, , ,

    Kami bersama jernihnya aliran air sungai kecil  yang dinamai Salu Alambangan, berlatarkan hijaunya alam yang masih asri. terletak di dusun Pamboborang, Desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat. 

    salu alambangan pamboborang
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    Salu Alambangan menawarkan air sungai yang dingin dan sejuk. Jika lelah dan letih mengelilingi Pamboborang, siang atau sore harinya dapat ditutup dengan kunjungan ke tempat wisata ini

    salu alambangan pamboborang banggae
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    salu alambangan pamboborang majene
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)



    salu alambangan pamboborang banggae majene
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)



    view salu alambangan pamboborang
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    Tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung dari remaja, pemuda-pemudi sekitar wilayah sekitar desa Pamboborang. tawa lepas hilangkan sejenak beban fikiran.

    Kontributor :
    Foto : Raspan
    Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari

    , ,

    Menyambut pagi yang indah di Pantai Gonda, desa Laliko, kecamatan Campalagian adalah hal seru yang bisa anda lakukan ketika berada di kabupaten Polewali Mandar. Pantai Gonda adalah pantai yang berada di desa Laliko, ada banyak ekosistem bakau yang tumbuh di pesisirnya, ada pula ekosistem terumbu karang dan ikan, serta udang dan kepiting. 

    Di pantai ini anda dapat menikmati matahari terbit (sunrise) tepat di balik bakau, ada udara segar pantai dan bunyi ombak serta burung-burung, juga ada aktivitas nelayan setempat yang membuka pagi dengan melepas tali perahu dan melaut untuk mencari ikan. 
    sunrise pantai gonda campalagian
    Foto sunrise di Pantai Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Hasbi)
    Jika ingin lebih seru anda dapat menikmati aktivitas berkemah di pesisir pantai Gonda, daerah pasang surutnya termasuk aman. Untuk kondisi sekitar pesisirnya juga masih aman, jauh dari perumahan warga dan hijau oleh hutan bakau (mangrove).

    sunrise pantai gonda campalagian polewali mandar
    Foto sunrise cantik di Pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Hasbi) 
    Pemandangan sunrise dapat dinikmati dari daerah pesisir. Daerah ini termasuk kawasan yang masih alami, jarang tersentuh oleh pejalan dan petualang, hanya dilalui oleh warga/penduduk sekitar yang banyak berprofesi sebagai nelayan. 

    Kontributor : Hasbi

    , , ,

    Tanjung Losa atau yang lebih dikenal dengan "Bikini Bottom of Mamuju" tidak hanya surga bagi para fotografer yang mengejar sunset, tapi juga surga bagi para pecinta wisata bawah laut. Siapa sangka pantai yang masuk wilayah kecamatan Tapalang, kabupaten Mamuju dengan  pasir hitam ini memiliki terumbu karang yang indah dan masih sehat. 

    Terumbu karang di Tanjung Losa kec. Tapalang, kab. Mamuju, Sulawesi Barat
    Terumbu karang di Tanjung Losa kec. Tapalang, kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)
    Snorkling di Tanjung Losa, kec. Tapalang, kab. Mamuju
    Snorkling di Tanjung Losa, kec. Tapalang, kab. Mamuju (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)
    Terus terang saya menyesal baru mengetahuinya hari ini, tapi ini bagus dibandingkan tak pernah menelusrinya sama sekali. Apa keunggulan bentang bawah laut Tanjung Losa? kita tak perlu berenang jauh untuk bertemu dengan terumbu karang yang elok, pun juga kita tak perlu ban atau perahu, cukup berenang beberapa meter di bibir pantai, maka kita akan disuguhi pemandangan koral dan ikan kecil beragam warna dan memanjakan mata, untuk anda yang masih menikmati snorkling di Pulau Karampuang saja, maka anda dapat mengarahkan tujuan ke destinasi yang satu ini, jika anda mengemari "spearfishing" maka tempat ini salah satu yang disarankan, namun sebaiknya tetaplah menjaga kelestarian dan keberlangsungan organisme dan ekosistem bawah laut Tanjung Losa.

    Kontributor : Pusvawirna Natalia Muchtar



    , , , ,


    Tak bisa dipungkiri bahwa sebagian wilayah Indonesia berupa lautan,  tak heran jika banyak daerah wisata yang menawarkan  keindahan laut. Indonesia salah satu tempat wisata yang menawarkan pesona laut, diantaranya taman laut Gonda, taman ini memang belum dikenal tetapi salah satu komunitas yang menamakan diri '' SAHABAT PESISIR '' sudah mulai mempublikasikan ke berbagai media.
    Ikan dan terumbu karang di dasar laut dusun Gonda, Campalagian, Polewali Mandar
    Ikan dan terumbu karang di dasar laut dusun Gonda, Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Ashari Sarmedi)
    Pohon bakau di dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polman
    Pohon bakau di dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polman (Foto : Anors Sas)
    Wisatawan lokal saat akan menelusuri keindahan bawah laut Gonda
    Wisatawan lokal saat akan menelusuri keindahan bawah laut Gonda (Foto : Anors Sas)
    Wisatawan lokal sesaat sebelum snorkling di laut Gonda, Campalagian
    Wisatawan lokal sesaat sebelum snorkling di laut Gonda, Campalagian (Foto : Anors Sas)
    Sebagai tempat liburan dan rekreasi, tempat ini tidak hanya memiliki taman laut yang indah tetapi hutan mangrovenya juga sangat menarik perhatian untuk ditelurusi.Perahu Mini Sandeq pun siap mengantar anda untuk menelusuri pesisir Gonda.  Taman laut Gonda memiliki beberapa titik penyelaman dengan kedalaman yang berbeda-beda, beberapa diantaranya menjadi favorite penyelam karena alam bawah laut yang sangat eksotik dengan ikan nemo yang bervariasi.


    Kontributor : Anors Sas





    , , , ,

    Dalam kurun waktu beberapa bulan ini komunitas "Sahabat Pesisir" menggalakan program rehabilitas bakau di dusun Gonda desa Laliko kec. Campalagian, banyak perkembangan yang bisa dirasakan dan dilihat mulai dari terjaganya hutan mangrove dengan dilakukan penanaman bakau, peningkatan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya kebersihan pesisir pantai, dan bertambahnya kunjungan pelancong lokal.

    Gonda menawarkan keindahan bawah laut yang mempunyai berbagai jenis karang karang dan ikan ikan yang cantik, apalagi jenis ikan Nemo (ikan badut/ ikan giru/clown fish) yang sangat diburu oleh pecinta hobi snorkling dan diving.

    Hutan bakau Gonda di kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar
    Hutan bakau Gonda di kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Wisatawan lokal yang mengunjungi dusun Gonda, kec. Campalagian
    Wisatawan lokal yang mengunjungi dusun Gonda, kec. Campalagian (Foto : Gunawan Apriatno)
    Rumah pohon di dusun Gonda yang didirikan oleh Sahabat Pesisir dan Kompa Dansa Mandar
    Rumah pohon di dusun Gonda yang didirikan oleh Sahabat Pesisir dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Pengunjung yang berwisata di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar
    Pengunjung yang berwisata di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Pengunjung yang sedang menikmati liburan di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar
    Pengunjung yang sedang menikmati liburan di pantai Gonda, Campalagian, Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)
    Di Gonda, kita juga bisa menikmati keindahan pesisir  dengan bersantai di pinggir pantai karena ada beberapa rumah pohon yang telah dibuat oleh komunitas Sahabat Pesisir bekerjasama dengan Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar), disini kita bisa bersantai di hamparan pasir, tak jauh dari lokasi perahu-perahu nelayan yang sedang ditambatkan.

    Selain masyarakat dari luar kecamatan Campalagian yang berkunjung ke pantai Gonda beberapa minggu lalu masyarakat Gonda sendiri mulai datang berkunjung,  tadinya mereka hanya melintasi Gonda untuk aktivitas melaut namun saat ini penduduk setempat datang untuk refreshing menikmati pesona pesisir pantai gonda dengan bermain sampan (lepa-lepa).

    Kontributor : Gunawan Apriatno


    , , ,

    Objek wisata alam di kecamatan Tapalang Mamuju, belum banyak diejalajahi lebih jauh, jika anda ingin menelusurinya, maka pemandian Salassang Mettiallo bisa jadi salah satu pilihan menarik. Permandian alam yang masih jarang diketahui dan dikunjungi ini lebih mirip aliran sungai dengan kemiringan sekitar 25-30 derajat. Terletak di desa Taan, kecamatan Tapalang, kabupaten Mamuju, provinsi Sulawesi Barat. Taan, adalah salah satu desa yang berada dalam kecamatan Tapalang yang masih sedikit dikenali oleh orang-orang, terutama untuk wilayah Sulawesi Barat.

    Untuk menuju permandian yang hijau dan masih segar ini dari jalur trans Suawesi Barat anda dapat mengarahkan tujuan ke arah pedalaman Tapalang, Jaraknya dekat, hanya butuh waktu 30 menit berjalan kaki.

    Permandian Salassang Mettiallo di desa Taan, Tapalang, Mamuju
    Permandian Salassang Mettiallo di desa Taan, Tapalang, Mamuju (Foto : Heriadi Darwis)
    Bentukan topografi lebih mirip dengan Air terjun Leqbeng di kecamatan Kalukku,Mamuju, atau sebagian kawasan Air Terjun Indo Rannuang. Ada kemiringan yang tidak terlalu ekstrim dengan aliran air yang terus mengalir dari bagian atas permandian. Jika ingin disebut air terjun, maka tidak akan tepat, karena ia mengalir tak tercurah (jatuh) melainkan hanya mengikuti permukaan batuan yang lebih rendah dibawahnya.

    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang
    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang (Foto : Heriadi Darwis)
    Permandian Salasang Mettiallo memiliki struktur batuan keras berwarna hitam yang tidak licin dengan air yang sangat dingin serta segar, saat musim penghujan debit airnya bisa sangat besar, karena efek hujan yang meningkatkan jumlah air yang mengalir dari arah hulu, saat musim kemarau debit air akan berkurang, namun anda masih menikmati wisata air disini, karena di beberapa titik permandian yang panjang ada beberapa kawasan dimana aliran air seolah berkumpul sehingga menimbulkan debit yang seolah besar. 

    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat
    Permandian Salassang Mettiallo Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Heriadi Darwis)
    Keadaan sekitar permandian alam yang rimbun dan masih hijau dengan tumbuhan perdu bisa saja menambah kehangatan dan kesejukan menikmati wisata air disini. Anda akan betah berjam-jam di tempat ini untuk sekedar menikmati aliran airnya yang dingin dan tak pernah berhenti mengalir.

    Satu yang harus diperhatikan saat menikmati wisata air di permandian alam Tapalaang ini adalah sebaiknya anda memperhatikan faktor kesematan, walaupun kemiringannya tidak terlalu ekstrim namun semua permukaan batu yang keras dan solid bisa saja membuat anda terancam menderita luka saat jatuh. Karena itu faktor keselamatan harus diperhatikan.

    Kontributor : Heriadi Darwis

    , , ,

    Hari ke 7 saya mengunjungi Sulawesi Barat, ini destinasi yang saya kunjungi berikutnya.  Tombang batu Siopaq, kawasan pegunungan yang ada di kelurahan Baruga Dhua, Kecamatan Banggae Timur, Kab. Majene.

    tombang batu siopaq baruga dhua banggae timur majene
    Tombang batu siopaq, Baruga Dhua Banggae Timur kab. Majene (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    perkebunan bawang tombang batu siopaq majene
    Perkebunan bawang di daerah Baruga Dhua, Majene (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Tempat ini masih sangat jarang dikunjungi wisatawan lokal, pegunungan yang terletak di ketinggian 247 mdpl ini terdepat sebuah perkebunan bawang organik yang dibini oleh LSM setempat. Dari sini kita bisa melihat perairan majene  

    Kontributor : Muhammad Putra Ardiansyah

    , , , ,

    Saya memulai petualangan menjejaki bagian Kali Mamuju akhir pekan ini, bersama dengan beberapa rekan untuk menelusuri bagian hulu sungai Soqdo, sedikit lebih kedalam bagian sungai. Kami menelusuri bagian sungai dan bergerak ke arah hulu ke satu titik yang juga menarik untuk didatangi. 
    hulu sungai soqdo kali mamuju sulawesi barat
    Bagian hulu sungai soqdo kali mamuju sulawesi barat (Foto : Fahmir Ahmad)
     Bagian sungai ini adalah sisi lain dari sungai so'do, orang orang biasa menyebutnya Kali Mamuju, tempat ini berada sekitar kurang lebih 300 meter dari tempat yang sering dipadati oleh masyarakat. Akses jalan menuju bagian sungai Sodo ini terbilang cukup baik, dapat ditempuh dengan berjalan kaki, butuh beberapa menit untuk melakukan trekking, tentunya ke arah bagian pedalaman (hulu). Ada bagian hutan, kebun kakao, dan pohon durian yang akan kita lalui saat menuju bagian sungai Sodo ini.

    bagian hulu sungai soqdo kali mamuju
    Bagian hulu sungai Soqdo atau Kali Mamuju (Foto : Fahmira Ahmad)
    bagian hulu sungai soqdo kali mamuju sulbar
    Bagian hulu sungai soqdo, Kali Mamuju, Sulbar (Foto : Fahmira Ahmad) 
    Keadaannya sepi pengunjung, namun memiliki suasana yang sejuk. Bagian hulu sungai ini memiliki lokasi  untuk untuk berenang yang cukup luas, namun pada bagian sungai yang terletak ditengah tampak jelas kedalamannya, bagian tepinya masih cukup dangkal, dan tentu saja aman untuk jadi tempat mandi dan bermain air yang seru. 
    Bagian hulu sungai Soqdo dengan batu kali di tepiannya
    Bagian hulu sungai Soqdo dengan batu kali di tepiannya (Foto : Fahmira Ahmad)
    Ada yang menarik disini, saya sempat menemukan beberapa jenis kupu-kupu yang cantik, tapi karena keterbatasan kamera saya untuk memperbesar gambar saya tak bisa mengambil potretnya yang detail dan dari jarak dekat, yang jelas ini penanda kalau keadaan vegetasi sekitar sungai masih terjaga dan alami. Hari ini saya menutup pekan ketiga Februari dengan berkunjung ke tempat baru ini, semoga nanti saya bisa berkunjung lagi. 

    Kontributor : Fahmira Ahmad

    , , , ,

    Buttu Cinta, salah satu spot wisata yang banyak di kunjungi oleh pemuda khususnya masyarakat Petoosang.  Buttu ini terletak di kelurahan Petoosang, kecamatan Alu, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat, daerah pedalaman Polman yang berjarak sekitar  10 km dari kota kecamatan Tinambung atau arah jalan poros Polman-Majene. 

    pemandangan dari bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar
    Pmandangan dari bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

     Bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar
     Bukit cinta di kelurahan petoosang kec. Alu, Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
    Dari  bukit kecil (buttu Cinta) ini kita dapat melihat daerah pemukiman penduduk Petoosang yang diliputi oleh pepohonan hijau, sangat indah dipandang mata, bentuk peradaban manusia ditengah-tengah sinergi alam. Kampung kecil Petoosang, memiliki view bukit yang mempesona, daerah ini layaknya dipeluk oleh gunung kecil, seolah dilindungi, lalu di sisi kejauhan meliuk aliran sungai yang populer dengan nama sungai Mandar, kumpulan beberapa aliran anak sungai yang berasal dari hulu sungai-sungai kecil di pedalaman kec. Alu. Lagi-lagi pesona Petoosang, Sulawesi Barat membuat saya harus menggeleng-gelengkan kepala.  

    Kontributor : Muhammad Putra Ardiansyah

    , , , , ,

    Hari ke 3 di Sulawesi Barat, kali ini saya mengunjungi Pantai yang selama ini hanya bisa saya lihat di foto
    Yah, Pantai Dato' kabupaten Majene masuk dalam daftar tempat yang wajib saya kunjungi setelah hutan bakau di dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian. Saya merasa rugi selama 20 tahun tak pernah main ke pantai yang indah ini.

    pesisir pantai dato majene yang berpasir putih
    Pesisir pantai dato Majene yang berpasir putih (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

    tebing karang di pantai dato majene sulawesi barat
    Tebing karang di pantai Dato, Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

    Pantai ini pernah di liput oleh stasiun TV di Makassar, Sulawesi Selatan "FAJAR TV". Menurut informasi tanah di sekitar pantai  masih milik warga setempat, pemerintah daerah kabupaten Majene kabarnya  pernah bernegoisasi dengan warga untuk merevitalisasi pantai ini, tapi hasilnya nihil, kini sepi dari kunjungan dan bisa dikatakan tak dimanfaatkan. Sangat disayangkan, padahal potensinya cukup baik, pesisir pantainya indah, dan saya sempat snorkling disini, airnya jernih dan karang besarnya banyak.

    Di perairan pantai Dato jika sempat snorkling, jika beruntung kita bisa bertemu dengan penyu, makhluk purba yang menyukai daerah perairan Pantai Dato, lalu menurut informasi seorang petualang Uwais Al Qarni" yang pernah menjelajahi Dato hingga Barane ada 'Whale Shark' (Hiu Paus) yang hidup di sekitar perairan ini. 

    Kontributor : Muhammad Putra Ardiansyah 

    , , , , ,

    Indo Rannuang adalah air terjun yang terdapat di desa Kunyi, kecamatan Anreapi, kabupaten Polewali Mandar. Ini merupakan salah satu pilihan objek wisata yang dapat anda tuju saat berada di kabupaten Polman. Terdapat di daerah ketinggian Anreapi dan airnya bermuara menuju  sungai Limbong Sitodo. 

    Air Terjun Indo Rannuang Polewali Mandar
    Air Terjun Indo Rannuang Polewali Mandar (Foto : Rajab Ashari)
    Untuk melihat Indo Rannuang yang indah, sebaiknya anda datang pada musim basah (penghujan), dimana pemandangan di sekitarnya menjadi tampak lebih hijau, debit air di Indo Rannuang juga akan lebih deras saat musim penghujan, kontras perbedaannya jika anda mengunjungi Indo Rannuang di musim kering (kemarau).

    Aliran Air Terjun Indo Rannuang Polewali Mandar
    Aliran Air Terjun Indo Rannuang dengan debit yang berkurang saat musim kemarau datang (Foto : Rajab Ashari)
    Wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini terbilang sedikit, hanyalah dikunjungi oleh sejumlah orang saat hari libur, akses jalan menuju objek wisata ini juga belum sepenuhnya baik, kita masih harus melalui jalur-jalur penuh pendakian diantara kebun milik warga.

    Air Terjun Indo Rannuang Kunyi Polewali Mandar
    Suasana  Air Terjun Indo Rannuang Kunyi Polewali Mandar cukup kering saat kemarau (Foto : Rajab Ashari)
     Saat musim kemarau Indo Rannuang lumayan kering, dengan debit air yang sangat kurang, tetapi anda masih bisa menikmatinya dengan mandi dibawah kucuran air yang terus mengalir.

    Air Terjun Indo Rannuang Anreapi Polewali Mandar
    Air Terjun Indo Rannuang di desa Kunyi kecamatan Anreapi, Polewali Mandar (Foto : Rajab Ashari)
    Indo Rannuang saat ini mulai dikenal sebagai pilihan objek wisata air terjun di Polewali Mandar, hanya saja aksesnnya yang masih sulit dicapai. 

    Kontributor : Rajab Ashari

    , ,

    Banyak pantai di tanah Mandar ini, salah satunya di dusun labuang desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pantai ini terhubung langsung dengan pantai palippis, hanya saja palippis lebih di kenal khalayak ramai. Keeksotisan pantai ini tak di ragukan terlebih saat matahari mulai terbenam, kita bisa menikmati deburan ombak yang pecah di tepian tebing, ataupun sekedar menatap indahnya rona mega di ufuk timur.

    menikmati senja di ufuk barat Campalagian
    Menikmati senja di ufuk barat Campalagian (Foto : Ashari Sarmedi)
    sunset dari Pantai Labuang Campalagian
    Sunset dari Pantai Labuang Campalagian (Foto : Ashari Sarmedi)
    Di atas tebing pantai Labuang Campalagian juga terdapat Gua, di mulut gua anda akan disambut bau amis dari dalam gua, ini di sebabkan kotoran ribuan kelelawar yang ada di dalamnya, selain ribuan kelelawar terdapat juga sarang burung yang menyerupai sarang burung walet.
    Sarang burung dalam goa di Pantai Labuang Campalagian
    Sarang burung dalam goa di Pantai Labuang Campalagian (Foto : Ashari Sarmedi)

    Menelusuri goa kecil di bagian atas Pantai Labuang Campalagian
    Menelusuri goa kecil di bagian atas Pantai Labuang Campalagian (Foto : Ashari Sarmedi)
    Menurut cerita penduduk gua ini cukup panjang, dan mitosnya gua ini tembus ke salah satu gunung yang ada di atasnya, kebenaran cerita itu blum bisa kami buktikan karena kami hanya bisa menulusuri gua ini kurang lebih 20 meter kedalamnya, ini di sebabkan karena kurangnya perlengkapan dan peralatan.

    Kontributor : Ashari Sarmedi

    , ,

    Namanya Caving atau jelajah gua, hal yang mungkin tidak banyak dilakukan di Sulawesi Barat, tepatnya Senin 06/10/2014 Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar) wilayah Polewali Mandar menelusuri salah satu gua yang ada di wilayah pesisir pantai, batas antara kecamatan Campalagian dan kecamatan Balanipa.  Gua terletak tidak jauh dari pantai, sekelilingnya dipenuhi oleh batuan berukuran besar.

    Kompa Dansa Mandar jelajah gua Campalagian
    Member Kompa Dansa Mandar jelajah gua Campalagian-Balanipa (Foto : Ashari Sarmedi)
    Gua ini tak memiliki nama,  mulut gua tidak terlalu besar, dengan bagian dalam banyak dihuni oleh kelelawar, dimana aroma menyengat kotoran kelelawar sudah menyambut hidung jelang masuk ke mulut gua. Bentukan gua cenderung horizontal sebelum masuk jauh ke dalam.

    Member Kompa Dansa Mandar di pintu gua sebelum caving
    Member Kompa Dansa Mandar di pintu gua sebelum caving (Foto : Ashari Sarmedi)
     Jenis trip menelusuri gua bukanlah hal yang lumrah di Kompa Dansa Mandar, ini tergolong trip singkat yang kami lakukan, udara dalam gua cenderung sedikit, hingga kami segera keluar, penelusuran tak jauh dilakukan ke dalam karena aroma kotoran kelelawar yang begitu menyengat.

    Member Kompa Dansa Mandar sebelum masuk gua
    Member Kompa Dansa Mandar sebelum masuk gua (Foto : Ashari Sarmedi)
    Ancaman lemas juga ada saat menelusuri jenis goa kecil seperti ini, karena minimnya oksigen yang terdapat dalam ruang goa, ancaman kehabisan oksigen ada, dengan lemas pada tubuh pada jarak hanya beberapa meter dari pintu gua yang terjadi perlahan dan tanpa disadari.

    Kontributor : Ashari Sarmedi

    , , , , ,

    Nama permandian ini "Lembang Batu Sambua" terletak di dusun Salubulo, desa Tubo, kec. Tubo Sendana, KM 74 Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Berjarak sekitar 300 meter dari jalan poros kab. Majene-Kab. Mamuju. Jika masyarakat lokal menyebut istilah "lembang" maka itu biasanya akan dianalogikan dengan sungai, dan ini adalah aliran sungai dengan batu kali berukuran besar namun dengan beberapa titik yang memiliki kedalaman beberapa meter.

    permandian lembang batu sambua tubo sendana
    permandian lembang batu sambua tubo sendana (Foto : Hasbi Djaya)
    Jaraknya cukup dekat dari jalan utama sehingga  mudah diakses, hanya berjarak kurang lebih 300 meter, datar, dan tidak menanjak. Debit air yang dimiliki sedang cenderung kecil, namun jika musim hujan datang maka akan lebih deras, ini salah satu ciri khas beberapa permandian atau aliran sungai di Sulawesi Barat, secara umum debit air hanya deras saat musim penghujan datang. Aliran air dari permandian aliran sungai juga banyak dialirkan melalui pipa-pipa ke kampung-kampung disekitar desa Tubo untuk keperluan MCK (mandi cuci dan kakus). 

    permandian lembang batu sambua tubo sendana majene
    permandian lembang batu sambua tubo sendana majene (Foto : Hasbi Djaya)
    Terdapat satu titik di lembang batu sambua yang sering digunakan anak-anak disekitar kampung untuk mandi dan melakukan gerakan salto. Jika ingin melakukan gerakan manuver saat terjun anda tidak perlu khawatir, ada titik-titik yang cukup dalam, anda bisa melompat dari batu yg berbentuk bundar diatasnya tanpa takut terbentur. 

    Ada banyak titik-titik permandian lokal yang tersebar di Sulawesi Barat, Lembang Batu Sambua adalah salah satu dari sekian banyak yang ada dan dikunjungi oleh warga lokal, namun masih ada begitu banyak permandian alam lainnya yang mungkin masih belum terkenal dan hanya diketahui oleh warga yang tinggal di sekitar tempat objek wisata itu saja. 

    Kec. Tubo Sendana pada awalnya merupakan wilayah yang satu dalam kec. Sendana, namun semenjak dilakukan pemekaran wilayah maka daerah ini menjadi wilayah sendiri. Kawasan Tubo Sendana adalah jalur yang pasti anda lalui jika menelusuri rute Kab. Majene-Kab. Mamuju.

    Kiriman : Hasbi Djaya

    , , , ,

    Hanya ada dua tikungan tajam yang khas dengan tebing di sisi kiri dan lautan di sisi kanan di jalur trans Sulawesi (Polewali Mandar - Makassar) satunya terletak di kabupaten Barru (Sulawesi Selatan) , dan satunya lagi di Kecamatan Binuang Kab. Polman. Namun semenjak dilakukan pelebaran jalan besar-besaran antara Makassar-Pare-Pare tikungan tajam di kabupaten Barru kemudian dipotong di sisi tebingnya menghilangkan kesan tikungan tajam yang ada, jadilah kemudian tikungan di batas desa Mirring, kec. Binuang Kab. Polewali Mandar menjadi sangat khas saat anda melalui rute Kab. Polewali Mandar - Kota Makassar. 

    Tikungan ini terletak di perbatasan desa Mirring, tempat sempurna untuk menikung dengan kecepatan yang tentunya terkontrol, saking tajamnya terdapat cermin cembung yang disiapkan di sudut jalan, dimana anda dapat melihat apakah ada atau tidak kendaraan di sisi yang berlawanan dengan anda. Lokasi ini menjadi tempat yang berbahaya sekaligus sebagai tempat untuk menikmati Binuang dengan segala keindahannya. Setiap harinya di waktu sore ada banyak masyarakat yang sengaja menyempatkan diri ke tempat ini atau pejalan yang sekedar mampir untuk sekedar foto bersama dengan latar belakang mangrove (hutan bakau) dan Pulau Battoa, jauh di seberang.
    pemandangan tikungan desa mirring polman
    pemandangan sore hari di tikungan desa mirring polman (Foto : Bayu)
     Di sekitar lokasi ini juga pada musim buah anda dapat menemukan dengan mudah warga sekitar tidak jauh dari tikungan tajam  akan menjual buah-buahan seperti rambutan, langsat, durian. 
    tikungan desa mirring
    tikungan desa mirring (Foto : Bayu)

    Ini memang kawasan paling hijau yang dimiliki kabupaten Polewali Mandar, daerah terlengkap untuk menemukan pesisir dengan gugusan pulau-pulau yang dapat tampak dari pesisir. Sebutlah misalnya Pulau Battoa yang tampak dari tepi, belum lagi Pulau Karamsang, Pulau Dea-Dea, dan Pulau Gusung Toraja yang semuanya juga terdapat di kecamatan Binuang, Polman


    Kiriman : Bayu

    , , , ,

    Diantara banyak potensi wisata yang masih tersembunyi dan belum dikenal banyak orang di Kabupaten Polman adalah beberapa permandian dengan air terjun mini yang terletak jauh di pelosok dusun dan desa, salah satunya adalah permandian baqbamappe. 

    permandian baqbamappe mapilli polman
    permandian baqbamappe mapilli polman (Foto : Muhammad Hasbi)
    Permandian ba’bamappe terletak di desa Landi Kanusuang kecamatan Mapilli kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Permandian ini masih alami dan  belum terjamah oleh banyak orang. dilihat dari bebatuan disekitarnya yang masih licin dan berlumut dan rindangnya pepohonan di sekitar permandian. Untuk menuju ke permandian tersebut bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dari daerah kecamatan Wonomulyo namun itupun harus masih berjalan kaki kurang lebih 1 km dengan melalui sungai dan  perkebunan kakao warga sekitar.
    jalur menuju permandian baqbamappe
    jalur menuju permandian baqbamappe (Foto : Muhammad Hasbi)
    air terjun mini di permandian baqbamappe
    mandi di salah saltu air terjun mini di permandian baqbamappe mapiili (Foto : Muhammad Hasbi)
    Untuk menikmati keindahan panorama alam permandian Landi Kanusuang tersebut alangkah baiknya anda datang pada saat debit air sedang besar karna daerah tersebut saat musim kemarau boleh dikatakan air terjunnya minim curahan air , tutur salah seorang kawan yang berdomisili di dekat permandian.

    permandian baqbamappe landi kanusuang
    permandian baqbamappe landi kanusuang (Foto : Muhammad Hasbi)
    mandi di permandian baqbamappe landi kanusuang
    menikmati curahan air baqbamappe landi kanusuang (Foto : Aya Ahyar)
    menikmati permandian baqbamappe polman
    menikmati permandian baqbamappe polman (Foto : Muhammad Hasbi)
    Lokasi aliran air di permandian ini merupakan area sungai Andau bagian Tanasi dan tidak jauh dari perkampungan landi zaman dahulu

    permandian baqbamappe aliran sungai andau
    permandian baqbamappe aliran sungai andau (Foto : Muhammad Hasbi)
    Disekitar area permandian tersebut banyak tumbuh pepohonan yang bisa dinikmati buahnya seperti durian dan langsat jika musimnya tiba, jika anda pencinta buah kakao anda dapat menikmati buah kakao secara langsung

    Kiriman : Muhammad Hasbi


Top