Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar - Promosi Budaya, Sejarah, dan Wisata Mandar, Sulawesi Barat
Showing posts with label Sendana. Show all posts
Sendana, Wisata, Wisata Majene
Air Terjun Puttada, adalah air terjun yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene. Potensi wisata yang belum dilirik oleh banyak pengunjung ini berada di dusun Puttada Utara. Wilayah desa Puttada merupakan dataran tinggi di Sendana, memiliki jejak histori awal mula peradaban dan perkembangan kerajaan Sendana yang menjadi cikal bakal peradaban di seluruh wilayah Sendana.
![]() |
| Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Puttada sendiri mudah diakses, dari jalur lintas darat Sulawesi Barat di poros kecamatan Sendana setelah daerah desa Lallatedong jika dari kota kabupaten Majene maka Anda diharuskan berbelok ke arah kanan menuju perbukitan.
Puttada memiliki potensi air terjun yang belum banyak dilirik oleh orang-orang, nama air terjun yang sama dengan nama desa disematkan untuk air curah dengan ketinggian sekitar lebih 5 meteran ini. Jika melihat bentukan batuannya maka air terjun ini tidak berbeda jauh dengan air terjun Lembang di desa Limbua, kec. Sendana. Ada bagian batuan yang datar diatas permukaan sungai kecil dan jatuh ke dalam kolam berukuran besar. Di bagian bawah orang-orang dapat menikmati mandi di dalam kolam dengan kedalaman yang sedang. Sementara debit air cukup stabil jatuh dari aliran sungai yang ada diatasnya.
![]() |
| Air Terjun Puttada dengan kolam besar di dasar nya di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
![]() |
| Pemuda setempat yang berwisata di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Bagian dasar air terjun dengan kolam ukuran sedang adalah tempat yang paling sering dijadikan tempat berfoto dengan latar air yang sedang jatuh. Tempat yang sangat pas untuk mendapatkan efek "shower" seperti di kamar mandi hotel-hotel bintang lima, namun ini alami, air yang jatuh tak pernah berhenti dan bisa memberi efek pijatan yang menenangkan untuk permukaan kepala.
![]() |
| Berfoto di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Tingkat ketinggian air terjun yang tidak terlalu tinggi menjadikan air terjun Puttada seru untuk dijelajahi, ia juga cenderung aman untuk didatangi, tak perlu terlalu jauh memanjat ke atasnya untuk melihat aliran sungai di atasnya.
![]() |
| Berfoto di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Alaminya aliran air terjun Puttada Sendana bisa dirasakan dari kesegaran airnya saat menyentuh kaki, seperti saat sebelum sampai ke titik utama air terjun. Aliran sungai kecil yang dilalui menjadi awal penanda kesan yang didapatkan saat menuju air terjun ini.
![]() |
| Jalur menuju Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Kontributor :
Foto : Muhammad Ghalib
Teks : Muhammad Ghalib, Muhammad Tom Andari
Budaya, Majene, Sendana, Wisata
Satu yang terlintas dalam pikiran saya sebelum menuju Paminggalan, jaraknya jauh, dan iklimnya dingin. Apapun itu, perjalanan tetap dilakukan, dengan mengucap Bismillah, kami memulai perjalanan dari Somba, kota kecamatan Sendana tepat pukul 12.00 menuju Paminggalan dengan beberapa orang dari masyarakat Paminggalan yanag menunggu kami di Somba. Perjalanan ini adalah dalam rangka menghadiri kegiatan workshop pengembangan objek wisata berbasis komunitas adat yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Paminggalan.
![]() |
| Perjalanan menuju Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Persiapan menuju desa Paminggalan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Kendaraan yang digunakan menuju desa Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Paminggalan adalah wilayah terpencil di kecamatan Sendana kabupaten Majene, Sulawesi Barat masuk kedalam administrasi desa Paminggalan. Jaraknya hanya sekitar beberapa km dari batas dengan wilayah desa Kalumammang, Kecamatan Alu, kabupaten Polewali Mandar. Rute menuju Paminggalan juga sama ketika menuju desa Kalumammang, ada beberapa anak sungai kecil yang harus dilintasi tanpa menggunakan jembatan. Roda sepeda motor harus berkontak dengan dasar sungai, tak ada jembatan yang dibuat untuk melalui sungai, untuk sungai kecil mungkin tak mengapa, tetapi jik sungai besar dapat dibayangkan saat musim hujan, lalu lintas dari dan menuju desa Paminggalan mungkin akan terputus.
Saya berkendara berdua dengan seorang pemuda Paminggalan, tepat berada di belakangnya yang mengemudikan kemudi sepeda motor. Ia pemuda asli Paminggalan baru saja terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Sulawesi Barat,
keahliannya dalam mengendarai motor di perbukitan dan di dasar sungai menurut saya tidak perlu
diragukan lagi, sepertinya ia sudah hafal betul dengan semua bentuk dan letak lubang di jalan menuju Paminggalan, dan tampaknya juga rute ini ia lalui setiap hari.
Ragam tekstur jalan yang harus saya lalui menuju Paminggalan dari yang datar,
mendaki hingga menurun, dengan ragam pemandangan hijau bukit dan
lembah pedalama Sendana yang masih alami dan asri. Saat sang pemuda mellui tikungan tajam, jalur pendakian, jurang disamping kiri kanan seolah tak ia hiraukan, gas ia geber terus, sesekali dibelakangnya saya menutup
mata dan berpegangan/menarik bajunya (was was untuk menghindari
kemungkinan yang akan terjadi, entah itu terjatuh dari motor ataupun
terjun bebas ke jurang) itu yang terlintas di pikiran saya saat itu. Tapi lama-kelamaan saya sudah
mulai terbiasa, terkadang untuk beberapa detik saya tidak duduk diatas
sadel motor efek terangkat dari jok karena jalan yang rusak. Satu yang mencolok dari jalur menuju Paminggalan adalah jalur layan yang masih tak layak, masih berupa jalur jalan dengan batu-batuan yang lepas, jika pengemudi pemula maka pastilah akan kewalahan dengan sulitnya melalui jalur ini.
Sekitar 45 menit waktu yang kami habiskan untuk sampai ke desa Paminggalan dari Somba. Tak berapa lama kami disuguhkan makanan khas Mandar, orang-orang dari desa ini masih menggunakan bahasa Mandar. Kuliner yang hadir di meja
diantaranya yaitu gogos, golla kambu, manyang mammis, lameayu rakang (ubi
rebus). Golla kambu dan manyang mammis adalah dua kuliner yang mencolok dari Paminggalan, artinya kemungkinan ada stok pohon aren yang menjadi bahan baku kedua makanan dan minuman yang lezat ini. Manyang mammis adalah minuman yang diperoleh dari tandan pohon aren/enau manisnya tak perlu diragukan, jika ia diolah menjadi gula aren dan ditambahkan dengan parutan kelapa maka ia menjadi Golla kambu.
Setelah itu kami disajikan penampilan dari kelompok seni pencat silat Pakottau, seni bela diri yang juga ada dan lestari di Paminggalan, seni yang hampir ada di semua wilayah orang Mandar di Sulawesi Barat.
![]() |
| Seorang bapak pemukul gendang untuk mengiringi pertunjukan Pakkotau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Pukulan gendang untuk mengiringi pertunjukan Pakkottau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Pertunjukan Pakkottau selalu saja mendapatkan penonton yang ramai, masyarakat setenpat juga tak ketinggalan menyaksikan pertunjukan dengan iringan gendang. Pertunjukan yang biasa dihadirkan saat terdapat kenduri di masyarakat Mandar misalnya pada acara pernikahan, sunatan, atau syukuran.
![]() |
| Pertunjukan seni bela diri Pakkotau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Pertunjukan seni bela diri Pakkotau di desa Paminggalan, kecamatan Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Lalu rangkaian kunjungan kami dilanjutkan dengan Workshop Pengembangan Objek Wisata Desa
Berbasis Komunitas Adat oleh Pemerintah desa setempat bekerjasama dengan AMAN
(Aliansi Masyarakat Adat Nasional).
![]() |
| Workshop pengembangan objek wisata berbasis komunitas adat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Workshop pengembangan objek wisata berbasis komunitas adat (Foto : Indra Ariana) |
Terakhir kami bergerak menuju Air
Terjun Paminggalan, air terjun dengan bentuk unik dan struktur batu yang
menarik. Ini yang paling seru, kami melakukan perjalanan dengan treking beberapa menit hingga sampai ke titik utama air terjun.
![]() |
| Perjalanan menuju Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Ada anak sungai kecil yang kami lalui sebelum sampai ke air terjun Paminggalan. Teman-teman harus mengangkat bagian celana agar tidak basah. Ini potret keasrian dan kealamian di Paminggalan yang dapat ditemukan secara langsung.
![]() |
| Perjalanan menuju Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Keadaan sekitar Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() | |
|
![]() |
| Aliran air di Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
![]() |
| Air Terjun Paminggalan, kec. Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Indra Ariana) |
Saya menghaturkan terimakasih untuk sambutan hangat masyarakat Paminggalan Sendana, budaya dan wisata Paminggalan dapat dijadikan sebagai tujuan kunjungan saat berada di Sendana, namun masih terbatas pada wisata petualangan dan minat khusus, karena akses menuju Paminggalan yang masih sulit. Paminggalan, 17 September 2017
Kontributor :
Foto : Indra Ariana
Teks : Indra Ariana, Muhammad Tom Andari
Kuliner, Majene, Sendana
Keterampilan membuka kelapa para perempuan penjual kelapa di daerah Apoang, kecamatan Sendana kabupaten Majene patut diacungi jempol, mengapa? ya karena butuh pengalaman untuk membuka jenis buah kelapa dengan bentuk bagian atas yang terbuka rata.
Pekerjaan membuka kelapa muda banyak dilakukan oleh kaum perempuan di daerah ini, dari beberapa kali kunjungan di banyak kedai yang berdiri di sepanjang daerah Apoang mulai dari membuka kelapa hingga penyajian kelapa muda diatas meja semua dilakukan oleh perempuan. Bentuk bagian atas kelapa muda biasanya terbagi atas dua, yang dapat dipisahkan dan dapat ditutup.
Pada awalnya buah kelapa yang betul-betul muda dipotong bagian atas dan bawahnya, permukaan bawah dipotong dengan rata agar buah kelapa muda bisa duduk diatas piring. Lalu bagian atasnya dibentuk dengan rata hingga nyaman untuk mengeruk daging buah dan menjadikannya serupa mangkuk untuk menampung air kelapa dan buahnya yang dicampurkan dengan gula aren atau sirup. Perempuan Apoang Sendana cekatan membuka buah kelapa ini, hanya beberapa menit semuanya sudah tersaji dengan lengkap di atas meja kayu, tak perlu lama menunggu.
![]() |
| Seorang perempuan yang sedang membuka kelapa muda di kedai di daerah Apoang, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham) |
Soal citarasa kelapa muda di daerah Apoang, kecamatan Sendana, tidak perlu diragukan lagi, sajian dengan gula aren dan air kelapa muda dan daging buah kelapa yang benar-benar lunak saat digigit. Jika dahaga mendera saat melalui jalur Sendana yang panjang maka pejalan dapat mampir di kedai-kedai ini, sekedar untuk melepaskan dahaga sembari menikmati pemandangan laut lepas yang cantik di Apoang.
Saat pagi hari hingga sore hari Anda dapat mengunjungi kedai kelapa muda ini, saat malam hari, kedai ini banyak yang tertutup, namun masih ada beberapa kedai yang masih buka hingga malam hari, waktu terbaik mengunjungi kedai kelapa muda ini adalah saat siang hari hingga sore hari, saat siang terik waktu yang paling tepat mengatasi dahaga, dan sore hari view yang disajikan sangat menarik, terutama saat senja tampak dan matahari perlahan beranjak ke peraduannya.
![]() |
| Sajian menu kelapa muda, air kelapa, serta gula aren di kedai di daerah Apoang, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Arham) |
Jika ingin mendapatkan menu kelapa muda yang benar-benar nikmat maka berkunjunglah ke Apoang, Anda tidak akan kecewa, dari cara penyajian, cita rasa, dan pemandangan sekeliling kedai semuanya membentuk sajian yang sempurna.
Kontributor :
Foto : Arham
Foto : Arham
Teks : Muhammad Tom Andari
Kuliner, Majene, Sendana
Bagi kalian yang sedang melakukan perjalanan darat dan melewati kawasan Somba, kec. Sendana, kab. Majene jangan lupa mampir di kawasan kulinernya, tak ada salahnya jika singgah sejenak untuk mencicipi hidangan yang disebut tuing-tuing oleh warga lokal (ikan
terbang) dan Jepa (menu sari singkong yang dipanggang), tentunya dengan "pecoq-pecoq" (sambal mentah) yang tak kalah
pedasnya.
![]() |
| Menu hidangan ikan terbang (tuing-tuing) di Somba, kec. Sendana, kab. Majene (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah) |
![]() |
| Kedai/ warung ikan terbang (tuing-tuing) di Somba, kec. Sendana, kab. Majene (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah) |
![]() |
| Ikan terbang (tuing-tuing) yang sudah diasapi di Somba, kec. Sendana, kab. Majene (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah) |
Selain itu dikawasan ini hampir setiap warung dan kedai menjual cemilan/makanan ringan khas Mandar
Kontributor : Muhammad Putra Ardiansyah
Tulisan Paling Banyak Dibaca
-
Munu Beach, atau pantai Munu adalah sebuah objek wisata baru di kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang akhir - akhir ini populer di kalanga...
-
Dua batu ini menjadi saksi dan bukti sejarah lahirnya kesepakatan para leluhur kami di tanah Mandar. Di ikrarkan di wilayah kami yg kami ...
-
Sebut saja ini zi arah tradisi maritim (urgensi museum), yang saya lakukan ke kediaman sang legenda, Kapten Pahlawan Laut di Museum TNI A...
-
Kabupaten Majene baru saja memperingati hari jadinya, peristiwa tersebut dijadikan momentum bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan In...
-
Mosso, adalah desa yang letaknya di dataran tinggi kec. Balanipa, berjarak sekitar 6-7 km dari jalan poros Majene-Polewali, dapat diakses d...
-
Sulawesi Barat sebagai provinsi yang terbentuk pada tahun 2004, banyak menyimpan potensi wisata yang belum dimaksimalkan dengan baik. Objek...
-
Berbagi cerita beberapa hari yang lalu saya mengikuti kegiatan membantu tetangga "Mallele boyang" (mengangkat dan memindahkan r...
-
Pulau Tangnga (Pulau Salamaq), Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Melihat lebih dekat Pulau Tangnga (Lebih di kenal dengan pulau Sal...
-
Pengembangan wisata adalah mutlak membutuhkan fasilitas akomodasi, jika anda berada di kab. Majene provinsi Sulawesi Barat, dan ingin meman...
-
Mappakeqdeq boyang (mendirikan rumah) bersama dengan keluarga besar di Lambanan. Meakayyang adaqtaq mipasalili litaqtaq. Lambanan adalah de...
Labels
Air Terjun
Akomodasi
Alu
Anreapi
Aralle
Arsitektur
Artikel
Banggae
Banggae Timur
Batetangnga
Berita
Binuang
Budaya
Budaya Mandar
Budong-Budong
Bukit
Buku
Bulo
Campalagian
Caving
Figur
Foto
Foto Budaya
Foto Sejarah
Foto Wisata
Gasing
Goa
Gua
Hotel
Kalukku
Kalumpang
Kanang
Karya
Kecantikan
Kegiatan
Kerajaan Binuang
Komunitas
Kuliner
Limboro
Lingkungan
Literasi
Lomba
Luyo
Majene
Makam
Makassar
Malunda
Mamasa
Mambi
Mampie
Mamuju
Mamuju Tengah
Mamuju Utara
Mandar
Obje
Objek Wisata
Opini
Pamboang
Pantai
Pantai Sulbar
Pattae
Penja
Permainan Tradisional
Polewali Mandar
Rebana Mandar
Refleksi
Sandeq
Sandeq Race
Sejarah
Sendana
Seni
Senja
Situs Sejarah
Sulawesi Barat
Sungai
Sungai Mandar
Sutera Mandar
Tapalang
Tapango
Tappalang Barat
Tarian Mandar
Teater
Teluk Mandar
Tinambung
Tokoh
Trip
Tubo Sendana
Ulumanda
Video
Wisata
Wisata Majene
Wisata Mamasa
Wisata Mamuju
Wisata Mamuju Tengah
Wisata Mamuju Utara
Wisata Polewali Mandar
Wisata Polman
Wisma Penginapan
Wonomulyo

























