, ,

    Beberapa tahun terakhir ini, Kabupaten Polewali Mandar diramaikan gerakan-gerakan pengembangan di sektor pariwisata. Banyaknya objek wisata yang bermunculan menjadi bukti adanya usaha yang terus dilakukan para pemuda daerah bersinergi dengan pihak pemerintah setempat untuk memajukan daerah melalui potensi sumber daya alam yang tersedia yang kemudian di dukung oleh potensi sumber daya manusianya. Inilah yang sementara dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Buttu Karamasang. 

    Objek wisata alam Buttu Karamasang terletak di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. Arfha selaku humas Pokdarwis sekaligus pemilik lahan dari Buttu Karamasang mengatakan, "sejauh ini, kami telah menyediakan fasilitas berupa gazebo dan perahu sebagai transportasi menuju pulau karamasang atau bagi yang minat mancing kami juga siapkan jasa perahu. Selain itu, sekarang kami juga dalam proses pengadaan Kafe dan Restoran di dermaga penyeberangan menuju Buttu Karamasang. Jadi, nantinya bagi pengunjung yang ingin ke Pulau karamasang, maka dari kami pengelola akan menyediakan paket makanan dan minuman sebelum berangkat atau pulang dari pulau karamasang". 

    objek wisata buttu karamasang polewali
    Bagian dari objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    kafe dan resto objek wisata buttu karamasang polewali
    Kafe dan Restoran yang sedang dalam tahap pembangunan di objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    tepi objek wisata buttu karamasang polewali
    Bagian  tepian objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) 

    Tak hanya itu, dalam perjalanan menuju buttu karamasang (Pulau karamasang), kita dapat menikmati panorama hutan mangrove yang lebat disepanjang pesisir kecamatan Binuang serta keindahan underwater yang beragam seperti bintang laut, bulu babi, terumbu karang dan beberapa biota laut lainnya. Tiba waktu nya dipuncak buttu karamasang, maka disinilah bagi kalian yang berkunjung akan mengatakan "Sungguh nikmat Tuhan manalagi yang kita dustakan". 

    objek wisata buttu karamasang polewali mandar
    Bagian puncak objek wisata Buttu Karamasang berlatar lautan di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    perahu dari dan menuju objek wisata buttu karamasang polewali mandar
    Perahu dari dan menuju objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    objek wisata buttu karamasang polman
    Objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha)

    Sejauh ini, pendanaan yang digunakan dalam pengembangan objek wisata buttu karamasang merupakan modal pribadi. Sebagai motivasi, Kami ingin megenalkan kepada masyarakat sulawesi barat terkhusus Polewali Mandar bahwa banyak tempat di daerah kita ini yang bisa dijadikan objek wisata, tergantung kita sebagai masyarakat ingin mengelolanya seperti apa, ujar Arfha selaku humas Pokdarwis yang baru dilegalkan kurang lebih satu bulan itu. Penasaran?? Silahkan berkunjung ke objek wisata Alam Buttu Karamasang.

    Kontributor : 
    Teks : Ayub 
    Foto : Arfha

    , , ,

    Semangat baru ada di KDM Muda, generasi baru di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar), tepatnya tanggal 28 Desember 2016 kami mengikuti kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center, kecamatan Binuang, kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Kab. Polewali Mandar, Komunitas Mangrove Mampie, dan Komunitas Anak Lontara (Altar).  Ada puluhan orang yang tergabung dalam kegiatan ini, sepenuhnya didukung oleh elemen pemerintah, termasuk beberapa orang-orang militer, tentara dan polisi turut melakukan kegiatan penanaman.
    KDM Muda yang hadir dalam kegiatan penanaman bakau dengan batang bakau yang siap ditancapkan ke lumpur (Foto : Putra Ardiansyah)
    Lokasi penanaman bakau tidak jauh dari dermaga bakau di belakang pos polisi kehutanan Binuang dan kantor kepolisian sektor Binuang, spot yang menarik disinggahi untuk latar foto selfie atau wefie. 

    Sebelum kegiatan penanaman arahan diberikan oleh dinas Kehutanan Polewali Mandar mengenai daerah yang akan ditanami bakau beserta penjelasan sekilas tujuan kegiatan ini dilakukan. 
    Arahan dan briefing sebelum kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Arahan dan briefing sebelum kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Pihak militer (tentara dan polisi) yang turut membantu dalam kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)  
    Peserta penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)  
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)

    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)

    Askar Al Qadri, KDM Muda yang hadir dalam penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Badge Kompa Dansa Mandar yang dibentangkan di sela-sela penanaman mangrove (Foto : Putra Ardiansyah)

    Ada yang menarik, kutipan "satu mangrove sejuta manfaat, bukan satu mangrove sejuta selfie" karena kadang-kadang saat penanaman lebih banyak foto yang diambil ketimbang bakau yang ditanam. Namun kata-kata itu tidak terbukti, ada labih banyak bakau yang berhasil ditancapkan.

    Kata salah seorang rekan KDM Muda yang turut melakukan penanaman, Askar Al-Qadri, pemuda energik dari Rea "jangan diam, malu sama anak cucu kita nantinya"

    Kontributor :
    Gambar : Putra Ardiansyah
    Teks : Muhammad Tom Andari

    , , , ,

    Pulau Gusung Toraja, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tujuan awal trip kali ini adalah mendarat di Pulau Pasir Putih atau biasa di sebut Pulau Gusung Toraja. Pulau cantik ini terletak di selatan Pulau Tangnga (Pulau Salamaq). Tempat cantik ini kami kunjungi memenuhi undangan trip dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar) dalam kegiatan "Jelajah Gugus Pulau Tonyaman" pada tanggal 26 Desember 2016.

    Menurut kabar, kedepannya pulau ini akan lebih serius untuk dikelola menjadi objek wisata khusus oleh pemerintah. Ini dibawah kendali Dinas Pariwisata kab. Polewali Mandar, dan telah mendapat persetujuan bantuan dana yang cukup besar langsung dari pemerintah pusat.
    pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Perjalanan menuju Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Pulau Gusung Toraja dikunjungi banyak orang, dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang hanya datang, lalu pulang. Ada yang kadang menginap dan melakukan kegiatan camping untuk beberapa hari. Puncak kunjungannya adalah saat akhir pekan, dan hari libur. Tak ada sumber air tawar yang dapat ditemukan di pulau ini, karena itulah pulau ini hanya dikunjungi untuk waktu sementara, pulau ini juga tidak dihuni oleh manusia.
    menuju pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Mendokumentasi pulau-pulau disekitar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Namun sayangnya, sampah masih menjadi pusat perhatian dan masalah utama saat menginjakkan kaki di bagian pesisir dan daerah utama pulau. Sampah masih berserakan  dan tersebar mengelilingi pulau. Dari pengamatan langsung kami, kebanyakan sampah berasal dari pengunjung yang mendatangi pulau ini.
    fasilitas wisata di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sampah yang masih berserakan dengan latar rumah peristirahatan milik pemerintah di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    sign kompa dansa mandar di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sign Kompa Dansa Mandar yang pernah dipasang di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Para pengunjung, terutama wisatawan lokal, masih menjadikan dan memadati pulau ini saat akhir pekan atau pun di hari-hari libur lainnya dengan tujuan untuk rekreasi. Kunjungan yang cukup ramai menjadi penanda bahwa Pulau Pasir Putih (Gusung Toraja) telah mempunyai tempat yang khusus bagi para pengunjungnya.
    foto selfie di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Selfie dengan latar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Topografi pulau ini sangat sederhana, datar, landai tanpa bukit. Namun lebat dengan tumbuhnya beberapa tanaman perdu yang melebihi ukuran manusia dewasa, hingga layaknya hutan di pertengahan pulau.

    Kontributor : 
    Teks : Askar Al Qadri
    Gambar : Askar Al Qadri

    , , , ,

    "Pakkottau/Paqmaccaq"
    Kottau dan Maccaq adalah seni beladiri yang dapat ditemukan di wilayah Mandar, Sulawesi Barat, merupakan seni untuk mempertahankan diri yang dipertunjukkan untuk tujuan menghibur, biasanya dapat kita  lihat dalam acara syukuran , khataman, akikahan, dan acara pernikahan. Ini adalah seni pertarungan dan duel antara dua orang yang menggunakan jurus tertentu dan diiringi dengan tabuhan gendang.

    Pertunjukan seni beladiri tradisi ini biasa dilakoni oleh kaum lelaki di Sulawesi Barat yang mempelajari seni ini, biasanya di sela-sela acara atau kenduri maka pertunjukan ini bisa disaksikan, akan ada para masyarakat sekitar yang menyaksikan pertunjukan, dan pasti ada dua orang yang berduel, mungkin bisa dikatakan bermain silat tradisional. Kedua orang biasanya mengenakan pakaian biasa dengan songkok hitam dan sarung yang dililitkan di pinggang, lalu akan ada penabuh gendang beserta gong yang mengiringi pertarungan.

    pakkottau-pamaccaq-binuang-Polewali-Mandar
    Pakkottau/Pamaccaq di Buttu Teneng, Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Ijhal Marrannuang)
    Pertarungan yang dilakukan tentu saja dengan jurus-jurus silat tertentu, ragam perguruan silat kampung yang menjadi sumber belajar para pemain seni tradisi ini, ada yang sifatnya dibuka untuk umum adapula yag cenderung tertutup, jenis-jenis jurusnya juga sama, hal yang kontras adalah antara kottau dan maccaq, dimana kedua aliran seni beladiri ini cukup berbeda. 

    Permainan seni tradisi ini, lestrai terutama di wilayah pesisir, namun di Binuang utamanya di wilayah pesisir Amassangan juga masih bisa disaksikan. Kaum pemuda yang telah mempelajari teknik seni beladiri ini akan menunjukkan kepiawaiannya bermain silat dan saling menyerang dan bertahan secara bergantian, tampak sederhana, namun sebenarnya punya manfaat yang sangat baik, manfaat utamanya adalah menambah kebugaran, membakar kalori, sambil mengolah tubuh dan fisik, serta hal yang paling utama adalah menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur pendahulu.

    Pakkottau Pamaccaq Di Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat
    Pakkottau Pamaccaq Di Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ijhal Marrannuang)
    Terdapat satu wilayah di kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat yaitu di Buttu Te'neng (Binuang II) Kel. Amassangan Kec. Binuang. Sisa-sisa serpihan generasi Mandar yang ada diwilayah ini masih melestarikan apa yang mereka peroleh dari generasi sebelumnya,  mencoba kembali menemukan  apa yang diajarkan pendahulunya secara turun temurun. Mereka adalah keluarga Mandar Majene yang kini hidup di kec. Binuang.

    Kontributor : Ijhal Marrannuang

    , , ,

    Tari daerah dari DKI JAKARTA, JAMBI, dan BALI yang ditampilkan oleh siswa (i) MA DDI Kanang, desa Batetangng kec. Binuang kab. Polewali Mandar 

    siswa siswi ma ddi kanang menari tarian betawi jakarta
    Siswa siswi MA DDI Kanang menari tarian dari Betawi (Jakarta) (Foto : Gunawan Apriatno)
    siswa siswi ma ddi kanang menari tarian budaya betawi jakarta
    Siswa siswi MA DDI Kanang menari tarian dari Betawi (Jakarta) (Foto : Gunawan Apriatno)
    siswi ma ddi kanang menari tarian daerah jambi
    Siswi MA DDI Kanang menari tarian dari Jambi (Foto : Gunawan Apriatno)
    siswi ma ddi kanang menari tarian budaya daerah jambi
    Siswi MA DDI Kanang menari tarian dari Jambi (Foto : Gunawan Apriatno)
    siswi siswi ma ddi kanang menari tarian bali
    Siswa-siswi MA DDI Kanang menari tarian dari Bali (Foto : Gunawan Apriatno)
    Ini adalah salah satu program kerja peserta Bhakti Pemuda Antar Propinsi 2014 yaitu mengajarkan tari daerah mereka masing-masing dari setiap propinsi begitupun sebaliknya peserta BPAP 2014 juga belajar tari daerah lokal dengan panduan dari panitia lokal.

    Kontributor : Gunawan Apriatno

    , , ,

    LPB (Lintas pemuda Batetangnga) adalah komunitas kepemudaan di desa batetangnga Kec.Binuang yang setiap tahunnya mengadakan kegiatan Festival Budaya dan Lomba Tradisional Batetangnga dan baru baru ini LPB (Lintas pemuda Batetangnga) ikut dalam membantu panitia lokal BPAP 2014 (Bakti Pemuda Antar Provinsi 2014) dalam setiap kegiatan.

    tarian to eran batu festival budaya tradisi batetangnga binuang polman 2014
    Tarian dalam Festival Budaya dan Lomba Tradisi di desa Batetangnga kec. Binuang kab. Polman (Foto : Gunawan Apriatno)
    tarian to eran batu batetangnga binuang suku pattae
    Festival Budaya dan Lomba Tradisi di desa Batetangnga kec. Binuang kab. Polman (Foto : Gunawan Apriatno)
    tarian to eran batu batetangnga binuang
    Tarian To Eran Batu dalam Festival Budaya dan Lomba Tradisi di desa Batetangnga kec. Binuang kab. Polman (Foto : Gunawan Apriatno)
    tarian to eran batu festival budaya tradisi batetangnga binuang
    Penari  Festival Budaya dan Lomba Tradisi di desa Batetangnga kec. Binuang kab. Polman (Foto : Gunawan Apriatno)
    tarian to eran batu festival budaya tradisi batetangnga binuang polman
    Penari tari To Eran Batu Festival Budaya dan Lomba Tradisi di desa Batetangnga kec. Binuang kab. Polman (Foto : Gunawan Apriatno)
    Pada malam penutupan Festival Budaya dan Lomba Tradisional Batetangnga sekaligus malam perpisahan peserta BPAP 2014 mereka menampilkan tarian to eran batu, tarian khas suku Patte, tarian ini merupakan upacara pelepasan pasukan panglima ke medan perang, sebagai penyemangat kepada panglima, sedangkan makna dari nyanyiannya sebagai doa untuk memohon kepada sang pencipta agar mereka yang berperang dilindungi dan dapat mengalahkan lawannya.

    Unsur budaya yang dibentuk di Sulawesi Barat beragam, bahkan terdapat beberapa macam suku, Pattae salah satunya, suku yang menjadi unsur penyusun masyarakat di Binuang, Kab. Polewali Mandar, suku Pattae dominan menghuni kec. Binuang, tetapi suku ini juga terdapat di Kecamatan Polewali, Kelurahan Darma serta di Kecamatan Binuang. Masing-masing dapat dibedakan dari logat maupun dialek dari masing-masing tempat. Sehingga ada istilah To Pattae Binuang, To Pattae Dara, dan To Pattae Anreapi.

    Kontributor : Gunawan Apriatno

    , , ,

    Peserta Bakti Pemuda Antar Propinsi (BPAP) 2014 Sulawesi Barat yang berasal dari DKI JAKARTA JAMBI dan BALI mendapat kesempatan untuk mencoba tradisi MAPPADENDANG di FESTIVAL BUDAYA TRADISI BATETANGNGA di desa Batetanngnga kecamatan Binuang, kabupaten Polewali Mandar.

    peserta bpap 2014 mappadendang di desa Batetangnga kec. Binuang
    Peserta BPAP 2014 yang mengikuti kegiatan Mappadendang di desa Batetangnga kec. Binuang (Foto : Gunawan Apriatno)
    bpap 2014 mappadendang di desa Batetangnga kec. Binuang
    Peserta BPAP 2014 sebelum kegiatan Mappadendang di desa Batetangnga kec. Binuang (Foto : Gunawan Apriatno)
    bpap 2014 mappadendang Batetangnga kec. Binuang
    Utusan  BPAP 2014 Sulbar saat memegang alu di tradisi Mappadendang, desa Batetangnga kec. Binuang (Foto : Gunawan Apriatno)
    bpap 2014 mappadendang Batetangnga Binuang
    Keseruan saat menumbukkan alu di pertunjukan Mappadendang di desa Batetangnga kec. Binuang (Foto : Gunawan Apriatno)
    Mappadendang adalah tradisi yang dilakukan orang-orang suku Pattae di Batetangnga sebagai suatu rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. 

    Kontributor : Gunawan Apriatno

    , , , ,

    Penampilan tradisi MAPPADENDANG (pesta pasca panen) dalam acara FESTIVAL BUDAYA TRADISI BATETANGNGA di Desa Batetangnga Kec.Binuang Kab.Polewali Mandar. Kegiatan yang dilaksanakan tahun ini cukup  istimewa karena dihadiri oleh utusan BPAP (Bakti Pemuda Antar Provinsi) 2014 untuk Sulawesi Barat yang telah beberapa pekan menetap di desa Batetangnga.

    festival budaya batetangnga 2014
    Foto Mappadendang Festival Budaya Batetangnga 2014  (Foto : Gunawan Apriatno)

    aksi mappadendang di festival budaya batetangnga 2014
    Aksi mappadendang saat festival budaya batetangnga 2014 (Foto : Gunawan Apriatno)

    mappadendang festival budaya batetangnga 2014
    Bagian tradisi mappadendang di festival budaya batetangnga 2014  (Foto : Gunawan Apriatno)

    Member KOMPA DANSA MANDAR di acara mappadendang festival budaya batetangnga 2014 (Foto : Gunawan Apriatno)

    pelakon mappadendang festival budaya batetangnga 2014
    Para pelakon mappadendang festival budaya batetangnga 2014 (Foto : Gunawan Apriatno)

    Festival budaya Pattae yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali oleh LPB (Lintas Pemuda Batetangnga) merupakan bentuk perhatian besar pemuda pemudi Batetangnga dalam pelestarian budayanya sendiri.

    Kontributor : Gunawan Apriatno

    , , , ,

    Budaya memang satu hal yang diamis, akan selalu berkembang dan terpengaruh oleh teknologi dan inovasi. Kemajuan inovasi teknologi mesin mempermudah dan menghemat waktu yang digunakan oleh manusia untuk melakukan pekerjaannya. Hal yang sama terjadi di wilayah Sulawesi Barat, dan berlaku pada satu alat dapur yang digunakan untuk mengeruk daging buah kelapa. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah pikelluq. 

    Pada awalnya pikelluq berbentuk miniatur mirip hewan yang memiliki bagian kepala, bagian tubuh, dan ekor, tepat di bagian kepala ditancapkan bilah metal bergerigi untuk mengeruk daging buah. Namun saat ini mungkin dengan alasan "kepraktisan" maka dilakukan modifikasi terhadap "pikelluq" yaitu dengan mengubah bagian "badan"nya dengan menggunakan kayu datar tanpa bentukan miniatur yang mirip dengan hewan, sangat kontras dengan model pikelluq sebenarnya.

    pikelluq alat pengeruk kelapa tradisional
    pikelluq alat pengeruk kelapa tradisional dengan badan dari kayu biasa tanpa ukiran (Foto : Mujahidin Musa)
    Pikelluq di mata masayarakat Sulawesi Barat, suku Mandar khususnya bukan hanya memiliki fungsi sebagai alat untuk mengeruk daging buah kelapa, tetapi juga memiliki nilai mistis yang konon katanya dapat digunakan untuk mencegah angin ribut.

    Pergeseran bentuk pikelluq yang terjadi tak dapat dihindari untuk alasan kemudahan dan efektivitas dan efisiensi biaya dan tenaga yang digunakan. Karena itu, berkembanglah pikelluq  yang menggunakan media "baskom" plastik yang dimodifikasi dengan alat utama mesin air yang dijadikan alat penggerak mata pengeruk yang dengan waktu cepat mengambil daging buah kelapa secara efektif.

    pikelluq alat pengeruk kelapa yang modern di binuang
    pikelluq alat pengeruk kelapa yang modern di binuang (Foto : Mujahidin Musa)
    pikelluq alat pengeruk kelapa yang modern
    pikelluq alat pengeruk kelapa yang modern (Foto : Mujahidin Musa)
    Kelapa memang tidak pernah bisa dipisahkan dari urusan dapur saat berada di Sulawesi Barat, tanahnya yang dianugerahi iklim sesuai dengan pertumbuhan buah kelapa menjadikan wilayah ini banyak ditumbuhi kelapa dan menjadi komoditas besar. Hal ini juga yang melatarbelakangi dunia kuliner Sulbar banyak menggunakan bahan olahan daging buah kelapa (misalnya untuk santan) sebagain bahan pelengkap masakan saat acara-acara pernikahan, selamatan, akikahan, syukuran, dan kenduri-kenduri lainnya.


    Kiriman : Mujahidin Musa

    , , , ,

    Hanya ada dua tikungan tajam yang khas dengan tebing di sisi kiri dan lautan di sisi kanan di jalur trans Sulawesi (Polewali Mandar - Makassar) satunya terletak di kabupaten Barru (Sulawesi Selatan) , dan satunya lagi di Kecamatan Binuang Kab. Polman. Namun semenjak dilakukan pelebaran jalan besar-besaran antara Makassar-Pare-Pare tikungan tajam di kabupaten Barru kemudian dipotong di sisi tebingnya menghilangkan kesan tikungan tajam yang ada, jadilah kemudian tikungan di batas desa Mirring, kec. Binuang Kab. Polewali Mandar menjadi sangat khas saat anda melalui rute Kab. Polewali Mandar - Kota Makassar. 

    Tikungan ini terletak di perbatasan desa Mirring, tempat sempurna untuk menikung dengan kecepatan yang tentunya terkontrol, saking tajamnya terdapat cermin cembung yang disiapkan di sudut jalan, dimana anda dapat melihat apakah ada atau tidak kendaraan di sisi yang berlawanan dengan anda. Lokasi ini menjadi tempat yang berbahaya sekaligus sebagai tempat untuk menikmati Binuang dengan segala keindahannya. Setiap harinya di waktu sore ada banyak masyarakat yang sengaja menyempatkan diri ke tempat ini atau pejalan yang sekedar mampir untuk sekedar foto bersama dengan latar belakang mangrove (hutan bakau) dan Pulau Battoa, jauh di seberang.
    pemandangan tikungan desa mirring polman
    pemandangan sore hari di tikungan desa mirring polman (Foto : Bayu)
     Di sekitar lokasi ini juga pada musim buah anda dapat menemukan dengan mudah warga sekitar tidak jauh dari tikungan tajam  akan menjual buah-buahan seperti rambutan, langsat, durian. 
    tikungan desa mirring
    tikungan desa mirring (Foto : Bayu)

    Ini memang kawasan paling hijau yang dimiliki kabupaten Polewali Mandar, daerah terlengkap untuk menemukan pesisir dengan gugusan pulau-pulau yang dapat tampak dari pesisir. Sebutlah misalnya Pulau Battoa yang tampak dari tepi, belum lagi Pulau Karamsang, Pulau Dea-Dea, dan Pulau Gusung Toraja yang semuanya juga terdapat di kecamatan Binuang, Polman


    Kiriman : Bayu

    , , , ,

    Kanang adalah nama salah satu dusun di desa Batetangnga kec. Binuang. Daerah ini lebih dikenal dengan wisata buah dan permandian Biru serta lokasi pemancingan Rawabangun, dengan salah satu kuliner andalannya; "nasu kadundung". Nasu Kadundung sendiri adalah hidangan ayam kampung yang disajikan dengan bumbu-bumbu seperti daun kedondong muda dan pakis, hidangan ini dapat anda temui dengan mudah di kawasan Rawabangun.


    pemandangan sawah di kecamatan binuang
    pemandangan sawah di kecamatan binuang kab. Polewali Mandar
    Di daerah ini juga banyak situs sejarah yang belum diketahui orang banyak, termasuk oleh masyarakat di sekitar kecamatan Binuang. diantaranya adalah makam Tosalama di Penaniang (yang lebih dikenal sebagai Haji Sande'/Guru Bulo), tokoh penyebar islam di Batetangnga bersama Pua' Ilala (muridnya yang berasal dari Tomadio), situs Eran Batu (tempat tinggal nene' Cakkodo dan dan putra putrinya yang lebih dikenal sebagai toeran batu), Batu Pikkambuangan (batu latihan keprajuritan Binuang), Batu tempat Pelantikan Sippajollangi, Aruan di Binuang (I/IV??), dan masih banyak lagi

    Kanang berasal dari bahasa Pattae dari kata "ma kanakkanan'' atau sikanan, yang berarti "pantas,cocok,pas,dll'. diberi nama demikian karena untuk menyambut tamu di masa kerajaan, yang lebih dianggap "ma kanan" (pantas,cocok) adalah penduduk dari daerah tersebut, juga karena daerah ini merupakan "pintu masuk" ke wilayah Batetangnga.

    Nama dusun dan Desa di daerah ini memiliki sejarahnya sendiri, selain kanang, juga ada Biru, Passembaran, Penaniang, dan lain-lain. Penamaan Biru untuk wilayah tertua di daerah ini sebagai bentuk persaudaraan dengan kerajaan Bone (biru adalah salah satu wilayah taklukan Raja Bone kedua Petta PanreBessiE). Passembaran adalah tempat latihan tempur atau tempat "sisemba", sedangkan Penaniang adalah tempat orang-orang menyambut toeran Batu yang pulang dari Perang dengan cara bernyanyi.

    Kiriman : Mujahid Musa 

⬆
Top