, ,

    Beberapa tahun terakhir ini, Kabupaten Polewali Mandar diramaikan gerakan-gerakan pengembangan di sektor pariwisata. Banyaknya objek wisata yang bermunculan menjadi bukti adanya usaha yang terus dilakukan para pemuda daerah bersinergi dengan pihak pemerintah setempat untuk memajukan daerah melalui potensi sumber daya alam yang tersedia yang kemudian di dukung oleh potensi sumber daya manusianya. Inilah yang sementara dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Buttu Karamasang. 

    Objek wisata alam Buttu Karamasang terletak di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. Arfha selaku humas Pokdarwis sekaligus pemilik lahan dari Buttu Karamasang mengatakan, "sejauh ini, kami telah menyediakan fasilitas berupa gazebo dan perahu sebagai transportasi menuju pulau karamasang atau bagi yang minat mancing kami juga siapkan jasa perahu. Selain itu, sekarang kami juga dalam proses pengadaan Kafe dan Restoran di dermaga penyeberangan menuju Buttu Karamasang. Jadi, nantinya bagi pengunjung yang ingin ke Pulau karamasang, maka dari kami pengelola akan menyediakan paket makanan dan minuman sebelum berangkat atau pulang dari pulau karamasang". 

    objek wisata buttu karamasang polewali
    Bagian dari objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    kafe dan resto objek wisata buttu karamasang polewali
    Kafe dan Restoran yang sedang dalam tahap pembangunan di objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    tepi objek wisata buttu karamasang polewali
    Bagian  tepian objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) 

    Tak hanya itu, dalam perjalanan menuju buttu karamasang (Pulau karamasang), kita dapat menikmati panorama hutan mangrove yang lebat disepanjang pesisir kecamatan Binuang serta keindahan underwater yang beragam seperti bintang laut, bulu babi, terumbu karang dan beberapa biota laut lainnya. Tiba waktu nya dipuncak buttu karamasang, maka disinilah bagi kalian yang berkunjung akan mengatakan "Sungguh nikmat Tuhan manalagi yang kita dustakan". 

    objek wisata buttu karamasang polewali mandar
    Bagian puncak objek wisata Buttu Karamasang berlatar lautan di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    perahu dari dan menuju objek wisata buttu karamasang polewali mandar
    Perahu dari dan menuju objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    objek wisata buttu karamasang polman
    Objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    Sejauh ini, pendanaan yang digunakan dalam pengembangan objek wisata buttu karamasang merupakan modal pribadi. Sebagai motivasi, Kami ingin megenalkan kepada masyarakat sulawesi barat terkhusus Polewali Mandar bahwa banyak tempat di daerah kita ini yang bisa dijadikan objek wisata, tergantung kita sebagai masyarakat ingin mengelolanya seperti apa, ujar Arfha selaku humas Pokdarwis yang baru dilegalkan kurang lebih satu bulan itu. Penasaran?? Silahkan berkunjung ke objek wisata Alam Buttu Karamasang.

    Kontributor : 
    Teks : Ayub 
    Foto : Arfha

    ,

    Air terjun cantik ini berada di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dari strukturnya yang memanjang mirip dengan Air Terjun Lebeng di kabupaten Mamuju. Letak air terjun ini di batas antara kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar, bahkan lokasi yang lebih menarik juga terletak di bagian hulu air terjun ini, jika ingin melihatnya maka butuh energi ekstra untuk mendaki permukaan yang lebih tinggi. 

    Aliran sungai Salu Mabokkang merupakan sungai yang berhubungan langsung dengan air yang mengaliri air terjun Petakeang. Untuk dapat sampai ke wilayah Lenggo saja beberapa orang menyatakan ini adalah jalur yang ekstrim, butuh waktu yang lama hingga bisa sampai ke wilayah ini. 

    Untuk soal pesonanya, maka air terjun Petakeang bisa dikata lumayan cantik, debit airnya banyak dengan kondisi alam sekitar yang masih memiliki udara bersih dan vegetasi hijau.

    air terjun petakeang bulo polman
    Air terjun Petakeang di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ary Bahri)
    Sama seperti air terjun yang berada di pelosok dan pedalaman air terjun Petakeang hanya diakses oleh sedikit orang saja, terutama mereka para pemburu keindahan air terjun, penyuka petualangan, dan pemuda sekitar dusun.

    air terjun petakeang polman
    Bagian dasar air terjun Petakeang di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ary Bahri)

    air terjun petakeang polman sulbar
    Air terjun Petakeang di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ary Bahri)
    Kontributor :
    Foto : Ary Bahri
    Teks : Muhammad Tom Andari

    , ,

    Objek wisata air terjun Sipajolangi, terletak di pelosok desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tepatnya di daerah Penanian, bagian timur Kampung Biru. Lokasinya tak jauh dari air terjun Kambellun yang memiliki sign penanda di jalur poros Binuang. Air terjun ini tak begitu terkenal, namun yang membuatnya istimewa adalah ia menjadi tempat mandi bagi raja pertama Binuang yang bernama Sipajolangi. Konon di lokasi ini menjadi tempat Sipjolangi dimandikan oleh kakeknya dan jejak batu tempat duduk Sipajolangi masih dapat ditemukan tak jauh dari lokasi air terjun.

    air terjun sipajolangi binuang polewali mandar
    Air Terjun Sipajolangi di Penanian, desa Batetangnga, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Adnan Syaifullah)
    Siapa Sipajolangi ? Sippajolangi, adalah Raja Binuang pertama dari suku Pattae. Saat ia menjadi Raja, Ibukota kerajaan dipindahkan dari daerah Ammassangan ke Binuang. Maka disebut Kerajaan Binuang. Anak perempuan Sippajolangi bernama I We Tenripada menikah dengan Abdurrahim Kamaluddin, Tosalamaq di Binuang. Tokoh yang pertama kali membawa ajaran Islam ke wilayah kerajaan Balanipa dan makamnya kini dapat ditemukan di Pulau Tangnga atau Pulau Salamaq di wilayah kepulauan Binuang dalam wilayah administrasi kelurahan Amassangan.
     
    Untuk menuju air terjun Sipajolangi Anda dapat melalui jalur utama menuju desa Batetangnga di sekitar kawasan kedai buah-buahan di kec. Binuang, jalur poros utama menuju kab. Pinrang. Setelah melalui objek wisata Rawa Bangun dalam waktu tempuh 5 menit dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi utama air terjun sekitar 15 menit. 

    Kontributor :
    Teks : Muhammad Adnan Syaifullah, Rajab Ashari
    Foto : Muhammad Adnan Syaifullah

    ,

    Dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar sekitar setahun yang lalu pernah hits dan jadi pilihan wisata di kabupaten Polman, itu karena pesona hutan mangrove dan keindahan bawah lautnya. Ia menjadi tujuan wisatawan lokal sekitar kecamatan dan wisatawan lokal dari kabupaten Polman dan Majene. Keindahannya tak bisa diragukan, adanya hutan mangrove lebat yang memanjang sepanjang dusun Gonda dari desa Lapeo hingga dusun Labuang menjadi penyangga pesisir yang sangat baik dan menjadi tempat tumbuhnya karang-karang indah di lepas pantainya. 

    bawah laut gonda campalagian polewali mandar
    Keindahan bawah laut dengan terumbu karang mempesona di bawah laut dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar (Foto : Pusvawirna Natalia Muhtar)
    Pesona terumbu karang di bawah laut dusun Gonda adalah tawaran yang paling baik disajikan untuk Anda yang memiliki hobi melihat dari dekat terumbu karang. Ragam jenis karang dapat Anda temukan di bawah laut Gonda, dari karang yang berbentuk meja, ranting, dan bentuk otak. Mulai dari soft coral hingga hard coral. Belum lagi untuk jenis ikan-ikan karang yang bervariasi dari warna, bentuk dan ukuran. Hutan mangrove di pesisirnya sangat membantu pertumbuhan karang, kedua ekosistem ini bekerja sama menyajikan pesona wisata bahari untuk wisatawan pencinta bawah laut.

    Hingga saat ini objek wisata yang terletak tak jauh dari objek wisata Pantai Labuang dan Pantai Palippis ini dikunjungi oleh wisatawan lokal, dan beberapa wisatawan lainnya dari luar daerah, serta pernah dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kab. Polman lewat paket tour dan travel. 

    Masyarakat sekitar dusun dan nelayan yang tinggal di daerah ini menjaga keindahan Gonda, mereka tak mencoba merusak dan menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak. Nelayan setempat hanya melalui bagian terumbu karang setiap hari untuk melaut dan menjadikan pesisir dan lebatnya hutan mangrove untuk sekedar menambatkan perahu. Ini alasan mengapa keindahan Gonda terjaga dan lestari. Pun jika terdapat nelayan lain yang mencoba menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak mereka akan mendapatkan teguran dari nelayan lokal di Gonda. 

    bbawah laut gonda campalagian
    Keindahan bawah laut dengan terumbu karang mempesona di bawah laut dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar (Foto : Pusvawirna Natalia Muhtar)
    Kelebihan Gonda yaitu untuk bertemu terumbu karang tidak perlu terlalu jauh berenang dari pesisir pantai, apalagi jika Anda berniat untuk bertemu ratusan ikan-ikan kecil. Ada bagian titik terumbu karang dengan ikan yang berenang-renang tak jauh dari pantai. Jika ingin bertemu jenis- jenis karang yang beragam maka bergeraklah dari pantai menuju bagian laut yang lebih jauh. Ada jasa pengangkutan wisata yang dihidupkan oleh kerja sama pemuda dusun setempat dan nelayan lokal yang siap mengantarkan menuju titik penyelaman. 

    Jika berniat menyelam di Gonda, maka siapkanlah alat selam Anda sendiri, belum ada jasa wisata yang hidup dan menyediakan alat selam secara lengkap, hanya ada pilihan jasa untuk snorkling yang disediakan oleh pemuda setempat

    Kontributor :
    Foto : Pusvawrina Natalia Muhtar
    Teks : Muhammad Tom Andari

    ,

    Info awal yang kami terima bahwa terdapat 7 pulau di gugusan yang terdapat di Kecamatan Binuang Polman, Sulawesi Barat. Tapi setelah dikroscek di lokasi, ternyata terdapat 10 pulau yang masing-masing letaknya seperti rangkaian. Adapun pulau terdepan bila menarik garis lurus dari arah Tonyaman, pelabuhan utama untuk ke pulau, disebut pulau Panampeang.

    pulau panampeang dari pesisir pulau gusung toraja
    Pulau Panampeang tampak di latar di sisi kiri sementara di kanan adalah Pulau Battoa, foto diambil dari pesisir Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih (Foto : Muhammad Tom Andari)




    Sempat memasuki pulau tersebut dan di sana hanya ada sampah (dominan sandal entah kiriman darimana), lumpur dan pepohonan bakau. Hampir seluruh daratan pulau ini diisi oleh sampah sehingga tak salah bila kami menyebutnya pulau sampah. Kami curiga pulau ini sesungguhnya tergenang ketika air laut benar-benar pasang dengan tinggi ombak maksimal. 

    Menurut penuturan dan cerita para nelayan sekitar pulau-pulau kecil ini Panampeang adalah pulau yang penuh cerita mistis bagi para nelayan,  ada sebuah kuburan yang letaknya di tengah pulau, ini yang ditakuti, dan konon ada cerita yang berkembang tentang seekor kuda tak kasat mata yang menjadi penjaganya. 

    Hal yang paling unik adalah karena dataran pulau Panampeang yang sangat rendah. Hal unik lain adalah berkunjunglah ke Pulau Panampeang jika ingin bertemu jenis kelomang berukuran besar.

    Kontributor :
    Foto : Muhammad Tom Andari
    Teks : Ibnu Masyis, Muhammad Tom Andari


    ,

    Pulau Dea-Dea, karena hari semakin sore, kami lanjut menyeberang ke Pulau Dea-Dea yang tepat berada tidak jauh di samping Pulau Landea. Agak berbeda dengan Pulau Battoa dan Pulau Salamaq/ Pulau Tangnga yang agak gersang, Pulau Dea-Dea boleh dikata merupakan pulau tersubur yang kami temui di sana. 

    Kami menilai kesuburan dari rumputnya yang rimbun dan beragam jenis pohon tumbuh di pulau ini. Sempat dapat kabar bahwa Pulau Dea-Dea terkenal sebagai pulau kucing yang membuat saya berpikir kira-kira bagaimana bau kotoran kucing akan sangat menyengat di sana. Alhamdulillah kami tak bertemu seekor kucing-pun. Malah yang ada di sana adalah pekuburan umum. Ternyata warga Pulau Battoa yang tepat berhadapan dengan pulau ini menjadikan Pulau Dea-Dea sebagai area pekuburan sekaligus tempat pembuangan kucing. Di pulau ini juga terdapat bebatuan layaknya di Pulau Landea dan di sana disediakan dua gasebo kecil tepat di bibir pantai: mungkin diperuntukkan kepada para pemancing ikan. Sebenarnya terdapat satu lagi pulau yang tepat berada di balik pulau ini hanya saja kami tidak sempat mengunjungi. Cuman kami tahu bahwa pulau tersebut bernama Pulau Tarrusang dan sekilas juga kayak tersambung dengan Pulau Dea-Dea.
     
    pulau dea dea polewali mandar
    Gazebo yang dahulu dibangun saat tahun 2014 (Foto : Ibnu Masyis 2014)
    Tahun 2014 masih ada dia biuah gazebo yang berdiri di ujung Pulau Dea-Dea didirikan dengan bantuan dari Dins Pariwisata Kab. Polewali Mandar, namun kunjungan terakhir pada tahun 2017 bangunan ini tak ada lagi, tak tersisa satupun bangunan gazebo. 

    Untuk soal kealamian Pulau Dea-Dea menjadi salah satu pulau yang dapat diandalkan, ini karena tak ada penghuni yang mendiami pulau ini. Dan satu hal yang jadi catatan bagi para pejalan dan petualang yang hendak menuju pulau ini, bahwa jika Anda berharap akan bertemu dengan ratusan kucing, maka itu tidak akan Anda temukan, berita yang beredar di forum-forum wisata nasional adalah bahwa Pulau ini sangat populer dengan pulau yang dihuni oleh ratusan kucing. Bahwa dari tampakan terakhir antara rentang waktu 2016-2017, tak ada kucing yang menghuni pulau ini, Pulau Gusung Toraja/ Pulau Pasir Putih lah yang saat ini memiliki kucing kampung liar, bukan pulau Dea-Dea. 

    Kontributor :
    Foto : Ibnu Masyis
    Teks : Ibnu Masyis, Muhammad Tom Andari


    , ,

    Pulau Landea, pulau ini relatif kecil dan terdiri atas dua bukit yang ketika laut pasang, air akan masuk membelah atau memisahkan dua bukit tadi. Sehingga ada yang menghitung bahwa Landea terdiri atas dua pulau. Dalam hal ini kami hanya mencatat fenomenanya saja bahwa terdapat dua pulau di sini pada situasi tertentu. 

    Kami sempat mengitari Pulau Landea dan pada sisi tertentu kita dapat melihat "batu mingnganga". Secara pribadi saya mengagumi pulau ini. Kalau pantai Majene identik dengan tebing dan karang- eksotiknya, maka kecantikan Pulau Landea terletak pada bebatuan hidup - menyerupai batu sungai, yang mengitarinya.

    Menurut selera saya, ini sangat keren. Sayangnya, bila dibandingkan Pulau Karamasang dan Pulau Gusung Toraja yang luas areal pantainya, maka di pantai Landea sangat sempit dan berupa bebatuan yang tidak memungkinkan orang banyak bersantai di sana. Bebatuan di bibir pantainya hanya sekian meter ke dalam dan langsung berhadapan dengan bukit. Tapi bebatuannya sangat eksotik dan terdapat pohon yang entah apa namanya tumbuh di antara bebatuan menambah keindahan.

    pohon di pulau landea polman
    Pohon di Pulau Landea, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ibnu Masyis, 2014)
    Seperti dijelaskan mantan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar Drs. Darwin Badaruddin, yang saat ini menjabat sebagai Asisten II Bupati Polman Bidang Pembangunan dan Ekonomi.  Bahwa penuturan beberapa warga lokal di Desa Tonyaman, Pulau Dea-dea (tetangga Landea) disebut demikian karena di Pulau ini ditumbuhi alang-alang (dea-dea), sedang Pulau Landea tidak ditumbuhi alang-alang. (seperti ada pengaruh bahasa Arab "La" yang berarti tidak).

    Sedang Pulau Dea-dea disebut juga Pulau Kucing karena di pulau ini terdapat banyak kucing, mungkin karena pulau ini dijadikan sebagai tempat pembuangan kucing bagi warga di sekitar pulau ini. Penyebutan nama Pulau kucing ini berawal dari kunjungan Praktik Pariwisata oleh siswa SMK Negeri 1 Polewali dari Program keahlian Usaha Jasa Pariwisata (sekitar tahun 2003), sayangnya jurusan dimaksud saat ini sudah ditutup. Dari aspek Tourism (wisata) sepertinya Brand "Pulau kucing" ini lebih menarik, apalagi bila ditindak lanjuti dengan budi daya berbagai spesies kucing. 

    Kontributor :
    Teks : Ibnu Masyis
    Foto : Ibnu Masyis

    , ,

    Air Terjun Kadinginan, terletak di desa Kaleok, kec.Binuang, kab. Polewali Mandar. Objek wisata yang mungkin belum dikenal banyak orang, akses menuju air terjun yang cukup sulit menjadikannya jarang dikunjungi orang. Letaknya di pedalaman Binuang, dahulu wilayah desa ini masuk kedalam wilayah desa Batetangnga, namun setelah dimekarkan, wilayah Kaleok, menjadi desa Kaleok sendiri. 

    Air terjun Kadinginan berjarak sekitar 13 km dari jalan poros Polewali-Pinrang dengan jalur masuk via jalur menuju desa Amola. Setelah pos polisi Mirring dari arah kota Polewali menuju ke Pinrang terdapat jalur ke kiri, menuju Amola, dari jalur itu Anda dapat mendapati Air Terjun Kadinginan.

    air terjun kadinginan
    Air Terjun Kadinginan, desa Kaleok, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Alif Bahri)
    Air terjun ini segar, dengan kondisi alam yang masih asri dan terjaga, sedikit didatangi oleh wisatawan lokal, kadang-kadang hanya dikunjungi oleh kelompok pecinta alam, warga sekitar desa, atau pendatang dari luar pencari air terjun. 

    Sama seperti air terjun umumnya di Sulawesi Barat, Kadinginan bergantung pada musim, saat kemarau, debit airnya kecil, namun saat musim hujan maka debit airnya akan semakin besar. Namun saat kemarau masih lebih banyak debit air dibandingkan dengan beberapa air terjun di kab. Majene.

    signboard air terjun kadinginan polewali mandar
    Signboard petunjuk Air Tejun Kadinginan, desa Kaleok, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (foto : Alif Bahri)
    Saat sebelum sampai di titik air terjun Anda akan disambut dengan signboard penanda jalur masuk menuju Air Terjun, dibuat oleh mahasiswa KKN Unasman, dan dari sini Anda harus berjalan sepanjang 2 km untuk sampai di titik utama air terjun.

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Foto : Alif Bahri

    ,

    Setelah puas berkelana mengunjungi Pulau Salamaq atau biasa juga disebut Pulau Tangnga, selanjutnya kami menuju ke pulau Landea (masih dalam rangka trip yang dihelat pada akhir Desember 2016 oleh kawan-kawan di KDM). Landea? ya, nama ini baru saya dengarkan, kata bapak supir perahu itu nama pulaunya. Nah disini saya dan Alif Bahri (KDM muda yang sudah bergabung dengan Grup KDM sejak dahulu)  berkesempatan menjajal panorama bawah lautnya, namun setelah berputar-putar di area tempat kami dilabuhkan, tak ada yang istimewa dibawah sana. 

    Pulau Landea letaknya dekat dengan Pulau Salamaq/Pulau Tangnga, ukurannya kecil, tak berpenghuni, jika dilihat sekilas suasananya yang tenang dapat menjadi daya tarik untuk sekedar menikmati tepian pulaunya yang berbatu. Dahulu terdapat sebuah bangunan gazebo milik pemerintah yang dibangun disini, namun kini tak ada lagi jejaknya yang dapat ditemukan.  Pulau ini belum jadi tujuan kunjungan untuk tamasya karena ketiadaan fasilitas. Orang-orang lebih banyak dan menyukai pesona Pulau Pasir Putih/ Pulau Gusung Toraja.

    pulau landea polewali mandar
    Pulau Landea, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Pasti ada yang bertanya bagaimana kondisi terumbu karangnya? menurut pandangan saya "not too good", masih lebih subur terumbu karang yang ada di sepanjang jalur  Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih menuju Pulau Salamaq/ Pulau Tangnga.  Dan benar saja menurut data yang dirilis Mapala Unasman yang sering berkunjung kesini, jalur Gusung Toraja-Salamaq merupakan stasiun konservasi terumbu karang.

    snorkling di pulau landea polewali mandar
    Snorkling di tepian pulau Landea, Polewali Mandar, berlatar pulau Salamaq/Pulau Tangnga (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Tapi tak mengapa, kekecewaan saya bisa terobati, pemandangan pulaunya keren, seperti Belitung versi Mini ada batuan berukuran kecil menutupi bagian tepinya, tidak sebesar yang ada di Belitung namun strukturnya mirip. Batuan serupa batu kali dengan permukaan halus langsung bersisian dengan permukaan laut. Kalau di Belitung ukuran batunya lebih besar dari manusia, namun di Pulau Landea ukurannya kecil saja.
    pulau landea polewali mandar
    KDM Muda, Askar Al Qadri yang hanya termangu diatas taksi laut (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Sementara Askar Al-Qadri hanya duduk cantik di atas perahu memandangi kami yang berenang meliuk liuk kesana kemari.

    Kontributor :
    Teks : Muhammad Putra Ardiansyah
    Foto : Muhammad Tom Andari

    ,

    Pantai Lapeo, kec. Campalagian kab. Polewali Mandar pilihan lain daerah tujuan wisata saat berkunjung ke kec. Campalagian, lokasinya tak jauh dari masjid Nurul Taubah Lapeo yang didirikan KH. Muhammad Tahir atau populer dikenal dengan gelar Imam Lapeo.

    Pantai Lapeo mudah diakses, dari depan SMU Campalagian Anda dapat mengambil jalur ke arah pesisir, jaraknya kurang lebih 1 km. dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau beroda empat, dapat pula ditempuh dengan berjalan kaki. 

    Mudah menandai jika Anda telah sampai di titik Pantai Lapeo, terdapat signboard yang akan menyambut Anda bertuliskan "Selamat Datang Welcome To Destinasi Wisata Alam Natural Destination Tourism  Pantai Baqba Toa, Desa Lapeo, kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar" Sign board yang sempat dididirkan oleh pihak Dinas Pariwisata Pemprov Sulbar. 

    Pantai ini dulunya disebut Bondeq Masing (Pasir Asin) letak administrasinya di dusun Baqbatoa karena itu disebut Pantai Baqba Toa. Karena berada diwilayah desa Lapeo maka Pantai Babatoa juga bisa disebut Pantai Lapeo.

    signboard pantai lapeo campalagian
    Signboard Pantai Lapeo, di dusun Babatoa, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Dari arah jalan poros Polewali-Majene menuju Pantai Lapeo maka Anda akan disuguhi oleh rumah-rumah penduduk khas suku Mandar, rumah panggung dari kayu, sebagian bakau, serta tambak ikan dan udang. Pemandangan yang cukup menarik dengan lapangan pandang luas di sisi kanan hingga batas desa Laliko. sementara di sisi kanan Anda dapat menyaksikan bagian desa Kenje.  

    tambak ikan di pantai lapeo
    Tambak ikan di jalur menuju Pantai Lapeo,kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Tambak nelayan di jalur menuju pantai Lapeo tak begitu produktif hanya sedikit aktivitas tangkap yang ditemukan disini, berbeda dengan tambak yang ada di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, tambak bandengnya cukup produktif.

    Ukuran jalan menuju Pantai Lapeo tidak terlalu lebar hanya dapat dilalui oleh sebuah kendaraan beroda empat dan dua kendaran beroda dua secara bersamaan. Jalur ini dibangun oleh masyarakat setempat dengan gotong royong. Belum ada jalur jalan mulus baik beton atau aspal menuju Pantai Lapeo. Bagian sisi jalan hanya ditipang dengan jejeran kayu untuk mencegah runtuhnya jalan, mirip dengan prinsip pematang tambak.

    jalur jalan menuju pantai lapeo
    Jalur jalan tanah menuju Pantai Lapeo,kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Tom Andari)

    Hal yang juga menarik dan dapat Anda saksikan di Pantai Lapeo di sekitar tambak adalah adanya kawanan burung yang berkoloni berjumlah puluhan. Bukan jenis bangau, nama lokalnya "Cappuroqdoq" atau "Tammeroqdoq"

    Kawanan burung adalah hal yang wajar Anda temukan di daerah sekitar Pantai Lapeo, kawasan pantai ini cukup menyangga keseimbangan lingkungan dengan beberapa buah pohon bakau di sisi kanan, tak jauh dari Pantai Lapeo terdapat Pantai dusun Gonda di desa Laliko, tempat hutan mangrove padat yang menjadi tempat persinggahan kelompok aves (burung). 

    burung di tambak sekitar pantai lapeo
    Kawanan burung di areal tambak di jlalur menuju pantai Lapeo, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Untuk soal fasilitas wisata Pantai Lapeo belum memiliki fasilitas yang cukup, ini hanya menjadi tempat pendaratan dan berlabuh kapal nelayan pencari ikan milik warga setempat, walaupun saat-saat tertentu pantai ini ramai oleh pengunjung yang datang menikmati pantai, bermain di pasirnya, bermain bola, berenang, atau sekedar memacu motor dengan kecepatan tinggi diatas pasirnya yang berwarna cokelat.

    Saat ini terdapat sebuah fasilitas wisata milik pribadi yang dikembangkan oleh pemuda lokal setempat, Muhammad Putra Ardiansyah,  yang diplot menjadi pilihan wisata menikmati Pantai Lapeo dengan cara berbeda dengan rencana sajian makanan dan minuman yang menemani saat meandangi pantai secara langsung.

    Kontributor :
    Foto : Muhammad Tom Andari
    Teks : Muhammad Tom Andari

    ,

    Memasuki sisi lain pulau Battoa. Sisi yang menurut saya sangat jarang di ekspos. Ini buatan Tuhan, jalan cor alami yang ujungnya tembus ke rumah warga. 

    Kalau Anda menyeberang menuju Pulau Battoa, Binuang, kab. Polman, Sulawesi Barat dari dermaga Belang-Belang di kel. Tonyaman maka untuk jalur reguler maka dapat dipastikan Anda akan merapat di dermaga kecil tepat di depan dermaga Belang-Belang. Dermaga pulau Battoa tampak dari dermaga Belang-Belang, jika menghitung jarak mungkin sekitar 1-2 km sekira 1 mil laut jauhnya. Namun mendaratlah di sisi lain pulau ini, maka Anda akan menyaksikan bentuk lain dari pesisirnya. 

    Pulau Battoa memiliki bentukan tepian pulau yang cukup unik, jika ingin melihatnya cobalah masuk dan mendarat dari arah timur, maka Anda akan menyaksikan susunan batu berukuran sedang menghampar seperti alas yang bentuknya datar, bentuk batuan ini disebut oleh orang-orang lokal sebagai "batu meappar" atau batu yang terhampar.

    sisi lain pulau battoa polewali mandar
    Bagian tepian pulau di arah Timur dengan hamparan batu yang unik (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

    Kalau berharap tepian pasir maka Anda tidak akan menemukan ini di bagian Timur pulau Battoa, hanya ada hamparan batu yang memanjang hingga ke bagian dermaga Pulau Battoa, terdapat jalur kecil di tepian yang hanya dapat diakses dengan berjalan kaki, menemukan beberapa rumah warga yang berprofesi sebagai nelayan.

    bagang di bagian timur pulau battoa polewali mandar
    Bagang nelayan di bagian timur pulau Battoa, Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

    Selain hamparan batuan datar Anda juga akan menemukan bagang sebagai media untuk menangkap ikan khas nelayan Binuang. Bagang dan perahu Bagang adalah ciri khas perairan Binuang, jika di Sulbar Anda menemukan bagang maka kemungkinan besar Anda berada di Binuang.

    pohon bakau di pulau battoa polewali mandar
    Pohon bakau di bagian timur pulau Battoa Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Bagian timur pulau Battoa juga memiliki sekelompok tanaman bakau yang menjadi sabuk pesisirnya. Ini berfungsi baik mencegah abrasi yang juga banyak mendera pulau-pulau di kecamatan Binuang.

    Kontributor :
    Foto : Muhammad Putra Ardiansyah
    Teks : Muhammad Putra Ardiansyah, Muhammad Tom Andari


    ,

    Pada umumnya wisata bahari merupakan tempat wisata yang didominasi oleh perairan dan kelautan, sehingga memberikan nilai estetika yang khas terhadap daerah yang berada di bagian hilir suatu wilayah. Misalnya saja di Kabupaten Polewali Mandar atau lebih dikenal dengan sebutan Lita’ Mandar (Tanah Mandar), dimana daerah yang berada di Provinsi Sulawesi Barat ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya terkhusus pada wilayah pesisir pantai yang menjadi salah satu karakteristik suku Mandar sejak dahulu.

    Pantai Tanjung Buku di kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Maraknya wisatawan lokal bahkan internasional yang berdatangan tiap tahunnya memberikan kesan yang logis akan keindahan Wisata bahari yang berada di Polewali Mandar. Beberapa tempat wisata bahari yang terdapat di Polewali Mandar misalnya; Pantai Binuang, Pantai Bahari, Pantai Mampie, Lapeo Beach, Gonda Mangrove Park & Pantai Palippis. 

    tanjung buku mapilli polman
    Pohon kaktus di Pantai Tanjung Buku di kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Dari sekian tempat wisata bahari yang ada, masing-masing memiliki panorama yang berbeda-beda. Ada yang menawarkan keindahan Hutan Bakau (Mangrove), ada juga yang menampilkan hamparan Pasir Putih (White Sand) di sepanjang bibir pantai serta keindahan alam bawah laut yang menakjubkan. 

    tanjung buku mapilli polewali mandar
    Kelumpang Telur di Pantai Tanjung Buku di kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Salah satu tempat wisata Bahari di Polewali Mandar yang tak kalah menarik yaitu Wisata Pantai Tanjung Buku. Wisata Pantai Tanjung Buku adalah destinasi wisata bahari yang berada di desa Buku, kec. Mapilli, Kab. Polman, Prov. Sulawesi Barat. Tempat ini tak sekedar menawarkan keindahan lautnya, tapi juga beberapa tumbuhan liar yang hidup di pinggiran Pantai Tanjung Buku seperti tumbuhan Kaktus dan pohon Kelumpang telur (Agave Angustifolia) menjadikan tempat ini memiliki ciri khas yang cukup unik.

    Kontributor :
    Teks  : Muhammad Ali
    Foto : Muhammad Putra Ardiansyah

    ,

    Beberapa hari yang lalu, kami di undang secara eksklusif oleh saudara Ayub Kai untuk berkunjung ke tempat asalnya yaitu Pantai Tanjung Buku. Pantai ini terletak di Desa Buku. Kec. Mapilli Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

    pantai tanjung buku polman
    Pantai Tanjung Buku, kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Askar Al Qadri)
    Memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi ini, dengan rute masuk via jalan di sisi kantor camat Campalagian (di depan kawasan kuliner Golla Kambu), jalur yang sama untuk menuju desa Katumbangan kec. Campalagian. Menurut informasi yang kami dapatkan ini adalah objek wisata yang sedang mati suri dengan potensi yang teronggok begitu saja.

    gazebo di pantai tanjung buku polman
    Beberapa fasilitas gazebo yang berdiri di pesisir pantai Tanjung Buku, kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri )
    Tidak jauh berbeda dengan pantai lainnya, pantai Tanjung buku ini aman untuk di kunjungi, datarannya luas, cocok untuk ngecamp (mendirikan tenda). Selain itu, ada potensi lain di sini yaitu adanya beberapa tambak, yang tentu saja dicari oleh para pehobi memancing.
    tambak di pantai tanjung buku polman
    Tambak di sekitar Pantai Tanjung Buku, kec. kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri )


    selfie di pantai tanjung buku polman
    Berfoto selfie di sekitar Pantai Tanjung Buku, kec. kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri )
    tambak di pantai tanjung buku polman
    Tambak di sekitar Pantai Tanjung Buku, kec. kec. Mapilli, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri )
    Namun sayang, kini objek wisata yang dahulu pernah disurvei oleh Dinas Pariwisata kab. Polman ini sepi pengunjung. Padahal, jika dikelola lebih serius lagi, dengan mengandalkan spot (titik wisata) yang ada, menurut pandangan pribadi saya, tempat ini bisa jadi rekomendasi wajib bagi Anda yang ingin sekedar menghabiskan waktu libur, apalagi bersama dengan keluarga, pantai Tanjung Buku bisa memuaskan Anda. 

    Kontributor :
    Teks : Askar Al Qadri

    Foto : Askar Al Qadri

    , , , ,

    Pulau Gusung Toraja, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tujuan awal trip kali ini adalah mendarat di Pulau Pasir Putih atau biasa di sebut Pulau Gusung Toraja. Pulau cantik ini terletak di selatan Pulau Tangnga (Pulau Salamaq). Tempat cantik ini kami kunjungi memenuhi undangan trip dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar) dalam kegiatan "Jelajah Gugus Pulau Tonyaman" pada tanggal 26 Desember 2016.

    Menurut kabar, kedepannya pulau ini akan lebih serius untuk dikelola menjadi objek wisata khusus oleh pemerintah. Ini dibawah kendali Dinas Pariwisata kab. Polewali Mandar, dan telah mendapat persetujuan bantuan dana yang cukup besar langsung dari pemerintah pusat.
    pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Perjalanan menuju Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Pulau Gusung Toraja dikunjungi banyak orang, dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang hanya datang, lalu pulang. Ada yang kadang menginap dan melakukan kegiatan camping untuk beberapa hari. Puncak kunjungannya adalah saat akhir pekan, dan hari libur. Tak ada sumber air tawar yang dapat ditemukan di pulau ini, karena itulah pulau ini hanya dikunjungi untuk waktu sementara, pulau ini juga tidak dihuni oleh manusia.
    menuju pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Mendokumentasi pulau-pulau disekitar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Namun sayangnya, sampah masih menjadi pusat perhatian dan masalah utama saat menginjakkan kaki di bagian pesisir dan daerah utama pulau. Sampah masih berserakan  dan tersebar mengelilingi pulau. Dari pengamatan langsung kami, kebanyakan sampah berasal dari pengunjung yang mendatangi pulau ini.
    fasilitas wisata di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sampah yang masih berserakan dengan latar rumah peristirahatan milik pemerintah di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    sign kompa dansa mandar di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sign Kompa Dansa Mandar yang pernah dipasang di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Para pengunjung, terutama wisatawan lokal, masih menjadikan dan memadati pulau ini saat akhir pekan atau pun di hari-hari libur lainnya dengan tujuan untuk rekreasi. Kunjungan yang cukup ramai menjadi penanda bahwa Pulau Pasir Putih (Gusung Toraja) telah mempunyai tempat yang khusus bagi para pengunjungnya.
    foto selfie di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Selfie dengan latar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Topografi pulau ini sangat sederhana, datar, landai tanpa bukit. Namun lebat dengan tumbuhnya beberapa tanaman perdu yang melebihi ukuran manusia dewasa, hingga layaknya hutan di pertengahan pulau.

    Kontributor : 
    Teks : Askar Al Qadri
    Gambar : Askar Al Qadri

    , , ,

    Pulau Battoa, salah satu pulau dari 7 gugusan pulau yang ada di Tonyaman, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Pulau Battoa sendiri berarti "Pulau Besar", ini  karena ukuran pulau ini adalah yang paling "jumbo" diantara 7 gugusan pulau yang ada dalam wilayah Tonyaman.

    Untuk sampai ke Pulau Battoa, kita bisa menempuh jarak dengan menggunakan perahu bercadik dengan mesin motor, masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah "taksi laut" kendaraan perahu dengan daya muat 6-8 orang. Dermaga penyeberangan Belang-belang, lokasi yang dituju untuk menyeberang ke pulau Battoa dan hanya butuh waktu sekitar 15 menit kita sudah bisa sampai di pulau Battoa. Saat akhir pekan dan hari libur ada banyak nelayan setempat yang menyediakan jasa penyeberangan ke Pulau Battoa.

    Saat sampai di pulau Battoa ada dermaga lain yang akan menyambut, dermaga berukuran kecil yang dapat disinggahi 10-15 taksi laut, dengan bentuk serupa huruf L dengan bangunan kayu berwarna hitam dan tampak sangat kuat.

    Untuk jadi tujuan wisata di akhir pekan, Pulau Battoa bisa jadi tujuan,  ada banyak sajian wisata yang bisa Anda kunjungi mulai dari wisata kuliner, kerajinan tangan, maupun wisata alam. Wisata kuliner misalnya ada pembuatan "pupuq", lauk khas orang-orang dari suku Mandar berbentuk segitiga yang terbuat dari ikan, kelapa, dan bumbu penguat rasa. Pulau Battoa memiliki kelompok ibu-ibu yang memproduksi "Pupuq" dan menyuplai kebutuhan "Pupuq" untuk wilayah kota Polewali. Pupuq ini biasanya di pasarkan di Pasar Sentral Pekkabata, Polewali Mandar. Untuk soal harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp 1.000 per bijinya, tentu saja masih terbilang murah dan tidak menguras dompet.

    Proses penggorengan Pupuq di pulau Batttoa, kec. Binung, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Lokasi pembuatan Pupuq di Pulau Battoa, Tonyaman, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Selain itu Anda juga dapat menemukan pilihan wisata berupa kerajinan tangan dari "Kaqdaro" atau (tempurung kelapa), ragam bentuk pilihan yang dapat Anda pilih mulai dari rim ikat pinggang hingga bros dengan bentuk perahu Sandeq, untuk bros bentuk sandeq dihargai Rp. 10.000 / bijinya, kualitas kerajinan tangannya juga lumayan baik. Karya penduduk lokal ini dipasarkan langsung atau dikirim ke wilayah-wilayah yang membutuhkan seperti ke kabupaten tetangga, yaitu kabupaten Mamuju.

    Untuk wisata alam, pulau Battoa menyediakan pilihan bukit tinggi dan hamparan batu cantik mempesona di sekelilingnya, serta beberapa hutan bakau. Wisata alam yang cantik di pulau Battoa salah satunya adalah hamparan batu yang tersusun rapi dan bukit bukit yang keren. Hamparan batu dengan pesisir ditumbuhi Mangrove bisa kita lihat di bagian Timur tenggara Pulau, sedangkan Bukit Pulau Battoa bisa kita akses di dari tepi menuju ke bagian tengah pulau Battoa.
    Hamparan batu dan sedikit pohon bakau yang mengelilingi pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Masih ada banyak pilihan wisata yang bisa ditemukan di pulau Battoa, khususnya untuk pilihan wisata budaya kehidupan nelayan sehari-hari, bergabung dengan kegiatan keseharian yang penuh dengan aktivitas berhubungan dengan laut, mencari ikan, kerang adalah pilihan yang dapat diambil.

    Setelah puas menikmati sajian pilihan wisata di pulau Battoa, jangan khawatir untuk bagaimana caranya pulang, Taksi laut akan menunggu Anda di dermaga pulau Battoa, ada banyak penyeberangan reguler dari dan menuju pulau ini dengan tarif Rp. 10.000 per orang untuk sekali rute penyeberangan.

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Gambar : Muhammad Tom Andari

    , ,

    Pulau Battoa, Tonyaman, Polewai Mandar. Dari luar, pulau ini mungkin hanya pulau berpenghuni yang terlihat biasa. Namun, bagi saya yang pertama kali mengunjungi dan menikmati secara langsung keindahan luar-dalam pulau yang di namai dengan sebutan Pulau Battoa atau pulau yang besar komentar saya pulau ini luar biasa. Memang pulau ini adalah yang paling besar di antara beberapa pulau yang ada dan terbentang di atas laut Polewali Mandar.  Pulau ini saya kunjungi dalam undangan trip dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar) dalam kegiatan "Jelajah Gugus Pulau Tonyaman" pada tanggal 26 Desember 2016.

    Pulau Battoa punya sebuah dermaga yang menjadi tempat berlabuh, dan keadaannya saat ini masih sangat baik, jika Anda pernah berkunjung kesini, sempatkanlah berfoto di tempat ini, sangat direkomendasikan untuk mendapatkan foto khas pulau Battoa.

    dermaga pulau battoa binuang polewali mandar
    Berlari di dermaga Pulau Battoa, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    selfie dermaga pulau battoa binuang polewali mandar
    Selfie dengan latar dermaga di pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Pulau Battoa banyak berkesan buat saya, mulai dari masyarakatnya yang ramah, infrastruktur yang cukup memadai, fasilitas listrik dan air yang terus disuplai dari daratan Polewali. Adapun fasilitas yang sempat saya lintasi dan lihat secara langsung, adalah fasilitas PAUD  (Pendidikan Anak Usia Dini) dan masjid sebagai tempat ibadah. Setidaknya ada 3 buah masjid di pulau yang padat penduduk ini. Apa yang menjadi nilai tambah kebahagiaan tersendiri bagi adalah ketika melihat keceriaan anak-anak Pulau Battoa bermain dengan riangnya.

    Berkunjung ke Pulau Battoa (Pulo Battoa), tidak lengkap rasanya jika belum mengeksplor luas pulau ini, baik dari segi infrastruktur sampai kepada sumber daya manusia nya. Salah satunya adalah melihat secara langsung proses pembuatan "Pupuq", makanan tradisional suku Mandar yang terbuat dari kelapa dan ikan sebagai bahan utamanya. Pupuq dicetak berbentuk segitiga, lalu di goreng hingga berwarna kecoklatan. Lauk gurih ini dibuat langsung oleh tangan-tangan mandiri ibu-ibu yang menetap di pulau ini. Bisa di katakan, Pulau Battoa adalah salah satu sentra pembuatan Pupuq terbesar yang ada di Polewali Mandar, menurut informasi, pupuq dari Pulau ini menyuplai kebutuhan utama di pasar Pekkabata Polewali.

    selfie pembuatan pupuq pulau battoa binuang polewali mandar
    Selfie di tengah kesibukan ibu-ibu membuat pupuq (Foto : Askar Al Qadri)
    proses pembuatan pupuq pulau battoa binuang polewali mandar
    Proses pembutan Pupuq Mandar di Pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    proses pembuatan pupuq pulau battoa polewali mandar
    Proses pembutan Pupuq Mandar di Pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

    Selain itu, jamuan dari warga pulau Battoa adalah hal yang tidak bisa saya lupakan, komplit dengan senyum, keramahan warga dan ragam kulinernya yang lezat. Saya menyempatkan diri menyantap menu makanan dengan menu kerang, ikan karang, dan ikan segar dari laut bersama salah satu keluarga nelayan di pulau ini. 

    selfie di pulau battoa polewali mandar
    Selfie dengan anak nelayan dan latar dermaga di pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Begitu secuil keindahan Pulau Battoa yang saya rasakan. Meski belum sempat menjelajahi semua keindahannya. Sebuah kesyukuran sudah bisa mengunjungi Pulau yang indah ini.

    Kontributor : 
    Teks : Askar Al Qadri
    Gambar : Askar Al Qadri


Top