, , ,

    Kami bersama jernihnya aliran air sungai kecil  yang dinamai Salu Alambangan, berlatarkan hijaunya alam yang masih asri. terletak di dusun Pamboborang, Desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat. 

    salu alambangan pamboborang
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    Salu Alambangan menawarkan air sungai yang dingin dan sejuk. Jika lelah dan letih mengelilingi Pamboborang, siang atau sore harinya dapat ditutup dengan kunjungan ke tempat wisata ini

    salu alambangan pamboborang banggae
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    salu alambangan pamboborang majene
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)



    salu alambangan pamboborang banggae majene
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)



    view salu alambangan pamboborang
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    Tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung dari remaja, pemuda-pemudi sekitar wilayah sekitar desa Pamboborang. tawa lepas hilangkan sejenak beban fikiran.

    Kontributor :
    Foto : Raspan
    Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari

    , ,

    Bukit Galung Paara, desa Pamboborang, kec. Banggae, kabupaten Majene, pemain baru objek wisata yang sedang hits di Majene. Destinasi yang coba dikembangkan oleh pemuda setempat, Diantara  keunggulan objek wisata dataran tinggi ini yaitu dari puncak bukit dusun Galung Paara, Desa Pamboborang, tampak pemandangan perbukitan kec. Pamboang dan Puawang, Baruga Dhua. Walau ada banyak view  seperti ini yang dapat ditemukan di Majene, Pamboborang menggabungkan dua are pedalaman dan pesisir. Ia berada di tengah-tengah. 

    Beberapa pekan terakhir sejak dilengkapi dengan fasilitas pendukung oleh komunitas pemuda setempat, bukit ini ramai dikunjungi, terutama saat sore hari. Fasilitas ayunan, jembatan sederhana dengan jalur marka jalan menjadi tempat bagi remaja dan pemuda setempat melakukan swafoto, baik selfie atau wefie. Berikut ini adalah beberapa dokumentasi foto di bukit Galung Paara. 

    Fasilitas berfoto like dan share media sosial facebook yang disediakan oleh pengelola di bukit Galung Paara (foto : Raspan)
    Untuk skala remaja dan generasi milenial, Galung Paara menyediakan beberapa properti berfoto seperti hasil foto diatas, like dan share media sosial facebook. Bentuk promosi objek wisata secara tidak langsung yang dapat membuat Galung Paara menjadi lebih dikenal.

    View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)
    Untuk soal pemandangan bukit dan potret saat senja, Galung Paara bisa diandalkan, ketinggiannya yang berkisar beberapa mdpl , menawarkan pemandangan barisan perbukitan dengan ladang petani lokal yang dapat disaksikan dari puncak bukit. 

    Fasilitas foto jembatan dengan view latar belakang perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)
    Fasilitas landmark Youtube  di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)

    View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)
    Menurut pemuda setempat, Raspan (penggagas Sulbar creative), ini adalah  titik strategis menikmati dan menatap keindahan perkebunan dan suguhan pemandangan gugusan pegunungan Pamboang dan Puawang. Di titik ini lah, cikal bakal agrowisata di desa Pamboborang nantinya kelak akan dikembangkan. Juga ada harapan melihat peluang ditengah menggeliatnya bisnis pariwisata yang cukup menjanjikan.

    Kontributor : 
    Foto : Raspan
    Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari
     

    , , ,

    Air terjun Saluwu, nama air terjun ini, terletak didalam wilayah administrasi desa Wulai, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Mamuju Utara. Desa Wulai adalah desa yang terletak di bagian Timur Bambalamotu dan terbilang sulit untuk diakses, butuh menyeberang sungai Pasangkayu untuk sampai ke desa ini, Sungai Pasangkayu adalah sungai yang sangat lebar di Mamuju Utara dan cukup dalam serta tak pernah surut sepanjang tahun, walau musim kemarau datang.  Namun ketika menjejakkan kaki dalam wilayahnya maka Anda akan menemukan bagian desa yang secara umum tidak tertinggal. Fasilitas dan perangkat desa cukup lengkap dalam wilayahnya. 

    Wulai memiliki Air terjun Saluwu, sebagai potensi destinasi wisata petualangan, khas bagi pejalan yang menyukai alam bebas. Untuk sampai ke titik utama air terjun Saluwu cukup sulit, menurut mereka yang pernah menjejakkan kaki ke wilayahnya. Butuh nyali besar untuk sampai ke air terjun Saluwu, akses dari jalur jalan berkisar 5 km untuk sampai ke air terjun, dan kemudahan menuju lokasi utama tergantung cuaca. Jika sedang hujan maka akses bisa menjadi sulit dan waktu tempuh menjadi lama. 

    air terjun saluwu desa wulai bambalamotu mamuju utara
    Air terjun Saluwu di desa Wulai, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Mamuju Utara, provinsi Sulawesi Barat (Foto : Mardin)
    Tampak sekilas Air Terjun Saluwu masih sangat alami, jarang dijamah pengunjung, dan hanya menjadi buah bibir di masyarakat lokal atau sekitar penduduk desa Wulai. Dari desa Wulai ke batas hutan Sulawesi Tengah hanya berjarak sekitar 10 km saja, ini bagian wilayah Sulawesi Barat yang berada di bagian paling ujung.

    air terjun saluwu desa wulai bambalamotu matra
    Air terjun Saluwu di desa Wulai, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Mamuju Utara, provinsi Sulawesi Barat (Foto : Mardin)
    Wilayah desa Wulai menjadi bagian yang juga menarik untuk dijelajahi, ada ragam potret budaya yang dapat disaksikan di wilayah desanya dari potret masjid dan gereja yang berdiri hingga ketenteraman warga desa dalam menjalankan aktivitas kesehariannya dari kegiatan bertani dan berladang kelapa sawit serta beternak. 

    Kontributor :
    Foto : Mardin
    Teks : Mardin, Muhammad Tom Andari

    , , ,

    Satu lagi pesona wisata tersembunyi yang kini ditawarkan oleh kabupaten Mamuju Tengah, pecahan kabupaten Mamuju. Daerahnya yang memiliki banyak kawasan hutan dan daerah pedalaman yang masih rimbun menyajikan sajian wisata air terjun dengan debit air yang menjadi sumber aliran sungai Budong-Budong. Air terjun Lumu wisata petualangan baru bagi para penjelajah alam pedalaman, terletak di Salu Lisu, di hulu sungai Budong Budong, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, provinsi Sulawesi Barat.
    Akses menuju air terjun Lumu terbilang sangat ekstrim dan sulit diakses, jika menelusurinya sendiri niscaya Anda tak akan pernah sampai rimbunnya hutan dan tak adanya petunjuk jalan jelas menjadi penyebabnya, apalagi jika hanya dengan mengandalkan petunjuk lisan atau bahkan petunjuk tulian. Menuju air terjun Lumu mutlak dengan bantuan seorang pemandu. Seperti yang dialami seorang pemuda Mamuju Tengah Rahmien Mahrul yang pernah mencoba menelusuri air terjun ini, ia harus kembali karena tak menemukan air terjun dengan banyak tingkatan ini.  

    Air Terjun Lumu, di daerah Lumu, desa Salu Lisu, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Foto : Zulkarnain Bonja)
    Satu-satunya publikasi dokumentasi yang terbaru diperoleh dari air terjun ini adalah dari  pegawai, bakti rimbawan KPHP Budong Budong dan mahasiswa magang Kehutanan UNISMUH Makassar pada tahun 2016 lalu, seperti yang dijelaskan oleh Zulkarnain Bonja setelah menelusuri langsung dan mendokumentasikan keindahan air terjun dengan debit air yang deras ini.

    Dijelaskan lebih lanjut oleh Rezky Amalia Sari dari pihak UPTD KPH Budong-Budong yang bersama masyarakat setempat dan mahasiswa kehutanan Unismuh yang menadatangi langsung Air Terjun Lumu.  Air terjun berada di daerah Lumu, desa Salu Lisu , kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah. Akses terakhir yang bisa ditempuh sampai ke Salu Andeang menggunakan perahu, kemudian untuk sampai ke Salu Lisu harus ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 10 km jarak datar untuk sampai ke air terjun ini. 

    Gambaran umum akses ke Air Terjun Lumu adalah sangat menguras tenaga, untuk sampai ke titik utama air terjun terdapat medan terakhir yang sangat ekstrim,  karena terdapat bagian hutan rimbun padat yang harus dilalui, bahkan masyarakat setempat juga tak pernah menjamahnya, ada banyak jalinan pohon dan untaian rotan yang dilalui, dan tidak menutup kemungkinan rotan kadanag digunakan sebagai alat bantu menanjak atau ada medan yang terjal.

    Rumah kebun terakhir yang akan ditemui berjarak sekitar 2-3 km dari air terjun Lumu, pengunjung dapat menginap di lokasi ini untuk memulihkan stamina. Dari rumah sederhana ini, perjalanan dengan jalan kaki dapat ditempuh dari Salu Lisu, sore harinya akan sampai di pondok terakhir, esoknya perjalanan di lanjutkan kembali. Tak cukup menggunakan waktu sehari untuk sampai dan pulang dari Air Terjun Lumu, karena aksesnya yang sangat sulit. Namun, akses yang sulit diganjar dengan keindahan alami Air Terjun Lumu, dengan tingkatan beragam, dengan tanaman hijau tumbuh alami di sisi jatuhnya air terjun.

    Air Terjun Lumu, di daerah Lumu, desa Salu Lisu, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Foto : Rahmien Mahrul)
    Bagian bawah air terjun Lumu  amsih menyajikan pesona rangkaian lengkap dari air terjun ini, debitnya masih sangat besar degan arus yang deras. Tim KPHP Budong-Budong dan mahasiswa Unismuh serta pemandu masyarakat setempat merasakan langsung kealamian air terjun ini. 

    Air Terjun Lumu, di daerah Lumu, desa Salu Lisu, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Foto : Rezky Amalia Sari)
    Mamuju Tengah menyajikan pesona alami objek wisata, walau aksesibilitas yang menjadi syarat utama sebuah objek wisata dapat menjadi syarat untuk daya tarik wisata, namun Air Terjun Lumu dapat menjadi tujuan bagi mereka para pencinta wisata petualangan yang memiliki daya jelajah tinggi dan semangat pantang menyerah menemukan keindahan alam Mamuju Tengah.

    Kontributor :
    Teks : Rezky Amalia Sari, Rahmien Mahrul, Zulkarnain Bonja
    Foto : Rezky Amalia Sari, Rahmien Mahrul, Zulkarnain Bonja  

    , ,

    Objek wisata air terjun Sipajolangi, terletak di pelosok desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tepatnya di daerah Penanian, bagian timur Kampung Biru. Lokasinya tak jauh dari air terjun Kambellun yang memiliki sign penanda di jalur poros Binuang. Air terjun ini tak begitu terkenal, namun yang membuatnya istimewa adalah ia menjadi tempat mandi bagi raja pertama Binuang yang bernama Sipajolangi. Konon di lokasi ini menjadi tempat Sipjolangi dimandikan oleh kakeknya dan jejak batu tempat duduk Sipajolangi masih dapat ditemukan tak jauh dari lokasi air terjun.

    air terjun sipajolangi binuang polewali mandar
    Air Terjun Sipajolangi di Penanian, desa Batetangnga, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Adnan Syaifullah)
    Siapa Sipajolangi ? Sippajolangi, adalah Raja Binuang pertama dari suku Pattae. Saat ia menjadi Raja, Ibukota kerajaan dipindahkan dari daerah Ammassangan ke Binuang. Maka disebut Kerajaan Binuang. Anak perempuan Sippajolangi bernama I We Tenripada menikah dengan Abdurrahim Kamaluddin, Tosalamaq di Binuang. Tokoh yang pertama kali membawa ajaran Islam ke wilayah kerajaan Balanipa dan makamnya kini dapat ditemukan di Pulau Tangnga atau Pulau Salamaq di wilayah kepulauan Binuang dalam wilayah administrasi kelurahan Amassangan.
     
    Untuk menuju air terjun Sipajolangi Anda dapat melalui jalur utama menuju desa Batetangnga di sekitar kawasan kedai buah-buahan di kec. Binuang, jalur poros utama menuju kab. Pinrang. Setelah melalui objek wisata Rawa Bangun dalam waktu tempuh 5 menit dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi utama air terjun sekitar 15 menit. 

    Kontributor :
    Teks : Muhammad Adnan Syaifullah, Rajab Ashari
    Foto : Muhammad Adnan Syaifullah

    , ,

    Suka dengan sunset (matahari terbenam)? jika iya dan Anda berada di Mamuju, Sulawesi Barat mengapa tak berkunjung ke Pantai Tappandulu, di desa Tappandulu, kec. Simboro, kab. Mamuju, Sulawesi Barat. Pantai yang cukup panjang dengan struktur pasir mendekati putih ini mudah diakses dari kota kabupaten Mamuju.

    Hal yang paling menarik di pantai Tappandulu dan dapat Anda nikmati setiap sore adalah pemandangan sunsetnya, pandangan langsung sang surya yang hilang di garis horizon laut sajian yang sangat apik. 

    sunset pantai tappandulu mamuju
    View sunset yang indah di Pantai Tappandulu, kec. Simboro, kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Zulkifli Zain)
    Jika ingin lebih menikmati dan mendalami warna sunset yang perlahan berubah dari merah jingga maka menginaplah di pesisir pantai, ada pilihan membawa dan mendirikan tenda di bibir pantai bagi para pengunjung.

    sunset di pantai tappandulu mamuju
    View sunset yang indah di Pantai Tappandulu, kec. Simboro, kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Zulkifli Zain)

    Kontributor :
    Teks : Muhammad Tom Andari
    Foto : Zulkifli Zain


    , ,

    Sarambu Tai Bai atau air terjun Tai Bai terletak di dusun Marende desa Kaleok, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Air terjun Tai Bai juga biasa dikenal dengan nama air terjun kembar.

    Untuk akses ke air terjun ini bisa dibilang cukup mudah, tetapi ketika sudah hampir sampai di air terjun Anda harus melewati jalanan yang agak kecil dan menanjak. Perjalanan ke air terjun ini, dari arah kota Polewali, bisa memakan waktu kuarang lebih 25 menit. Setelah pos polisi Mirring, Anda bisa belok ke arah kiri ( dari arah kota Polewali ) yakni menuju ke desa Amola - Tanete. Sepanjang jalan Anda bisa bertanya kepada penduduk setempat tentang letak air terjun.

    air terjun tai bai binuang polman
    Air terjun Tai Bai di desa Amola, kec. Binuang, kab. Paolewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Alif Bahri)
    Sesampai di tempat dimana kita memakirkan motor, Anda akan berjalan sepanjang 1 km melewati kebun kakao dan hutan, tetapi hati hati, jangan sampai Anda tersesat, tetaplah mengikuti rute jalan yang benar. Setelah melewati kebun kakao, akan ada 2 jalur terpisah yakni kiri dan kanan, jangan sampai Anda terkecoh karna ada suara sungai yang mengarah ke bawah ( jalur kanan ), Anda harus memilih jalur kanan yang agak menanjak. Lebih amannya Anda harus tetap bertanya tanya kepada penduduk setempat.

    Sesampai di air terjun, anda akan disuguhkan pemandangan air terjun kurang lebih 30 meter, serta tebing tebing batu yang menjulang tinggi, juga udara yang sejuk serta dinginnya percikan percikan air terjun.
    *nb : lebih amannya anda harus tetap bertanya kepada penduduk setempat ataau mencari pemandu menuju lokasi air terjun

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Foto : Alif Bahri

    , ,

    Pulau Landea, pulau ini relatif kecil dan terdiri atas dua bukit yang ketika laut pasang, air akan masuk membelah atau memisahkan dua bukit tadi. Sehingga ada yang menghitung bahwa Landea terdiri atas dua pulau. Dalam hal ini kami hanya mencatat fenomenanya saja bahwa terdapat dua pulau di sini pada situasi tertentu. 

    Kami sempat mengitari Pulau Landea dan pada sisi tertentu kita dapat melihat "batu mingnganga". Secara pribadi saya mengagumi pulau ini. Kalau pantai Majene identik dengan tebing dan karang- eksotiknya, maka kecantikan Pulau Landea terletak pada bebatuan hidup - menyerupai batu sungai, yang mengitarinya.

    Menurut selera saya, ini sangat keren. Sayangnya, bila dibandingkan Pulau Karamasang dan Pulau Gusung Toraja yang luas areal pantainya, maka di pantai Landea sangat sempit dan berupa bebatuan yang tidak memungkinkan orang banyak bersantai di sana. Bebatuan di bibir pantainya hanya sekian meter ke dalam dan langsung berhadapan dengan bukit. Tapi bebatuannya sangat eksotik dan terdapat pohon yang entah apa namanya tumbuh di antara bebatuan menambah keindahan.

    pohon di pulau landea polman
    Pohon di Pulau Landea, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ibnu Masyis, 2014)
    Seperti dijelaskan mantan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar Drs. Darwin Badaruddin, yang saat ini menjabat sebagai Asisten II Bupati Polman Bidang Pembangunan dan Ekonomi.  Bahwa penuturan beberapa warga lokal di Desa Tonyaman, Pulau Dea-dea (tetangga Landea) disebut demikian karena di Pulau ini ditumbuhi alang-alang (dea-dea), sedang Pulau Landea tidak ditumbuhi alang-alang. (seperti ada pengaruh bahasa Arab "La" yang berarti tidak).

    Sedang Pulau Dea-dea disebut juga Pulau Kucing karena di pulau ini terdapat banyak kucing, mungkin karena pulau ini dijadikan sebagai tempat pembuangan kucing bagi warga di sekitar pulau ini. Penyebutan nama Pulau kucing ini berawal dari kunjungan Praktik Pariwisata oleh siswa SMK Negeri 1 Polewali dari Program keahlian Usaha Jasa Pariwisata (sekitar tahun 2003), sayangnya jurusan dimaksud saat ini sudah ditutup. Dari aspek Tourism (wisata) sepertinya Brand "Pulau kucing" ini lebih menarik, apalagi bila ditindak lanjuti dengan budi daya berbagai spesies kucing. 

    Kontributor :
    Teks : Ibnu Masyis
    Foto : Ibnu Masyis

    , ,

    Air Terjun Kadinginan, terletak di desa Kaleok, kec.Binuang, kab. Polewali Mandar. Objek wisata yang mungkin belum dikenal banyak orang, akses menuju air terjun yang cukup sulit menjadikannya jarang dikunjungi orang. Letaknya di pedalaman Binuang, dahulu wilayah desa ini masuk kedalam wilayah desa Batetangnga, namun setelah dimekarkan, wilayah Kaleok, menjadi desa Kaleok sendiri. 

    Air terjun Kadinginan berjarak sekitar 13 km dari jalan poros Polewali-Pinrang dengan jalur masuk via jalur menuju desa Amola. Setelah pos polisi Mirring dari arah kota Polewali menuju ke Pinrang terdapat jalur ke kiri, menuju Amola, dari jalur itu Anda dapat mendapati Air Terjun Kadinginan.

    air terjun kadinginan
    Air Terjun Kadinginan, desa Kaleok, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Alif Bahri)
    Air terjun ini segar, dengan kondisi alam yang masih asri dan terjaga, sedikit didatangi oleh wisatawan lokal, kadang-kadang hanya dikunjungi oleh kelompok pecinta alam, warga sekitar desa, atau pendatang dari luar pencari air terjun. 

    Sama seperti air terjun umumnya di Sulawesi Barat, Kadinginan bergantung pada musim, saat kemarau, debit airnya kecil, namun saat musim hujan maka debit airnya akan semakin besar. Namun saat kemarau masih lebih banyak debit air dibandingkan dengan beberapa air terjun di kab. Majene.

    signboard air terjun kadinginan polewali mandar
    Signboard petunjuk Air Tejun Kadinginan, desa Kaleok, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (foto : Alif Bahri)
    Saat sebelum sampai di titik air terjun Anda akan disambut dengan signboard penanda jalur masuk menuju Air Terjun, dibuat oleh mahasiswa KKN Unasman, dan dari sini Anda harus berjalan sepanjang 2 km untuk sampai di titik utama air terjun.

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Foto : Alif Bahri

    , ,

    Terdapat beberapa tawaran untuk tempat rekreasi di Polewali Mandar. Ada yang masih mempertahankan bentuk aslinya seperti wisata pantai, ada juga yang kreasi manusia wisata buah, waterboom. Namun ada pula yang memadukan keduanya. Termasuk tempat wisata “Salu Pajaan” yang terletak jauh di dalam rimbun hutan Desa Batetangnga, kecamatan Binuang, sekitar 5 km sebelah kiri jalan trans Sulawesi Polewali.

    aliran sungai sumber air objek wisata salu pajaan
    Aliran sungai sumber air di Salu Pajaan, Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    permandian alam salu pajaan polewali mandar
    Daftar Tarif masuk ke objek wisata permandian alam Salu Pajaan, Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    Terdapat sebuah aliran sungai yang dikelola menjadi tempat rekreasi. Di kelilingi oleh pohon durian, langsat, perpaduan aroma daun pohon nira dengan gemericik air sungai yang saling bertubrukan, suara serangga hutan yang kian bersahutan semakin menambah khidmatnya perjalanan Anda untuk kembali menyapa diri di balik kepekatan rutinitas.
    aliran sungai Salu Pajaan Polewali Mandar
    Aliran sungai sumber air di Salu Pajaan, Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    Pohonn Nira di Objek wisata permandian alam Salu Pajaan, Binuang, Kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammd Qasim)
    Fasilitas yang ditawarkan objek wisata Salu Pajaan adalah terdapat beberapa gazebo dengan beragam tarif, ukuran sesuai dengan jumlah rombongan, lahan parkir yang rindang, tempat ganti pakaian, kolam mandi sebanyak tiga buah, satu untuk dewasa, dua lagi untuk anak-anak, mushalla, alat pembakaran ikan, dan ada juga kafe mini untuk menyeduh kopi dan berbagai snack ringan. Ada beberapa hal yang membuat tempat ini patut untuk didatangi.
    Kolam renang, fasilitas di objek wisata Salu Pajaan, Polewali Mandar (foto : Muhammad Qasim)
    fasilitas gazebo salu pajaan polewali Mandar
    Gazebo, fasilitas di objek wisata Salu Pajaan, Polewali Mandar (foto : Muhammad Qasim)
    fasilitas objek wisata salu pajaan polewali mandar
    Kolam renang, fasilitas di objek wisata Salu Pajaan, Polewali Mandar (foto : Muhammad Qasim)
    lahan parkir di objek wisata salu pajaan kab. polman
    Lahan parkir di Salu Pajaan, Kab. Polewai Mandar
    1. Pilihan untuk mandi sekeluarga dapat menyesuaikan anak-anak atau dewasa. Dapat mandi di kolam yang telah disediakan pengelola dan pertukaran airnya terus menerus, atau langsung ke sungai yang airnya dingin dan menyembur menelusuri bebatuan, 

    Segarnya air sungai di Salu Pajaan, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Qasim)
    2. Kamar mandi ditempat ini bersih tidak ada “aroma lain” atau pemandangan yang tidak bersahabat,

    3. Sampah utamanya tulang belulang ikan bakar, nasi bungkus, bekas air gelas, semuanya diakomodir dengan hadirnya ember sampah pas depan gazebo, ada pula unggas, ayam yang berkeliaran dan menanti cercahan konsumsi pengunjung. Semoga pengelola ditempat ini tetap meningkatkan layanan, kenyamanan dan keamanan pengunjung dan paling utama selain tempat melepas wisata, namun menjadi sarana edukasi tentang pemanfaatan lingkungan dan bagaimana menjaga lingkungan, kunjungi dan jadilah saksi.

    Kontributor :
    Gambar : Muhammad Qasim
    Teks : Muhammad Qasim

    , , , ,


    Tak bisa dipungkiri bahwa sebagian wilayah Indonesia berupa lautan,  tak heran jika banyak daerah wisata yang menawarkan  keindahan laut. Indonesia salah satu tempat wisata yang menawarkan pesona laut, diantaranya taman laut Gonda, taman ini memang belum dikenal tetapi salah satu komunitas yang menamakan diri '' SAHABAT PESISIR '' sudah mulai mempublikasikan ke berbagai media.
    Ikan dan terumbu karang di dasar laut dusun Gonda, Campalagian, Polewali Mandar
    Ikan dan terumbu karang di dasar laut dusun Gonda, Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Ashari Sarmedi)
    Pohon bakau di dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polman
    Pohon bakau di dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polman (Foto : Anors Sas)
    Wisatawan lokal saat akan menelusuri keindahan bawah laut Gonda
    Wisatawan lokal saat akan menelusuri keindahan bawah laut Gonda (Foto : Anors Sas)
    Wisatawan lokal sesaat sebelum snorkling di laut Gonda, Campalagian
    Wisatawan lokal sesaat sebelum snorkling di laut Gonda, Campalagian (Foto : Anors Sas)
    Sebagai tempat liburan dan rekreasi, tempat ini tidak hanya memiliki taman laut yang indah tetapi hutan mangrovenya juga sangat menarik perhatian untuk ditelurusi.Perahu Mini Sandeq pun siap mengantar anda untuk menelusuri pesisir Gonda.  Taman laut Gonda memiliki beberapa titik penyelaman dengan kedalaman yang berbeda-beda, beberapa diantaranya menjadi favorite penyelam karena alam bawah laut yang sangat eksotik dengan ikan nemo yang bervariasi.


    Kontributor : Anors Sas





    , , , ,

    Dalam kurun waktu beberapa bulan ini komunitas "Sahabat Pesisir" menggalakan program rehabilitas bakau di dusun Gonda desa Laliko kec. Campalagian, banyak perkembangan yang bisa dirasakan dan dilihat mulai dari terjaganya hutan mangrove dengan dilakukan penanaman bakau, peningkatan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya kebersihan pesisir pantai, dan bertambahnya kunjungan pelancong lokal.

    Gonda menawarkan keindahan bawah laut yang mempunyai berbagai jenis karang karang dan ikan ikan yang cantik, apalagi jenis ikan Nemo (ikan badut/ ikan giru/clown fish) yang sangat diburu oleh pecinta hobi snorkling dan diving.

    Hutan bakau Gonda di kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar
    Hutan bakau Gonda di kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Wisatawan lokal yang mengunjungi dusun Gonda, kec. Campalagian
    Wisatawan lokal yang mengunjungi dusun Gonda, kec. Campalagian (Foto : Gunawan Apriatno)
    Rumah pohon di dusun Gonda yang didirikan oleh Sahabat Pesisir dan Kompa Dansa Mandar
    Rumah pohon di dusun Gonda yang didirikan oleh Sahabat Pesisir dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Pengunjung yang berwisata di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar
    Pengunjung yang berwisata di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Pengunjung yang sedang menikmati liburan di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar
    Pengunjung yang sedang menikmati liburan di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Di Gonda, kita juga bisa menikmati keindahan pesisir  dengan bersantai di pinggir pantai karena ada beberapa rumah pohon yang telah dibuat oleh komunitas Sahabat Pesisir bekerjasama dengan Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar), disini kita bisa bersantai di hamparan pasir, tak jauh dari lokasi perahu-perahu nelayan yang sedang ditambatkan.

    Selain masyarakat dari luar kecamatan Campalagian yang berkunjung ke pantai Gonda beberapa minggu lalu masyarakat Gonda sendiri mulai datang berkunjung,  tadinya mereka hanya melintasi Gonda untuk aktivitas melaut namun saat ini penduduk setempat datang untuk refreshing menikmati pesona pesisir pantai gonda dengan bermain sampan (lepa-lepa).

    Kontributor : Gunawan Apriatno


    , , ,

    Objek wisata alam di kecamatan Tapalang Mamuju, belum banyak diejalajahi lebih jauh, jika anda ingin menelusurinya, maka pemandian Salassang Mettiallo bisa jadi salah satu pilihan menarik. Permandian alam yang masih jarang diketahui dan dikunjungi ini lebih mirip aliran sungai dengan kemiringan sekitar 25-30 derajat. Terletak di desa Taan, kecamatan Tapalang, kabupaten Mamuju, provinsi Sulawesi Barat. Taan, adalah salah satu desa yang berada dalam kecamatan Tapalang yang masih sedikit dikenali oleh orang-orang, terutama untuk wilayah Sulawesi Barat.

    Untuk menuju permandian yang hijau dan masih segar ini dari jalur trans Suawesi Barat anda dapat mengarahkan tujuan ke arah pedalaman Tapalang, Jaraknya dekat, hanya butuh waktu 30 menit berjalan kaki.

    Permandian Salassang Mettiallo di desa Taan, Tapalang, Mamuju
    Permandian Salassang Mettiallo di desa Taan, Tapalang, Mamuju (Foto : Heriadi Darwis)
    Bentukan topografi lebih mirip dengan Air terjun Leqbeng di kecamatan Kalukku,Mamuju, atau sebagian kawasan Air Terjun Indo Rannuang. Ada kemiringan yang tidak terlalu ekstrim dengan aliran air yang terus mengalir dari bagian atas permandian. Jika ingin disebut air terjun, maka tidak akan tepat, karena ia mengalir tak tercurah (jatuh) melainkan hanya mengikuti permukaan batuan yang lebih rendah dibawahnya.

    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang
    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang (Foto : Heriadi Darwis)
    Permandian Salasang Mettiallo memiliki struktur batuan keras berwarna hitam yang tidak licin dengan air yang sangat dingin serta segar, saat musim penghujan debit airnya bisa sangat besar, karena efek hujan yang meningkatkan jumlah air yang mengalir dari arah hulu, saat musim kemarau debit air akan berkurang, namun anda masih menikmati wisata air disini, karena di beberapa titik permandian yang panjang ada beberapa kawasan dimana aliran air seolah berkumpul sehingga menimbulkan debit yang seolah besar. 

    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat
    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Heriadi Darwis)
    Keadaan sekitar permandian alam yang rimbun dan masih hijau dengan tumbuhan perdu bisa saja menambah kehangatan dan kesejukan menikmati wisata air disini. Anda akan betah berjam-jam di tempat ini untuk sekedar menikmati aliran airnya yang dingin dan tak pernah berhenti mengalir.

    Satu yang harus diperhatikan saat menikmati wisata air di permandian alam Tapalaang ini adalah sebaiknya anda memperhatikan faktor kesematan, walaupun kemiringannya tidak terlalu ekstrim namun semua permukaan batu yang keras dan solid bisa saja membuat anda terancam menderita luka saat jatuh. Karena itu faktor keselamatan harus diperhatikan.

    Kontributor : Heriadi Darwis

    , , , ,

    Saya memulai petualangan menjejaki bagian Kali Mamuju akhir pekan ini, bersama dengan beberapa rekan untuk menelusuri bagian hulu sungai Soqdo, sedikit lebih kedalam bagian sungai. Kami menelusuri bagian sungai dan bergerak ke arah hulu ke satu titik yang juga menarik untuk didatangi. 
    hulu sungai soqdo kali mamuju sulawesi barat
    Bagian hulu sungai soqdo kali mamuju sulawesi barat (Foto : Fahmir Ahmad)
     Bagian sungai ini adalah sisi lain dari sungai so'do, orang orang biasa menyebutnya Kali Mamuju, tempat ini berada sekitar kurang lebih 300 meter dari tempat yang sering dipadati oleh masyarakat. Akses jalan menuju bagian sungai Sodo ini terbilang cukup baik, dapat ditempuh dengan berjalan kaki, butuh beberapa menit untuk melakukan trekking, tentunya ke arah bagian pedalaman (hulu). Ada bagian hutan, kebun kakao, dan pohon durian yang akan kita lalui saat menuju bagian sungai Sodo ini.

    bagian hulu sungai soqdo kali mamuju
    Bagian hulu sungai Soqdo atau Kali Mamuju (Foto : Fahmira Ahmad)
    bagian hulu sungai soqdo kali mamuju sulbar
    Bagian hulu sungai soqdo, Kali Mamuju, Sulbar (Foto : Fahmira Ahmad) 
    Keadaannya sepi pengunjung, namun memiliki suasana yang sejuk. Bagian hulu sungai ini memiliki lokasi  untuk untuk berenang yang cukup luas, namun pada bagian sungai yang terletak ditengah tampak jelas kedalamannya, bagian tepinya masih cukup dangkal, dan tentu saja aman untuk jadi tempat mandi dan bermain air yang seru. 
    Bagian hulu sungai Soqdo dengan batu kali di tepiannya
    Bagian hulu sungai Soqdo dengan batu kali di tepiannya (Foto : Fahmira Ahmad)
    Ada yang menarik disini, saya sempat menemukan beberapa jenis kupu-kupu yang cantik, tapi karena keterbatasan kamera saya untuk memperbesar gambar saya tak bisa mengambil potretnya yang detail dan dari jarak dekat, yang jelas ini penanda kalau keadaan vegetasi sekitar sungai masih terjaga dan alami. Hari ini saya menutup pekan ketiga Februari dengan berkunjung ke tempat baru ini, semoga nanti saya bisa berkunjung lagi. 

    Kontributor : Fahmira Ahmad

    , , , ,

    Buttu Cinta, salah satu spot wisata yang banyak di kunjungi oleh pemuda khususnya masyarakat Petoosang.  Buttu ini terletak di kelurahan Petoosang, kecamatan Alu, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat, daerah pedalaman Polman yang berjarak sekitar  10 km dari kota kecamatan Tinambung atau arah jalan poros Polman-Majene. 

    pemandangan dari bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar
    Pmandangan dari bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

     Bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar
     Bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Dari  bukit kecil (buttu Cinta) ini kita dapat melihat daerah pemukiman penduduk Petoosang yang diliputi oleh pepohonan hijau, sangat indah dipandang mata, bentuk peradaban manusia ditengah-tengah sinergi alam. Kampung kecil Petoosang, memiliki view bukit yang mempesona, daerah ini layaknya dipeluk oleh gunung kecil, seolah dilindungi, lalu di sisi kejauhan meliuk aliran sungai yang populer dengan nama sungai Mandar, kumpulan beberapa aliran anak sungai yang berasal dari hulu sungai-sungai kecil di pedalaman kec. Alu. Lagi-lagi pesona Petoosang, Sulawesi Barat membuat saya harus menggeleng-gelengkan kepala.  

    Kontributor : Muhammad Putra Ardiansyah

    , , , , ,

    Hari ke 3 di Sulawesi Barat, kali ini saya mengunjungi Pantai yang selama ini hanya bisa saya lihat di foto
    Yah, Pantai Dato' kabupaten Majene masuk dalam daftar tempat yang wajib saya kunjungi setelah hutan bakau di dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian. Saya merasa rugi selama 20 tahun tak pernah main ke pantai yang indah ini.

    pesisir pantai dato majene yang berpasir putih
    Pesisir pantai dato Majene yang berpasir putih (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

    tebing karang di pantai dato majene sulawesi barat
    Tebing karang di pantai Dato, Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

    Pantai ini pernah di liput oleh stasiun TV di Makassar, Sulawesi Selatan "FAJAR TV". Menurut informasi tanah di sekitar pantai  masih milik warga setempat, pemerintah daerah kabupaten Majene kabarnya  pernah bernegoisasi dengan warga untuk merevitalisasi pantai ini, tapi hasilnya nihil, kini sepi dari kunjungan dan bisa dikatakan tak dimanfaatkan. Sangat disayangkan, padahal potensinya cukup baik, pesisir pantainya indah, dan saya sempat snorkling disini, airnya jernih dan karang besarnya banyak.

    Di perairan pantai Dato jika sempat snorkling, jika beruntung kita bisa bertemu dengan penyu, makhluk purba yang menyukai daerah perairan Pantai Dato, lalu menurut informasi seorang petualang Uwais Al Qarni" yang pernah menjelajahi Dato hingga Barane ada 'Whale Shark' (Hiu Paus) yang hidup di sekitar perairan ini. 

    Kontributor : Muhammad Putra Ardiansyah 


Top