan provinsi yang menawarkan menu kuliner ikan yang lezat ini. 

    Bau peapi adalah makanan khas suku Mandar yang masih sering kita jumpai di Mandar, Sulawesi Barat, lalu apa bedanya dengan menu ikan ambu atau bau ambu? Ikan Ambu punya satu ciri utama, ia menggunakan kuah santan yang tentunya gurih. Menu ikan ambu misalnya untuk jenis yang ditawarkan di kec. Pamboang berbahan ikan khusus bentuknya mirip ikan Barracuda, dengan ukuran panjang, dengan daging putih bersih dengan banyak tulang.

    menu ikan ambu khas mandar
    Menu Ikan Ambu khas Mandar (Foto : Indra Ariana)
    Dari dua gambar yang saya dokumentasikan dibawah ini, tampak jelas perbedaannya untuk menu bau peapi dan bau ambu.
    1. Jenis ikannya
    2. Beberapa bumbu

    bumbu menu bau peapi
    Bumbu menu bau peapi (Foto : Indra Ariana)
    bumbu menu bau ambu
    Bumbu menu bau ambu (Foto : Indra Ariana)
    Biasanya jika memasak ikan jenis Tuna (turingan, tappilalang) ikan bulalia dan ikan layang kita hanya menggunakan asam mangga, bawang daun, minyak, garam, kunyit, air (pammaissang, lasuna mandar, lomo mandar, sia, cawe2, asso, uwai). (Gambar 2) Sedangkan untuk menu ikan Ambu sama seperti bau piapi, hanya saja untuk kuahnya menggunakan santan dan sedikit tambahan serei yang dimemarkan. (Gambar 3) 

    Bau peapi Mandar (Foto : Indra Ariana)




    Hal yang kontras dan mudah dikenali adalah bau peapi punya kuah berwarna kuning, sementara bau ambu punya kuah putih tampak pucat, dari jauh mudah dibedakan dari soal warna kuah ikannya

    Kontributor :
    Foto : Indra Ariana
    Teks : Indra Ariana

    Salah satu teknik olahan kuliner yang memegang prinsip "dibuang sayang" adalah dengan melakukan rekondisi pada sisa makanan, dekat dengan prinsip mencegah "mubazir" atau membuang-buang makanan. Orang-orang di Sulawesi Barat dikenal sering memanfaatkan makanan dengan melakukan pengolahan ulang bahan yang tentu saja masih layak. 

    Orang Banggae Timur di Majene biasa menyebutnya dengan nama Rubu-Rubuq, di Balanipa, Polman dan sekitarnya biasa disebut dengan Jabu-Jabuq, di Polewali disebut "Bajabu" ini adalah olahan makanan dari sisa ikan atau ikan yang memang disiapkan untuk diolah. Mungkin istilah yang tepat diberikan adalah abon ikan, karena bahan utamanya adalah daging ikan. 

    rubu rubuq jabu jabuq bajabu kuliner mandar
    Rubu-rubuq, Jabu-Jabuq, atau Bajabu kuliner olahan orang Mandar di Sulawaei Barat (Foto : Muhammad Hasbi)
    Bahan yang utama yang digunakan tentu saja adalah daging ikan yang disiapkan dan dicampurkan dengan bumbu-bumbu, berikut bumbu dan bahan-bahannya yaitu : serei, lengkuas, cabe besar dan kecil, lada, kemiri, garam secukupnya, bawang daun dan jeruk secukupnya. Adapun cara membuatnya adalah pertama-tama ikan direndam dengan air panas kemudian di peras dan dihaluskan bersama bumbu, setelah  panaskan minyak lalu digoreng dan diaduk sampai rata.

    Ada yang menyandingkan kuliner ini dengan Jepa, ada juga yang memasangkannya dengan nasi dingin, untuk menambah selera makan maka rubu-rubuq/jabu-jabuq bisa dibuat lebih pedas dan disiram dengan kuah sayur labu atau sayur kacang hijau. 

    Rubu-rubuq/jabu-jabuq biasa juga dijadikan sebagai bahan isi "kambu" untuk kuliner gogos yang terbuat dari beras ketan, Gogos dengan kambu selalu enak lain dengan gogos netral yang tanpa kambu, rasanya akan datar-datar saja.

    Kontributor/Narasumber : Muhammad Hasbi, Muhammad Qasim
    Teks : Muhammad Tom Andari

    Putu Karoroq, penganan tradisional yang terbuat dari tepung beras yang dicampurkan dengan gula aren. Beberapa orang yang pernah mencoba langsung kuliner ini setuju jika kuliner putu ini lezat. Sulit menemukannya dijual di daerah kawasan perkotaan, biasanya hanya dibuat oleh para penjajanya di kelas dusun, desa, kelurahan, atau kecamatan.

    putu karoroq mandar
    Putu karoroq, penganan tradisional di daerah Lemo Susu, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Hambali Noor)
    Orang-orang Mandar menyebutnya Putu Karoroq, karena ia dibuat dengan menggunakan "karoroq" yaitu serat daun gebang, yang biasanya menjadi alas saat mengukusnya dengan menggunakan periuk dari tanah liat.  Menurut Muhammad Ridwan Alimuddin, "karoroq" juga digunakan sebagai layar pada perahu sebelum tahun 1970-an di Mandar, dijadikan kelambu, serta dijadikan alas atau tikar untuk menjemur padi.

    Di wilayah kabupaten Polewali Mandar Putu Karoroq dibuat dengan cara tradisional, disajikan secara tradisional pula. Mulai dari dibakar dengan menggunakan kayu, menggunakan alat penanak dari tanah liat juga panci dari tanah liat. 

    Jika Anda sampai ke daerah Lemo susu, Limboro, Polewali Mandar dan ingin menikmati kuliner tradisional yang satu ini, ada sebuah kios bernama Awal Jahid yang menyajikan dan menjual kuliner ini. Biasanya sebagian besar kuliner ini akan disajikan saat subuh dan pagi hari.

    Kontributor :
    Foto : Hambali Noor
    Teks : Hambali Noor, Muhammad Tom Andari

    , ,

    Keterampilan membuka kelapa para perempuan penjual kelapa di daerah Apoang, kecamatan Sendana kabupaten Majene patut diacungi jempol, mengapa? ya karena butuh pengalaman untuk membuka jenis buah kelapa dengan bentuk bagian atas yang terbuka rata. 

    Pekerjaan membuka kelapa muda banyak dilakukan oleh kaum perempuan di daerah ini, dari beberapa kali kunjungan di banyak  kedai yang berdiri di sepanjang daerah Apoang mulai dari membuka kelapa hingga penyajian kelapa muda diatas meja semua dilakukan oleh perempuan. Bentuk bagian atas kelapa muda biasanya terbagi atas dua, yang dapat dipisahkan dan dapat ditutup. 

    Pada awalnya buah kelapa yang betul-betul muda dipotong bagian atas dan bawahnya, permukaan bawah dipotong dengan rata agar buah kelapa muda bisa duduk diatas piring. Lalu bagian atasnya dibentuk dengan rata hingga nyaman untuk mengeruk daging buah dan menjadikannya serupa mangkuk untuk menampung air kelapa dan buahnya yang dicampurkan dengan gula aren atau sirup. Perempuan Apoang Sendana cekatan membuka buah kelapa ini, hanya beberapa menit semuanya sudah tersaji dengan lengkap di atas meja kayu, tak perlu lama menunggu.

    perempuan apoang sendana membuka kelapa muda
    Seorang perempuan yang sedang membuka kelapa muda di kedai di daerah Apoang, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham)
    Soal citarasa kelapa muda di daerah Apoang, kecamatan Sendana, tidak perlu diragukan lagi, sajian dengan gula aren dan air kelapa muda dan daging buah kelapa yang benar-benar lunak saat digigit. Jika dahaga mendera saat melalui jalur Sendana yang panjang maka pejalan dapat mampir di kedai-kedai ini, sekedar untuk melepaskan dahaga sembari menikmati pemandangan laut lepas yang cantik di Apoang.  

    Saat pagi hari hingga sore hari Anda dapat mengunjungi kedai kelapa muda ini, saat malam hari, kedai ini banyak yang tertutup, namun masih ada beberapa kedai yang masih buka hingga malam hari, waktu terbaik mengunjungi kedai kelapa muda ini adalah saat siang hari hingga sore hari, saat siang terik waktu yang paling tepat mengatasi dahaga, dan sore hari view yang disajikan sangat menarik, terutama saat senja tampak dan matahari perlahan beranjak ke peraduannya.

    kelapa muda di apoang sendana
    Sajian menu kelapa muda, air kelapa, serta gula aren di kedai di daerah Apoang, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham)
    Jika ingin mendapatkan menu kelapa muda yang benar-benar nikmat maka berkunjunglah ke Apoang, Anda tidak akan kecewa, dari cara penyajian, cita rasa, dan pemandangan sekeliling kedai semuanya membentuk sajian yang sempurna.

    Kontributor :
    Foto : Arham
    Teks : Muhammad Tom Andari

    Selain terkenal dengan aneka ragam ikan segarnya, kabupaten Majene, Sulawesi Barat pun terkenal dengan aneka kerang lautnya (jalleko, karumbane, suso, balang) yang kaya akan protein tinggi dan asam amino, ini dibuktikan dengan suplai kerang yang selalu tersedia di pasar lokal Majene.

    aneka kerang majene
    Aneka kerang yang dapat ditemukan di pasar lokal di kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham)
    Jalleko, karumbane, suso, dan balang adalah nama-nama lokal untuk jenis kerang yang dapat ditemukan diperjualbelikan di pasar Majene,

    Jalleko jenis kerang dengan cangkang mirip dengan karumbane namun dengan bentuk cangkang yang lebih tegas, berukuran sedang, bentuknya mirip layang-layang jika dilihat dari atas.

    Karumbane  adalah jenis kerang berukuran lebih kecil dari jalleko setelah diambil isi dagingnya ukurannya sekitar 2-3 cm kerang jensi karumbane biasanya dijual dengan keadaan utuh atau dalam keadaan telah diambil dagingnya.  Untuk mengolahnya Anda harus merebusnya, mengambil isinya dengan mencungkilnya menggunakan peniti. Setelah dicungkil maka isinya dapat dikonsumsi langsung, jika ingin mengolahnya dengan menambahkan tauge dan ditumis maka akan lebih sedap.

    Suso  atau jenis kerang dengan nama kima, adalah jenis berukuran lebih besar dan lebar dari karumbane dan jalleko

    Pesisir kabupaten Majene banyak menyediakan pilihan aneka kerang ini. Untuk jenis aneka seafood dari ikan, kepiting, cumi, udang, dan makanan laut lainnya hampir dapat dijumpai di pasar-pasar lokal.

    Kerang lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat pesisir di kabupaten Majene, terutama jika ikan sedang sulit dicari atau masuk masa berangin dan kegiatan melaut tidak dilakukan oleh para nelayan.
    Kejadian hilangnya pesawat Adam Air di Sulawesi Barat beberapa tahun yang lalu memaksa masyarakat pesisir di kabupaten Majene mencari pilihan makanan lain selain ikan dan para penduduk memilih mengonsumsi makanan aneka kerang Bahan makanan laut ini menyediakan suplai protein hewani tinggi yang baik untuk kecerdasan anak.

    Kontributor :
    Teks : Arham, Hasbi Djaya
    Foto : Arham

    Kue bolu Mandar yang dimasak dengan cetakan khusus dan talongnge yang dipanaskan terlebih dahulu. Suku Mandar mengenal teknik mengolah makanan dengan menggunakan talongnge yaitu bahan penutup tanah liat yang dipanaskan terlebih dahulu diatas api dan diganti dengan talongnge yang lain untuk tetap menjaga suhu panasnya hingga kemudian bahan makanan yang dipanggang matang sempurna. 

    kue bolu mandar talongnge

    Memanggang kue bolu misalnya biasa digunakan talongnge untuk membuat permukaan atas kue bolu juga dapat matang merata. Biasanya orang-orang Mandar juga menggunakannya saat akan memanggang kue kering, dengan menggunakan bahan dasar dari metal sebagai alas untuk bahan kue, maka penutup berbahan dasar tanah liat berukuran lebar akan diganti secara cepat dan perlahan untuk membuat kue kering menjadi matang merata. 

    Kelebihan memanggang kue bolu dengan menggunakan talongnge  adalah kecepatan matangnya, sang pemanggang kue harus cekatan mengganti penutup talongnge, jika tak cekatan maka bisa saja kue bolu dapat hangus atau meninggalkan noda hitam di permukaaan kuenya. 

    Kue bolu di Mandar banyak menggunakan bahan utama gula aren sebagai pemanis, karena itu banyak jenis kue bolu yang akan ditemukan berwarna cokelat. Pada awalnya adonan kue dituang kedalam cetakan khusus dengan berbagai macam bentuk, misalnya saja bentuk hati, sementara penutup talongnge dipanaskan secara bergantian, beberapa detik setelah adonan kental dimasukkan dalam cetaakan maka kemudian ditutup.

    cetakan kue bolu mandar talongnge
    Adonan kue bolu Mandar yang telah dituang kedalam cetakan (Foto : Irfan)
    Sembari menunggu matang maka penutup bahan tanah liat yang lain juga dipanaskan ini yang kemudian membuat permukaan atas kue bolu menjadi matang merata, bukan hanya bagian permukaan bawah saja yang matang. Mungkin hampir sama dengan prinsip memanggang dengan menggunakan oven yang matangnya merata.


    kue bolu mandardi talongnge
    Kue bolu yang dipanggang dengan menggunakan talongnge (Foto : Irfan)
    Setelah matang merata maka kemudian kue bolu akan diangkat dari cetakan dan dikeluarkan, jika ingin sempurna maka kue bolu nyaman disantap saat hangat dan dihidangkan dengan pasangan segelas teh hangat

     kue bolu mandar
    Kue bolu yang baru saja matang diangkat dari cetakan (Foto : Irfan)
     Sama seperti keterancaman terhadap kuliner tradisional, maka kue bolu Mandar perlahan tergeser oleh penganan modern, namun di kampung-kampung di suku Mandar ia masih dapat ditemukan sebagai cemilan saat pagi dan sore hari.

    Kontributor :
    Teks : Irfan & Muhammad Tom Andari
    Foto : Irfan

    Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam. Menjelang hari raya biasanya umat Islam akan berbondong-bondong dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk merayakan hari kemenangan tersebut, khususnya berupa menu hidangan. Salah satu menu hidangan yang bisa kita jumpai di kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat saat lebaran adalah Gogos. 

    gogos mandar lebaran 2017
    Gogos Mandar saat dipanggang (Foto : Ayub Kai)
    Bahan dasar yang digunakan untuk membuat menu hidangan ini adalah beras ketan atau dalam bahasa lokal biasa disebut beras pulut (Pare Puluq). Proses pembuatannya sederhana, beras pulut yang telah dimasak dicampur dengan santan kelapa selanjutnya dibungkus menggunakan daun pisang sebanyak dua lapis, lapisan pertama menggunakan pucuk daun pisang masih muda dan lapisan kedua menggunakan daun pisang yang sudah tua. Setelah itu, dipanggang beberapa menit lalu siap untuk dihidangkan dan disantap

    Kontributor :
    Teks : Ayub Kai
    Foto : Ayub Kai

    Penja Tuqmis, (Penja Tumis) adalah masakan khas Mandar yang cukup langka. Mengapa demikian ? Karena untuk mendapatkan ikan penja sendiri tidaklah mudah seperti mendapatkan jenis ikan lainnya setiap hari di pasar-pasar tradisional. Ikan penja punya musimnya untuk didapatkan, ia hanya hadir saat waktu-waktu tertentu. Karena kemunculannya yang terbatas ia kadang diawetkan dengan memberinya garam agar tak busuk. Dua varian ikan penja yang dikenal di suku Mandar adalah penja basah dan penja kering, dan ikan penja kering adalah ikan yang sangat cocok dijadikan bahan untuk ditumis.

    penja tumis masakan khas mandar
    Penja Tuqmis (Ikan Penja Tumis) masakan khas suku Mandar dari Sulawesi Barat (Foto : Hasbi)
    Penja yang dikeringkan ini datang pada waktu - waktu tertentu. Menumis ikan penja sendiri membutuhkan bahan yang sederhana seperti menumis masakan lainnya. Tapi yang harus diingat untuk jenis ikan penja kering, cukup diberi penyedap rasa dan tak usah menggunakan garam. Hal ini dikarenakan ikan penja yang kering punya kadar garam yang lumayan tinggi. 

    Saat Ramadhan penja Tumis tepat dijadikan menu untuk melengkapi berbagai macam pilihan lauk. Kandungan protein dalam ikan berukuran mini baik dijadikan sumber nutrisi untuk melengkapi kebutuhan tubuh, terutama saat tubuh membutuhkan serapan makanan yang bergizi. Penja kering cukup mudah ditemukan, berbeda halnya dengan penja basah yang hanya bisa didapatkan saat masuknya musim penja.

    Kontributor :
    Teks : Hasbi
    Foto : Hasbi

    Pertanian adalah ranah yang cukup banyak dikembangkan di Sulawesi Barat, provinsi yang banyak dihuni oleh orang-orang asal suku Mandar ini banyak menghadirkan jenis bahan pangan hasil budidaya pertanian. Dan jika Anda berkunjung ke wilayah atau daerah suku Mandar bermukim maka Anda akan menemukan jenis makanan alam hasil pertanian. Jenis -jenis makanan ini khas selera nusantara, seperti layaknya daerah-daerah lain di Indonesia. 

    makanan petani mandar
    Menu makanan ala petani di suku Mandar, Sulawesi Barat ( Foto : Ahmad Basir Alfaruq)
    Petani di Sulbar mudah membudidayakan jenis bahan pangan, karena jenis tanah yang sebagian besar mendukung. Jenis makanan dari bahan umbi seperti singkong (biasa disebut ubi kayu) dan ubi jalar banyak dibudidayakan karena fungsinya yang strategis sebagai pengganti bahan makanan pokok. Dahulu saat bahan beras sulit dibudidayakan singkong jadi pilihan utama makanan pokok, bagi mereka yang tinggal di pegunungan atau pedalaman bahkan sejenis umbi rambat berukuran besar yang beracun biasa dijadikan pilihan makanan pokok. Karena itu pilihan jenis makanan khas seperti Jepa akan banyak Anda temukan di suku Mandar, yang bahan utamanya dari singkong.

    menu pisang santan mandar
    Menu makanan pisang santan Mandar, Sulawesi Barat ( Foto : Ahmad Basir Alfaruq)
    Selain singkong, buah pisang juga adalah bahan makanan yang umum ditemukan, jenisnya yang mudah tumbuh di dataran rendah dan pesisir membuat Sulbar menjadi penghasil buah pisang. Olahan makanan pisang mudah ditemukan dalam bahan makanan suku Mandar. Dahulu bahkan pisang digunakan untuk mengganti bahan makanan pokok, karena kandungan gulanya yang cepat dicerna oleh sistem pencernaan, hingga dapat menjadi pengganti makanan utama seperti nasi. 

    menu singkong mandar
    Menu makanan singkong santan di suku Mandar, Sulawesi Barat ( Foto : Ahmad Basir Alfaruq)
    Lalu soal ikan, maka ikan di suku Mandar menjadi bahan utama lauk-pauk, dominan banyak ditemukan di pesisir yang tentu saja dekat dengan pantai dan laut yang menjadi sumber daya ikan melimpah. Jika dekat dari pesisir maka ikan segar dan basah mudah ditemukan, namun jika diperlukan dalam waktu yang lama untuk diawetkan maka ikan ini biasanya akan melalui proses diasinkan, agar awet. Penambahan garam untuk membuatnya asin menjadi hal paling mudah untuk mencegah pembusukan, hingga dapat disimpan dalam waktu lebih lama.

    menu ikan asin mandar
    Menu lauk ikan asin dengan campuran minyak kelapa dan cabe rawit pedas di suku Mandar, Sulawesi Barat ( Foto : Ahmad Basir Alfaruq)
    Menikmati santapan ala anak petani di suku Mandar, maka Anda akan menemukan beberapa dari olahan bahan makanan di atas, dari singkong, pisang, dan ikan.  Singkong dan pisang biasanya akan diberi santan, dengan bahan buah kelapa yang sangat mudah ditemukan di daratan wilayah suku Mandar. Hingga olahan makanan yang akan ditemukan adalah pisang santan dan singkong santan, keduanya direbus hingga menghasilkan aroma rasa yang gurih nan lezat, lalu sebagai lauk maka ikan asin adalah bahan pelengkap yang menjadi pasangan romantis. Rasa gurih santan, dan lembut singkong/pisang berpadu dengan rasa asin dari garam ikan. Untuk menambah cita rasa pedas maka kadang ditambahkan cocolan minyak kelapa yang diberi cabe rawit. 

    Seperti itu contoh makanan ala anak petani di Suku Mandar yang kelak akan Anda temukan saat bertandang ke kampung-kampung di wilayah Mandar. Bahan yang diperoleh alami, menggunakan hasil perkebunan dan pertanian yang banyak ditemukan di wilayah tersebut. Walau kemudian pergeseran bahan makanan instan yang lebih mudah ditemui dewasa ini menjadi favorit, namun jika bertemu dengan hidangan-hidangan ini Anda sebaiknya mencobanya, ada rasa lezat yang tidak ditemukan pada bahan makanan modern, sensasi dan suasana kampung serta desa begitu terasa saat menyantap hidangan ini.

    Kontributor :
    Foto : Ahmad Basir Alfaruq
    Teks : Ahmad Basir Alfaruq, Muhammad Tom Andari


    Lame-lame, kudapan lokal Mandar yang berbahan dasar singkong (ubi kayu), sampai saat ini lame-lame masih sangat mudah kita jumpai di wilayah Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat. 

    Lame-lame dibalur dengan serutan gula aren yang manis, tentu saja rasanya sangat lezat. Jika Anda butuh pembangkit energi cepat untuk karbohidrat maka kandungan gula aren dan singkongnya bisa jadi sumber asupan nutrisi karbohidrat yang dapat cepat diserap oleh tubuh. Menikmati beberapa buah lame-lame sudah dapat memberi energi untuk beraktivitas di pagi hari. 

    Biasanya kudapan ini dipasangkan dengan segelas teh atau kopi, tergantung dari kesukaan tiap orang. Satu yang pasti adalah saat masih hangat kuliner lokal ini seru untuk dinikmati, tekstur singkongnya masih terasa di mulut dan lidah.
    kuliner lame lame sendana majene
    Kudapan lame-lame di dusun Apoang, kec. Sendana, kab. Majene (Foto : Indra Ariana)
    Di pagi hari ini menjadi hidangan pembuka sarapan untuk masyarakat Sendana khususnya di dusun Apoang, desa Bukit Samang. Mengenai harga tidak perlu takut, jika Anda mempunyai uang Rp. 500 anda sudah dapat menikmati sepotong lame-lame

    Kontributor :
    Teks : Indra Ariana, Muhammad Tom Andari
    Foto : Indra Ariana

    Banggulung atau tuing-tuing adalah nama lokal untuk ikan terbang di Majene, Sulawesi Barat. Jenis ikan yang dapat ditemukan melimpah dan sebagai komoditas utama pencarian nelayan di kecamatan Sendana. Makanan ini menjadi kuliner khas Majene. Saat Anda melintasi daerah Sendana atau bagian utara Majene maka Anda akan disambut dengan gerbang kawasan kuliner Sendana, tempat Anda bertemu dengan kuliner lezat ini. 

    Banggulung dalam pengolahannya dapat diasapi atau dibakar, di kawasan kuliner Sendana Anda akan menemukan kuliner Banggulung yang diasapi, bagaimana jika ia dibakar? kurang lebih sama rasanya, yang penting adalah sambal pasangannya haruslah sedap.

    Jika ingin menemukan jodoh banggulung, jangan lupa mencicipi jepa, sajian singkong parut yang dipanggang diatas pringan tanah liat, ini paduan yang pas untuk menemani banggulung bakar dan sambal tomat/sambal mangga.
    ikan terbang bakar majene
    Ikan Terbang Bakar (Banggulung / Tuing-Tuing) dengan sambal mangga dan sambal tomat serta Jepa  (Foto : Indra Ariana)
    Ada dua jenis sambal yang biasa dikenal oleh orang-orang Mandar di bagian Sendana, kab. Majene saat membuat jenis pasangan untuk menikmati ikan terbang bakar. Saat Anda menikmati banggulung/tui-tuing tunu (ikan terbang bakar) Anda pilih sambal yang mana? Sambal asam mangga (pammaissang) atau sambal tomat. Keduanya segar dan lezat, jika Anda termasuk penikmat asam, maka pilihlah yang berbahan mangga, walaupun tomat juga asam, namun tidak lebih asam dari mangga.

    ikan terbang bakar
    Ikan Terbang Bakar (Banggulung / Tuing-Tuing) dengan sambal mangga dan sambal tomat (Foto : Indra Ariana)
    Walaupun ada banyak kreasi sambal segar yang dapat dibuat secara umum dua jenis sambal ini yang umum dan biasa disajikan saat menikmati Banggulung. Anda dapat menemukan sambal-sambal lainnya di sepanjang lintasan daerah Labuang, Somba, kec. Sendana, kab. Majene.

    Untuk cara membuat sambal asam mangganya, terlebih dahulu rendam bahan pammaissang (asam mangga yang telah dikeringkan), haluskan cabe, garam, bawang dan pammaissang sesuai selera, jika teksturnya halus maka  pammaissnganya akan lebih berasa, tambahkan minyak kelapa Mandar dan sedikit air, lalu siap untuk disajikan. 

    Kontributor :
    Teks : Indra Ariana, Muhammad Tom Andari
    Foto : Indra Ariana

    Jepa, makanan khas suku Mandar di Sulawesi Barat. Kuliner ini terbuat dari bahan ubi kayu atau singkong yang telah diperas dan dibuang kandungan airnya, hingga menyisakan ampas singkong yang kemudian akan dipanggang diatas piringan tanah liat.
    proses-pembuatan-jepa-mandar

    Proses pembuatan Jepa Mandar (Credit Foto : Abdullah Bin Husain)

    Bahan-bahan tentu saja harus disiapkan terlebih dahulu, bahan utamanya adalah singkong yang telah diparut dan telah kering, seperti pada gambar dibawah ini.
    bahan-membuat-jepa-mandar

    Singkong, bahan untuk membuat Jepa Mandar (Credit Foto : Abdullah Bin Husain)


    Lalu setelah itu bahan singkong dimasukkan kedalam piringan tanah liat yang disebut dengan nama Panjepangang, masyarakat Mandar masih menggunakan media tanah liat untuk memasak Jepa mulai dari tungku sampai panjepangang, juga masih memakai kayu bakar.
    membuat-jepa-mandar

    Tahapan memasukkan bahan singkong kedalam panjepangang (piringan tanah liat) untuk memanggang Jepa (Credit Foto : Abdullah Bin Husain)

    Setelah singkong dimasukkan maka bagiannya diratakan hingga membentuk bundaran lalu kemudian ditutup/ditekan dengan piringan tanah liat (panjepangang) lainnya. 
    cara-membuat-jepa-mandar

     Tahapan meratakan bagian jepa dalam panjepangang (Credit Foto : Abdullah Bin Husain)

    Jika telah ditutup/ditekan maka tunggulah hingga Jepa tersebut matang, tidak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan menit, bahkan detik maka Jepa akan matang dengan sempurna. 
    jepa-mandar-dalam-panjepangang

    Jepa Mandar dalam panjepangang yang ditunggu hingga matang (Credit Foto : Abdullah Bin Husain)

    Jepa paling enikmat ketika dipasangkan dengan Bau Peapi, juga hidangan khas suku Mandar, berupa menu ikan dengan kuah kuning kental dengan minyak kelapa. Jika ingin menikmati Jepa yang lebih lezat maka carilah Jepa yang masih dalam keadaan hangat.

    Jepa identik dengan suku Mandar, orang-orang Mamuju menyebutnya dengan istilah Kalumpang, mungkin sama dengan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Mamuju, namun ini berbeda, Kalumpang di orang-orang Mamuju berarti Jepa

    Kontributor : Abdullah Bin Husain

    ,

    Semua jepa yang diisi di bagian tengahnya, kami di Tubo mengenalnya dengan nama Pitta. Jadi, jepa ni gollai juga kami sebut pitta golla mamea. Yang saya posting kami menyebutnya pitta rure (baca teri). Jepa (kuliner khas Sulawesi Barat yang terbuat dari singkong) dibuat dan bagian dalamnya diberi isian ikan teri atau biasa disebut "bau omber".

    pitta majene tubo
    Ikan teri yang ada dalam pitta (Foto : Hasbi Djaya)
    pitta majene tubo sulbar
    Ikan teri yang ada dalam pitta (Foto : Hasbi Djaya)
    pitta majene tubo sulawesi barat
    Pitta dan ikan teri (Foto : Hasbi Djaya)
    pitta majene tubo ikan teri
    Lezatnya ikan teri yang ada dalam pitta (Foto : Hasbi Djaya)
    pitta majene tubo ikan teri sulbar
    Ikan teri dalam pitta (Foto : Hasbi Djaya)
    Di Mamuju hidangan atau menu seperti ini disebut dengan nama Ambar. Cara membuatnya sederhana, teri basah dimasukkan ke bagian dalam Jepa saat jepa dipanggang diatas piringan tanah liat. Jika ingin mendapatkan hidangan Pitta yang sempurna maka sebaiknya pilihlah jenis ikan teri yang masih segar agar tekstur ikan yang didapatkan lunak dan tidak keras.

    Kontributor : Hasbi Djaya
     

    ,

    Wisata kuliner di Somba, ibukota kecamatan Sendana, kabupaten Majene adalah yang paling terkenal di lintasan jalur darat Sulawesi Barat. Anda yang sedang melalui jalur ini dapat mengenali kawasannya dari kedai-kedai yang berdiri tak jauh dari gerbang kota Somba. Daerah ini menjadi puat persinggahan kendaraan yang ingin menikmati wisata kuliner tradisional khas pesisir kabupaten Majene. 

    Berikut ini adalah beberapa diantara makanan tradisional yang dijajakan di kawasan kuliner Somba, kab. Majene. 

    ikan tuing tuing
    ikan tuing-tuing yang telah dipanggang (foto  Hasbi)
     1. Bolu Paranggi, jenis kue bolu berwarna cokelat dengan bahan gula aren yang membuat warna kue ini menjadi dominan kecokelatan. Kue ini dikemas dalam wadah plastik dan berisi sekitar 10-12 buah kue.

    Golla kambu dan bolu paranggi paria(foto  Hasbi)

     2. Buras, adalah serupa hidangan lontong yang terbuat dari beras namun berasa gurih karena saat dibuat diberi tambahan santan dan sedikit garam. Buras sangat tepat menjadi teman makan menu mie instan rebus, atau teman untuk menikmati hidangan menu ikan asap (ikan tui-tuing). Buras dibungkus dengan daun pisang dan ditanak hingga matang.

    Buras yang lesat dan jadi pendamping saat dalu (foto  Hasbi)

    3. Gogos, kuliner berbahan dasar beras ketan yang juga dibungkus dengan daun pisang, namun bedanya dengan buras adalah, gogos dibuat matang dengan cara dipanggang di atas bara api. Ini juga dapat anda temukan dijajakan di atas meja dalam kedai di Somba.

    Gogos dengan bahan beras ketan (foto  Hasbi)
    4. Golla kambu, kuliner dari bahan beras ketan yang dicampurkan gula merah, dan dibungkus dengan dau pisang kering. Adalah buah tangan yang dapat anda beli dan jadikan hadiah atau oleh-oleh yang terjangkau dan cukup lezat.

    gola kambu somba
    Kemas n golla kanbu(foto  Hasbi)

    5. Ikan Terbang Asap, ikan ini lebih akrab disebut dengan  ikan tuing-tuing, ikan yang diolah dengan cara diasapi hingga berwarna kuning keemasan, dipadukan dengan buras dan cocolan jeruk serta cabe berasa pedas.

    ikan tuing-tuing somba
    Ikan tuing-tuing asap di Somba (foto  Hasbi)
    Ikan  terbang ini diperoleh dari  perairan Sendana, dengan citarasa khas tersendiri membuat wisata kuliner anda menjadi berbeda dan seru. Jika beruntung dan saat musimnya anda akan dapat bertemu dengan menu cumi, cumi di kedai ini diolah dengan cara direbus dalam kuali tanah dengan gaya masak mirip dengan saat memasak ikan dengan kuah khas Mandar (bau peapi)

    kuliner cumi somba
    Kuliner cumi-cumi Somba, Majene (foto  Hasbi)
     Kawasan wisata kuliner Somba, pada awalnya dikenal karena menu ikan terbang asapnya, namun saat anda sampai di kedai ini, maka ada lebih banyak menu yang wajib dan menggoda untuk dirasakan.

    Kontributor : Hasbi

    Saat lebaran tiba, biasanya yang paling sering dicari oleh pengunjung (passiara) selain cookies atua kue kering dan cemilan lainnya, yaitu tape ketan, tape ketan bisa dipastikan akan sangat laris dan paling cepat habis. Ada yan unik dari orang-orang Jawa, tape mereka diolah kembali menjadi semacam dodol, namanya Maduwongso dan jadi cemilan favorit saat hari lebaran. 


    maduwongso dodol jawa
    Maduwongso dodol jawa (Foto : Maryam Nur)
    Rasa maduwongso memang akan terasa aneh bagi mereka yang tak pernah mencicipinya, paduan rasa tape dan dodol, sehingga rasa yang muncul adalah manis dan kecut , maduwongso adalah menu yang banyak ditemukan di Kalimantan, daerah yang kini saya tinggali, tetapi saya tak pernah lupa dengan yang paling khas ketika berlebaran di Mandar, Sulawesi Barat, ada sajian opor ayam, ketupat, gogos, dan buras yang menjadi kuliner yang selalu dirindukan.

    Ragam kuliner nusantara‬ takkan membuat kita lupa akan kuliner kampung halaman sndiri dan selalu mengundang rindu untuk kembali ke kampung halaman.
    Kontributor : Maryam Nur


    Pallu butung, memang tak lengkap tanpa sirup DHT dimakan hangat-hangat atau dingin akan beda sensasinya saya lebih suka menyantapnya hangat-hangat, waktunya di sore atau pagi hari untuk hari-hari biasa,  namun jika saat Ramadhan tiba, akan sangat nikmat menjadi menu buka puasa, Hidangan ini mudah ditemukan di daerah Sulawesi Selatan dan Barat, di Sulbar sendiri kadang dijadikan menu untuk berbuka puasa oleh keluarga, masih berkerabat dekat dengan menu pisang ijo yang juga menggunakan saos kental dengan bahan yang hampir sama. 

    pallu butung menu buka puasa
    Pallu Butung, kuliner yang menjadi menu buka puasa di daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Foto : Hijranah)
    Pallu Butung memiliki kandungan vitamin, mineral dan gula dalam pisang sebagai bahan utamnya, da sangat baik untuk memulihkan tenaga setelah seharian berpuasa. Kandungan serat dalam buah pisang pun baik bagi pencernaan, sehingga keluhan sembelit yang biasanya dikeluhkan di bulan puasa bisa hilang, sembelit menjadi keluhan karena orang-orang biasanya pada saat berbuka dan sahur lebih memilih makanan yang kurang serat, 


    Apakah anda pernah menikmati nasi kuning dengan asap yang mengepul di wilayah Sulawesi Barat atau diseputaran pasar lama Tinambung atau di sekitar SMA Lajonga, ya anda pasti mengenal serbuk Batte-bate Anjoro yang turut hadir dalam menu tersebut. Selain menggugah selera lauk inipun dapat tahan berhari-hari. 

    Kuliner batte anjoro Mandar
    Kuliner batte anjoro Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    Kuliner batte anjoro khas Mandar
    Kuliner batte anjoro khas Mandar (Foto : Muhammad Qasim) 
    Kuliner batte anjoro khas Mandar Sulbar
    Kuliner batte anjoro khas Mandar Sulbar (Foto : Muhammad Qasim)
    Kuliner batte anjoro khas di Mandar, Sulawesi Barat
    Kuliner batte anjoro khas di Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Qasim)
    Kini, untuk menemukan Batte-batte Anjoro rada-rada gampang susah harus hunting sampai di sudut pasar tradisional di Mandar itupun hanya hari tertentu (alla pasar). Selain pembuatannya yang tergolong rumit dimana serbuk kelapa tua, daun serei, lombok besar, lengkuas, dll dihaluskan, diaduk, disangrai, di jemur. Keberadaan Batte-batte Anjoro juga, bukan merupakan menu wajib sebagaimana posisi pupuk, abong-abong dan bau toppa baru dan lain-lain yang selalu hadir pada saat ada acara atau festival kebudayaan tradisional. 

    Namun jangan salah, lauk ini mampu bersanding dengan nasi dingin, panas, buras, loka anjoroi, apalagi jagung rebus. 

    Coba sharing ke adik2 di Sulbar yang lahir era tahun 2000an apakah pernah mengenal/ mengkonsumsi lauk ini, bukan jabu-jabu, bajabu atau serbuk kelapa pada kuliner pallu basa (khas Makassar), namun lauk dari kelapa sangrai warnanya kuning oranye ?? semoga jawaban iya, kalau jawabannya tidak maka Batte-batte Anjoro memang telah memasuki ambang kritis, kalau anda rindu “Batte-batte Anjoro” dan kuliner tradisional mandar lainnya pulanglah ke Mandar temui pembuatnya/penjualnya dan cairkan rindu itu.

    Kontributor : Muhammad Qasim



    , ,

    Pernah melintasi kabupaten Majene menuju kabupaten Mamuju atau sebaliknya? jika iya, maka anda sebaiknya mampir di Pantai Tanisi, ada pilihan wisata kuliner, berupa jajanan es teler dan soto ayam yang lumayan lezat. Pantai Tanisi berada dalam wilayah kecamatan Malunda, kab. Majene, kecamatan paling ujung di utara yang berbatasan langsung dengan kecamatan Tapalang, kabupaten Mamuju. 

    Ada pilihan kuliner es teler dan soto ayam yang harganya terjangkau, suasananya adem dan sejuk, karena berada di tepi pantai dibawah pohon hijau yang rimbun dan bebas dari sinar matahari langsung. Letak kedai ini tak jauh dari pos polisi Tanisi, sehingga mudah ditemukan, jika anda dari arah Majene menuju Mamuju maka tempat kedai ini berada di sisi kiri, dan sebaliknya jika anda dari arah Mamuju menuju Majene.

    Kedai yang didirikan cukup sederhana, non permanen dengan fasilitas kursi dan meja plastik yang diletakkan di atas pasir pantai, suasana sejuknya lebih terasa karena lokasi kedai tepat dibawah pohon tepi pantai yang rindang.

    Menu soto ayam yang sangat lezat di Pantai Tanisi, Malunda
    Menu soto ayam yang sangat lezat di Pantai Tanisi, Malunda (foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)
    Kedai es teler dan soto ayam Pantai Tanisi Malunda, Majene
    Kedai es teler dan soto ayam Pantai Tanisi Malunda, Majene (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    Menu minuman di kawasan kuliner pantai Tanisi, kec. Malunda, kab. Majene
    Menu minuman di kawasan kuliner pantai Tanisi, kec. Malunda, kab. Majene  (foto : Zulkifli Muhammad Siddiq)
    Menu minuman di kawasan kuliner Pantai Tanisi Malunda
    Menu minuman di kawasan kuliner Pantai Tanisi Malunda  (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)
    Menu es teler yang disajikan di Pantai Tanisi, kec. Malunda, Majene
    Menu es teler yang disajikan di Pantai Tanisi, kec. Malunda, Majene (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)


    Pantai Tanisi di kecamatan Malunda, kabupaten Majene, Sulawesi Barat
    Pantai Tanisi di kecamatan Malunda, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (foto : Rustam Randy)


    Sunset Pantai Tanisi yang sangat cantik
    Sunset Pantai Tanisi yang sangat cantik (Foto : Baharuddin)
    Harga makanan dan minuman yang ditawarkan di kedai ini dari kisaran harga Rp 5.000 hingga Rp.18.000 dengan ragam menu seperti es teler, jus buah, dan soto ayam, dengan ditemani makanan serta minuman yang lezat anda dalam waktu yang bersamaan juga dapat menikmati pemandangan pantai yang cukup bersih, jika anda menghabiskan waktu di sekitar pantai ini sore hingga menjelang malam, maka anda akan mendapati view sunset (matahari terbenam) yang sangat indah. 

    Kontributor : Pusvawirna Natalia Muchtar


Top