Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar - Promosi Budaya, Sejarah, dan Wisata Mandar, Sulawesi Barat
Showing posts with label Wisata Polewali Mandar. Show all posts
Binuang, Wisata, Wisata Polewali Mandar
Beberapa tahun terakhir ini, Kabupaten Polewali Mandar diramaikan gerakan-gerakan pengembangan di sektor pariwisata. Banyaknya objek wisata yang bermunculan menjadi bukti adanya usaha yang terus dilakukan para pemuda daerah bersinergi dengan pihak pemerintah setempat untuk memajukan daerah melalui potensi sumber daya alam yang tersedia yang kemudian di dukung oleh potensi sumber daya manusianya. Inilah yang sementara dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Buttu Karamasang.
Objek wisata alam Buttu Karamasang terletak di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. Arfha selaku humas Pokdarwis sekaligus pemilik lahan dari Buttu Karamasang mengatakan, "sejauh ini, kami telah menyediakan fasilitas berupa gazebo dan perahu sebagai transportasi menuju pulau karamasang atau bagi yang minat mancing kami juga siapkan jasa perahu. Selain itu, sekarang kami juga dalam proses pengadaan Kafe dan Restoran di dermaga penyeberangan menuju Buttu Karamasang. Jadi, nantinya bagi pengunjung yang ingin ke Pulau karamasang, maka dari kami pengelola akan menyediakan paket makanan dan minuman sebelum berangkat atau pulang dari pulau karamasang".
![]() |
| Bagian dari objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Kafe dan Restoran yang sedang dalam tahap pembangunan di objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Bagian tepian objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
Tak hanya itu, dalam perjalanan menuju buttu karamasang (Pulau karamasang), kita dapat menikmati panorama hutan mangrove yang lebat disepanjang pesisir kecamatan Binuang serta keindahan underwater yang beragam seperti bintang laut, bulu babi, terumbu karang dan beberapa biota laut lainnya. Tiba waktu nya dipuncak buttu karamasang, maka disinilah bagi kalian yang berkunjung akan mengatakan "Sungguh nikmat Tuhan manalagi yang kita dustakan".
![]() |
| Bagian puncak objek wisata Buttu Karamasang berlatar lautan di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Perahu dari dan menuju objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
![]() |
| Objek wisata Buttu Karamasang di kelurahan Amassangan kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Arfha) |
Sejauh ini, pendanaan yang digunakan dalam pengembangan objek wisata buttu karamasang merupakan modal pribadi. Sebagai motivasi, Kami ingin megenalkan kepada masyarakat sulawesi barat terkhusus Polewali Mandar bahwa banyak tempat di daerah kita ini yang bisa dijadikan objek wisata, tergantung kita sebagai masyarakat ingin mengelolanya seperti apa, ujar Arfha selaku humas Pokdarwis yang baru dilegalkan kurang lebih satu bulan itu.
Penasaran?? Silahkan berkunjung ke objek wisata Alam Buttu Karamasang.
Kontributor :
Teks : Ayub
Foto : Arfha
Wisata, Wisata Polewali Mandar
Air terjun cantik ini berada di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dari strukturnya yang memanjang mirip dengan Air Terjun Lebeng di kabupaten Mamuju. Letak air terjun ini di batas antara kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar, bahkan lokasi yang lebih menarik juga terletak di bagian hulu air terjun ini, jika ingin melihatnya maka butuh energi ekstra untuk mendaki permukaan yang lebih tinggi.
Aliran sungai Salu Mabokkang merupakan sungai yang berhubungan langsung dengan air yang mengaliri air terjun Petakeang. Untuk dapat sampai ke wilayah Lenggo saja beberapa orang menyatakan ini adalah jalur yang ekstrim, butuh waktu yang lama hingga bisa sampai ke wilayah ini.
Untuk soal pesonanya, maka air terjun Petakeang bisa dikata lumayan cantik, debit airnya banyak dengan kondisi alam sekitar yang masih memiliki udara bersih dan vegetasi hijau.
![]() |
| Air terjun Petakeang di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ary Bahri) |
Sama seperti air terjun yang berada di pelosok dan pedalaman air terjun Petakeang hanya diakses oleh sedikit orang saja, terutama mereka para pemburu keindahan air terjun, penyuka petualangan, dan pemuda sekitar dusun.
| Bagian dasar air terjun Petakeang di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ary Bahri) |
![]() |
| Air terjun Petakeang di dusun Petakeang, desa Lenggo, kecamatan Bulo, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ary Bahri) |
Foto : Ary Bahri
Teks : Muhammad Tom Andari
Objek Wisata, Wisata, Wisata Polewali Mandar
Objek wisata air terjun Sipajolangi, terletak di pelosok desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tepatnya di daerah Penanian, bagian timur Kampung Biru. Lokasinya tak jauh dari air terjun Kambellun yang memiliki sign penanda di jalur poros Binuang. Air terjun ini tak begitu terkenal, namun yang membuatnya istimewa adalah ia menjadi tempat mandi bagi raja pertama Binuang yang bernama Sipajolangi. Konon di lokasi ini menjadi tempat Sipjolangi dimandikan oleh kakeknya dan jejak batu tempat duduk Sipajolangi masih dapat ditemukan tak jauh dari lokasi air terjun.
![]() |
| Air Terjun Sipajolangi di Penanian, desa Batetangnga, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Adnan Syaifullah) |
Siapa Sipajolangi ? Sippajolangi,
adalah Raja Binuang pertama dari suku Pattae. Saat ia menjadi Raja,
Ibukota kerajaan dipindahkan dari daerah Ammassangan ke Binuang. Maka disebut
Kerajaan Binuang. Anak perempuan Sippajolangi bernama I We Tenripada
menikah dengan Abdurrahim Kamaluddin, Tosalamaq di Binuang. Tokoh yang pertama kali membawa ajaran Islam ke wilayah kerajaan Balanipa dan makamnya kini dapat ditemukan di Pulau Tangnga atau Pulau Salamaq di wilayah kepulauan Binuang dalam wilayah administrasi kelurahan Amassangan.
Untuk menuju air terjun Sipajolangi Anda dapat melalui jalur utama menuju desa Batetangnga di sekitar kawasan kedai buah-buahan di kec. Binuang, jalur poros utama menuju kab. Pinrang. Setelah melalui objek wisata Rawa Bangun dalam waktu tempuh 5 menit dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi utama air terjun sekitar 15 menit.
Kontributor :
Teks : Muhammad Adnan Syaifullah, Rajab Ashari
Foto : Muhammad Adnan Syaifullah
Wisata, Wisata Polewali Mandar
Dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar sekitar setahun yang lalu pernah hits dan jadi pilihan wisata di kabupaten Polman, itu karena pesona hutan mangrove dan keindahan bawah lautnya. Ia menjadi tujuan wisatawan lokal sekitar kecamatan dan wisatawan lokal dari kabupaten Polman dan Majene. Keindahannya tak bisa diragukan, adanya hutan mangrove lebat yang memanjang sepanjang dusun Gonda dari desa Lapeo hingga dusun Labuang menjadi penyangga pesisir yang sangat baik dan menjadi tempat tumbuhnya karang-karang indah di lepas pantainya.
![]() |
| Keindahan bawah laut dengan terumbu karang mempesona di bawah laut dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar (Foto : Pusvawirna Natalia Muhtar) |
Pesona terumbu karang di bawah laut dusun Gonda adalah tawaran yang paling baik disajikan untuk Anda yang memiliki hobi melihat dari dekat terumbu karang. Ragam jenis karang dapat Anda temukan di bawah laut Gonda, dari karang yang berbentuk meja, ranting, dan bentuk otak. Mulai dari soft coral hingga hard coral. Belum lagi untuk jenis ikan-ikan karang yang bervariasi dari warna, bentuk dan ukuran. Hutan mangrove di pesisirnya sangat membantu pertumbuhan karang, kedua ekosistem ini bekerja sama menyajikan pesona wisata bahari untuk wisatawan pencinta bawah laut.
Hingga saat ini objek wisata yang terletak tak jauh dari objek wisata Pantai Labuang dan Pantai Palippis ini dikunjungi oleh wisatawan lokal, dan beberapa wisatawan lainnya dari luar daerah, serta pernah dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kab. Polman lewat paket tour dan travel.
Masyarakat sekitar dusun dan nelayan yang tinggal di daerah ini menjaga keindahan Gonda, mereka tak mencoba merusak dan menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak. Nelayan setempat hanya melalui bagian terumbu karang setiap hari untuk melaut dan menjadikan pesisir dan lebatnya hutan mangrove untuk sekedar menambatkan perahu. Ini alasan mengapa keindahan Gonda terjaga dan lestari. Pun jika terdapat nelayan lain yang mencoba menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak mereka akan mendapatkan teguran dari nelayan lokal di Gonda.
![]() |
| Keindahan bawah laut dengan terumbu karang mempesona di bawah laut dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar (Foto : Pusvawirna Natalia Muhtar) |
Kelebihan Gonda yaitu untuk bertemu terumbu karang tidak perlu terlalu jauh berenang dari pesisir pantai, apalagi jika Anda berniat untuk bertemu ratusan ikan-ikan kecil. Ada bagian titik terumbu karang dengan ikan yang berenang-renang tak jauh dari pantai. Jika ingin bertemu jenis- jenis karang yang beragam maka bergeraklah dari pantai menuju bagian laut yang lebih jauh. Ada jasa pengangkutan wisata yang dihidupkan oleh kerja sama pemuda dusun setempat dan nelayan lokal yang siap mengantarkan menuju titik penyelaman.
Jika berniat menyelam di Gonda, maka siapkanlah alat selam Anda sendiri, belum ada jasa wisata yang hidup dan menyediakan alat selam secara lengkap, hanya ada pilihan jasa untuk snorkling yang disediakan oleh pemuda setempat
Kontributor :
Foto : Pusvawrina Natalia Muhtar
Teks : Muhammad Tom Andari
Wisata, Wisata Polewali Mandar
Info awal yang kami terima bahwa
terdapat 7 pulau di gugusan yang terdapat di Kecamatan Binuang Polman, Sulawesi Barat.
Tapi setelah dikroscek di lokasi, ternyata terdapat 10 pulau yang
masing-masing letaknya seperti rangkaian. Adapun pulau terdepan bila
menarik garis lurus dari arah Tonyaman, pelabuhan utama untuk ke pulau,
disebut pulau Panampeang.
| Pulau Panampeang tampak di latar di sisi kiri sementara di kanan adalah Pulau Battoa, foto diambil dari pesisir Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih (Foto : Muhammad Tom Andari) |
Sempat
memasuki pulau tersebut dan di sana hanya ada sampah (dominan sandal
entah kiriman darimana), lumpur dan pepohonan bakau. Hampir seluruh
daratan pulau ini diisi oleh sampah sehingga tak salah bila kami
menyebutnya pulau sampah. Kami curiga pulau ini sesungguhnya tergenang
ketika air laut benar-benar pasang dengan tinggi ombak maksimal.
Menurut penuturan dan cerita para nelayan sekitar pulau-pulau kecil ini Panampeang adalah pulau yang penuh cerita mistis bagi para nelayan, ada sebuah kuburan yang letaknya di tengah pulau, ini yang ditakuti, dan konon ada cerita yang berkembang tentang seekor kuda tak kasat mata yang menjadi penjaganya.
Hal yang paling unik adalah karena dataran pulau Panampeang yang sangat rendah. Hal unik lain adalah berkunjunglah ke Pulau Panampeang jika ingin bertemu jenis kelomang berukuran besar.
Kontributor :
Foto : Muhammad Tom Andari
Foto : Muhammad Tom Andari
Teks : Ibnu Masyis, Muhammad Tom Andari
Wisata, Wisata Polewali Mandar
Pulau Dea-Dea, karena hari semakin sore, kami lanjut menyeberang ke Pulau Dea-Dea yang tepat berada tidak jauh di samping Pulau Landea.
Agak berbeda dengan Pulau Battoa dan Pulau Salamaq/ Pulau Tangnga yang agak gersang,
Pulau Dea-Dea boleh dikata merupakan pulau tersubur yang kami temui di
sana.
Kami menilai kesuburan dari rumputnya yang rimbun dan beragam
jenis pohon tumbuh di pulau ini. Sempat dapat kabar bahwa Pulau Dea-Dea
terkenal sebagai pulau kucing yang membuat
saya berpikir kira-kira bagaimana bau kotoran kucing akan sangat
menyengat di sana. Alhamdulillah kami tak bertemu seekor kucing-pun.
Malah yang ada di sana adalah pekuburan umum. Ternyata warga Pulau
Battoa yang tepat berhadapan dengan pulau ini menjadikan Pulau Dea-Dea
sebagai area pekuburan sekaligus tempat pembuangan kucing. Di pulau ini
juga terdapat bebatuan layaknya di Pulau Landea
dan di sana disediakan dua gasebo kecil tepat di bibir pantai: mungkin
diperuntukkan kepada para pemancing ikan. Sebenarnya terdapat satu lagi
pulau yang tepat berada di balik pulau ini hanya saja kami tidak sempat
mengunjungi. Cuman kami tahu bahwa pulau tersebut bernama Pulau
Tarrusang dan sekilas juga kayak tersambung dengan Pulau Dea-Dea.
Tahun 2014 masih ada dia biuah gazebo yang berdiri di ujung Pulau Dea-Dea didirikan dengan bantuan dari Dins Pariwisata Kab. Polewali Mandar, namun kunjungan terakhir pada tahun 2017 bangunan ini tak ada lagi, tak tersisa satupun bangunan gazebo.
Untuk soal kealamian Pulau Dea-Dea menjadi salah satu pulau yang dapat diandalkan, ini karena tak ada penghuni yang mendiami pulau ini. Dan satu hal yang jadi catatan bagi para pejalan dan petualang yang hendak menuju pulau ini, bahwa jika Anda berharap akan bertemu dengan ratusan kucing, maka itu tidak akan Anda temukan, berita yang beredar di forum-forum wisata nasional adalah bahwa Pulau ini sangat populer dengan pulau yang dihuni oleh ratusan kucing. Bahwa dari tampakan terakhir antara rentang waktu 2016-2017, tak ada kucing yang menghuni pulau ini, Pulau Gusung Toraja/ Pulau Pasir Putih lah yang saat ini memiliki kucing kampung liar, bukan pulau Dea-Dea.
Kontributor :
Foto : Ibnu Masyis
Foto : Ibnu Masyis
Teks : Ibnu Masyis, Muhammad Tom Andari
Objek Wisata, Wisata, Wisata Polewali Mandar
Pulau Landea, pulau ini relatif kecil dan terdiri atas dua bukit yang ketika laut
pasang, air akan masuk membelah atau memisahkan dua bukit tadi. Sehingga
ada yang menghitung bahwa Landea terdiri atas dua pulau. Dalam hal ini
kami hanya mencatat fenomenanya saja bahwa terdapat dua pulau di sini
pada situasi tertentu.
Kami sempat mengitari Pulau Landea dan pada sisi tertentu kita dapat melihat "batu mingnganga". Secara pribadi saya mengagumi pulau ini. Kalau pantai Majene identik dengan tebing dan karang- eksotiknya, maka kecantikan Pulau Landea
terletak pada bebatuan hidup - menyerupai batu sungai, yang
mengitarinya.
Menurut selera saya, ini sangat keren. Sayangnya, bila
dibandingkan Pulau Karamasang dan Pulau Gusung Toraja yang luas areal
pantainya, maka di pantai Landea sangat sempit dan berupa bebatuan yang
tidak memungkinkan orang banyak bersantai di sana. Bebatuan di bibir
pantainya hanya sekian meter ke dalam dan langsung berhadapan dengan
bukit. Tapi bebatuannya sangat eksotik dan terdapat pohon yang entah apa
namanya tumbuh di antara bebatuan menambah keindahan.
![]() |
| Pohon di Pulau Landea, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ibnu Masyis, 2014) |
Seperti dijelaskan mantan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar Drs. Darwin Badaruddin, yang saat ini menjabat sebagai Asisten II Bupati Polman Bidang Pembangunan dan Ekonomi. Bahwa penuturan beberapa warga lokal di Desa Tonyaman, Pulau Dea-dea (tetangga Landea) disebut
demikian karena di Pulau ini ditumbuhi alang-alang (dea-dea), sedang
Pulau Landea tidak ditumbuhi alang-alang. (seperti ada pengaruh bahasa
Arab "La" yang berarti tidak).
Sedang Pulau Dea-dea disebut juga Pulau Kucing karena di pulau ini terdapat banyak kucing, mungkin karena pulau ini dijadikan sebagai tempat pembuangan kucing bagi warga di sekitar pulau ini. Penyebutan nama Pulau kucing ini berawal dari kunjungan Praktik Pariwisata oleh siswa SMK Negeri 1 Polewali dari Program keahlian Usaha Jasa Pariwisata (sekitar tahun 2003), sayangnya jurusan dimaksud saat ini sudah ditutup. Dari aspek Tourism (wisata) sepertinya Brand "Pulau kucing" ini lebih menarik, apalagi bila ditindak lanjuti dengan budi daya berbagai spesies kucing.
Sedang Pulau Dea-dea disebut juga Pulau Kucing karena di pulau ini terdapat banyak kucing, mungkin karena pulau ini dijadikan sebagai tempat pembuangan kucing bagi warga di sekitar pulau ini. Penyebutan nama Pulau kucing ini berawal dari kunjungan Praktik Pariwisata oleh siswa SMK Negeri 1 Polewali dari Program keahlian Usaha Jasa Pariwisata (sekitar tahun 2003), sayangnya jurusan dimaksud saat ini sudah ditutup. Dari aspek Tourism (wisata) sepertinya Brand "Pulau kucing" ini lebih menarik, apalagi bila ditindak lanjuti dengan budi daya berbagai spesies kucing.
Kontributor :
Teks : Ibnu Masyis
Teks : Ibnu Masyis
Foto : Ibnu Masyis
Tulisan Paling Banyak Dibaca
-
Munu Beach, atau pantai Munu adalah sebuah objek wisata baru di kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang akhir - akhir ini populer di kalanga...
-
Dua batu ini menjadi saksi dan bukti sejarah lahirnya kesepakatan para leluhur kami di tanah Mandar. Di ikrarkan di wilayah kami yg kami ...
-
Sebut saja ini zi arah tradisi maritim (urgensi museum), yang saya lakukan ke kediaman sang legenda, Kapten Pahlawan Laut di Museum TNI A...
-
Kabupaten Majene baru saja memperingati hari jadinya, peristiwa tersebut dijadikan momentum bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan In...
-
Mosso, adalah desa yang letaknya di dataran tinggi kec. Balanipa, berjarak sekitar 6-7 km dari jalan poros Majene-Polewali, dapat diakses d...
-
Sulawesi Barat sebagai provinsi yang terbentuk pada tahun 2004, banyak menyimpan potensi wisata yang belum dimaksimalkan dengan baik. Objek...
-
Berbagi cerita beberapa hari yang lalu saya mengikuti kegiatan membantu tetangga "Mallele boyang" (mengangkat dan memindahkan r...
-
Pulau Tangnga (Pulau Salamaq), Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Melihat lebih dekat Pulau Tangnga (Lebih di kenal dengan pulau Sal...
-
Pengembangan wisata adalah mutlak membutuhkan fasilitas akomodasi, jika anda berada di kab. Majene provinsi Sulawesi Barat, dan ingin meman...
-
Mappakeqdeq boyang (mendirikan rumah) bersama dengan keluarga besar di Lambanan. Meakayyang adaqtaq mipasalili litaqtaq. Lambanan adalah de...
Labels
Air Terjun
Akomodasi
Alu
Anreapi
Aralle
Arsitektur
Artikel
Banggae
Banggae Timur
Batetangnga
Berita
Binuang
Budaya
Budaya Mandar
Budong-Budong
Bukit
Buku
Bulo
Campalagian
Caving
Figur
Foto
Foto Budaya
Foto Sejarah
Foto Wisata
Gasing
Goa
Gua
Hotel
Kalukku
Kalumpang
Kanang
Karya
Kecantikan
Kegiatan
Kerajaan Binuang
Komunitas
Kuliner
Limboro
Lingkungan
Literasi
Lomba
Luyo
Majene
Makam
Makassar
Malunda
Mamasa
Mambi
Mampie
Mamuju
Mamuju Tengah
Mamuju Utara
Mandar
Obje
Objek Wisata
Opini
Pamboang
Pantai
Pantai Sulbar
Pattae
Penja
Permainan Tradisional
Polewali Mandar
Rebana Mandar
Refleksi
Sandeq
Sandeq Race
Sejarah
Sendana
Seni
Senja
Situs Sejarah
Sulawesi Barat
Sungai
Sungai Mandar
Sutera Mandar
Tapalang
Tapango
Tappalang Barat
Tarian Mandar
Teater
Teluk Mandar
Tinambung
Tokoh
Trip
Tubo Sendana
Ulumanda
Video
Wisata
Wisata Majene
Wisata Mamasa
Wisata Mamuju
Wisata Mamuju Tengah
Wisata Mamuju Utara
Wisata Polewali Mandar
Wisata Polman
Wisma Penginapan
Wonomulyo












