Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar - Promosi Budaya, Sejarah, dan Wisata Mandar, Sulawesi Barat
Showing posts with label Wisata Majene. Show all posts
Foto Wisata, Objek Wisata, Wisata, Wisata Majene
Kami bersama jernihnya aliran air sungai kecil yang dinamai Salu Alambangan, berlatarkan hijaunya alam
yang masih asri. terletak di dusun Pamboborang, Desa Pamboborang,
kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat.
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
Salu Alambangan menawarkan air sungai yang dingin dan sejuk. Jika lelah dan letih mengelilingi Pamboborang, siang atau sore harinya dapat ditutup dengan kunjungan ke tempat wisata ini
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
![]() |
| Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan) |
Tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung dari remaja, pemuda-pemudi sekitar wilayah sekitar desa Pamboborang. tawa lepas hilangkan sejenak beban fikiran.
Kontributor :
Foto : Raspan
Objek Wisata, Wisata, Wisata Majene
Bukit Galung Paara, desa Pamboborang, kec. Banggae, kabupaten Majene, pemain baru objek wisata yang sedang hits di Majene. Destinasi yang coba dikembangkan oleh pemuda setempat, Diantara keunggulan objek wisata dataran tinggi ini yaitu dari puncak bukit dusun Galung Paara,
Desa Pamboborang, tampak pemandangan perbukitan kec. Pamboang dan
Puawang, Baruga Dhua. Walau ada banyak view seperti ini yang dapat ditemukan di Majene, Pamboborang menggabungkan dua are pedalaman dan pesisir. Ia berada di tengah-tengah.
Beberapa pekan terakhir sejak dilengkapi dengan fasilitas pendukung oleh komunitas pemuda setempat, bukit ini ramai dikunjungi, terutama saat sore hari. Fasilitas ayunan, jembatan sederhana dengan jalur marka jalan menjadi tempat bagi remaja dan pemuda setempat melakukan swafoto, baik selfie atau wefie. Berikut ini adalah beberapa dokumentasi foto di bukit Galung Paara.
![]() |
| Fasilitas berfoto like dan share media sosial facebook yang disediakan oleh pengelola di bukit Galung Paara (foto : Raspan) |
Untuk skala remaja dan generasi milenial, Galung Paara menyediakan beberapa properti berfoto seperti hasil foto diatas, like dan share media sosial facebook. Bentuk promosi objek wisata secara tidak langsung yang dapat membuat Galung Paara menjadi lebih dikenal.
![]() |
| View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
![]() |
| Fasilitas foto jembatan dengan view latar belakang perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
![]() |
| Fasilitas landmark Youtube di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
![]() |
| View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene (foto : Raspan) |
Menurut pemuda setempat, Raspan (penggagas Sulbar creative), ini adalah titik strategis menikmati dan menatap
keindahan perkebunan dan suguhan pemandangan gugusan pegunungan Pamboang
dan Puawang. Di titik ini lah,
cikal bakal agrowisata di desa Pamboborang nantinya kelak akan dikembangkan. Juga ada harapan melihat peluang ditengah menggeliatnya
bisnis pariwisata yang cukup menjanjikan.
Kontributor :
Foto : Raspan
Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari
Sendana, Wisata, Wisata Majene
Air Terjun Puttada, adalah air terjun yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene. Potensi wisata yang belum dilirik oleh banyak pengunjung ini berada di dusun Puttada Utara. Wilayah desa Puttada merupakan dataran tinggi di Sendana, memiliki jejak histori awal mula peradaban dan perkembangan kerajaan Sendana yang menjadi cikal bakal peradaban di seluruh wilayah Sendana.
![]() |
| Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Puttada sendiri mudah diakses, dari jalur lintas darat Sulawesi Barat di poros kecamatan Sendana setelah daerah desa Lallatedong jika dari kota kabupaten Majene maka Anda diharuskan berbelok ke arah kanan menuju perbukitan.
Puttada memiliki potensi air terjun yang belum banyak dilirik oleh orang-orang, nama air terjun yang sama dengan nama desa disematkan untuk air curah dengan ketinggian sekitar lebih 5 meteran ini. Jika melihat bentukan batuannya maka air terjun ini tidak berbeda jauh dengan air terjun Lembang di desa Limbua, kec. Sendana. Ada bagian batuan yang datar diatas permukaan sungai kecil dan jatuh ke dalam kolam berukuran besar. Di bagian bawah orang-orang dapat menikmati mandi di dalam kolam dengan kedalaman yang sedang. Sementara debit air cukup stabil jatuh dari aliran sungai yang ada diatasnya.
![]() |
| Air Terjun Puttada dengan kolam besar di dasar nya di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
![]() |
| Pemuda setempat yang berwisata di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Bagian dasar air terjun dengan kolam ukuran sedang adalah tempat yang paling sering dijadikan tempat berfoto dengan latar air yang sedang jatuh. Tempat yang sangat pas untuk mendapatkan efek "shower" seperti di kamar mandi hotel-hotel bintang lima, namun ini alami, air yang jatuh tak pernah berhenti dan bisa memberi efek pijatan yang menenangkan untuk permukaan kepala.
![]() |
| Berfoto di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Tingkat ketinggian air terjun yang tidak terlalu tinggi menjadikan air terjun Puttada seru untuk dijelajahi, ia juga cenderung aman untuk didatangi, tak perlu terlalu jauh memanjat ke atasnya untuk melihat aliran sungai di atasnya.
![]() |
| Berfoto di Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Alaminya aliran air terjun Puttada Sendana bisa dirasakan dari kesegaran airnya saat menyentuh kaki, seperti saat sebelum sampai ke titik utama air terjun. Aliran sungai kecil yang dilalui menjadi awal penanda kesan yang didapatkan saat menuju air terjun ini.
![]() |
| Jalur menuju Air Terjun Puttada yang terletak di desa Puttada, kecamatan Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Ghalib) |
Kontributor :
Foto : Muhammad Ghalib
Teks : Muhammad Ghalib, Muhammad Tom Andari
Berita, Majene, Wisata Majene
Ritual baca selamatan dan pembersihan pembukaan calon tempat wisata
bahari pantai pasir putih "Lembang Bonde Pute" dilakukan kemarin (23/08/2017) di pesisir Desa Tubo, Kecamatan Tubo
Sendana, Kab. Majene.
Satu lagi calon objek wisata yang baru saja dimulai perintisannya di
kabupaten Majene. Lembang Bonde Pute, terletak di desa Tubo, kecamatan
Tubo Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ini adalah lokasi yang
nantinya akan dikembangkan menjadi pilihan objek wisata di desa Tubo.
Tubo adalah wilayah dalam kecamatan Tubo Sendana yang banyak memiliki
potensi objek wisata bahari. Ratusan meter pantai dengan sisi pasir yang
putih dan bersih di sepanjang jalur jalan trans Sulawesi Barat. Jika
melalui jalur darat Majene-Mamuju maka daerah-daerah in akan terlihat.
Hal ini yang kemudian dimaksimalkan potensinya dan akan dikelola oleh
masyarakat desa Tubo bersama dengan dukungan aparat pemerintah desa
Tubo.
![]() |
| Tradisi pembacaan doa dalam pembukaan objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
![]() | ||
| Tradisi pembacaan doa dalam pembukaan objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
![]() |
| Tradisi pembacaan doa dalam pembukaan objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
Lembang Bonde Pute akan dikembangkan dengan kemitraan bersama pemerintah desa Tubo dengan penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa, dukungan finansial yang saat ini banyak digunakan untuk membantu pelaksanaan program pariwisata di tingkat desa di kabupaten Majene. Hal yang sama juga berlaku di kecamatan tetangga yaitu kecamatan Sendana, dimana pemerintah desa memasukkan program pengadaan fasilitas untuk objek wisata dengan menggunakan anggaran dari ADD desa setempat. Hal sederhana yang dapat membantu desa mengembangkan potensi wisatanya secara mandiri.
![]() |
| Kegiatan pembersihan lokasi objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
![]() |
| Jalur masuk objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
Potensi pasir putihnya yang putih alami dengan tekstur yang halus dan berukuran kecil merupakan unggulan yang akan ditawarkan kepada para pengunjung, hal yang mungkin jarang dijumpai di kabupaten-kabupaten lain di wilayah provinsi Sulawesi Barat.
![]() |
| Selfie dengan latar kegiatan ritual di objek wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya) |
![]() |
| Latar pasir putih wisata Lembang Bonde Pute di desa Tubo, kec. Tubo Sendana, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi Djaya |
Untuk soal pantai Pasir Putih, wilayah Tubo Sendana tak bisa dikesampingkan, dari sekian daerah di kabupaten Majene ia memiliki wilayah pantai dengan pasir putih yang paling panjang.
Kontributor :
Foto : Hasbi Djaya
Teks : Hasbi Djaya, Muhammad Tom Andari
Wisata, Wisata Majene
Desa Tubo Tengah Majene berada di kecamatan Tubo Sendana, kabupaten Majene, provinsi Sulawesi Barat. Desa ini berada di jalur lintas trans Sulawesi Barat kabupaten Majene dan Mamuju. Sebelumnya Tubo masuk kedalam kecamatan Sendana, namun menurut peraturan pemerintah wilayah Tubo kemudian dimekarkan menjadi satu kecamatan tersendiri yaitu kecamatan Tubo Sendana.
Tubo sebagai wilayah yang baru dimekarkan memiliki banyak pesona keindahan yang masih alami, sedikit tersentuh dan jarang dijamah, daerah yang jarang disentuh oleh manusia biasanya menyajikan pesona yang masih asli. Hal ini yang dimiliki Tubo Tengah, dari pesisir laut, pantai, dan daerah pedalaman dan perbukitannya.
Daerah yang paling mudah diakses dari jalur trans Sulawesi adalah pesona pantai-pantainya yang cantik dan menawan, dengan pasir putih bersih dan bebatuan tebing. Jika Anda seorang pencinta laut maka Tubo Tengah memberikan jaminan yang sangat apik. Pemandangan laut bersih dengan batuan karang di dasar permukaannya adalah pemandangan biasa di Tubo, khususnya di Tubo Tengah.
![]() |
| Pantai di desa Tubo Tengah, kecamatan Tubo Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Oput Appu) |
Lalu untuk soal perbukitannya, tidak begitu jauh dari pesisir hanya sekitar 500 meter - 1 km, dan dari puncak bukit-bukitnya, latar pantai pasir putih diantara teluk-teluk kecil juga adalah pemandangan yang akan sangat umum Anda temukan.
![]() |
| Perbukitan dengan latar pntai di desa Tubo Tengah, kecamatan Tubo Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Oput Appu) |
Jika beruntung dan masuk musim cumi, maka kuliner seafood ini dapat Anda temukan ditangkap oleh nelayan dan dijual di pasar tradisional di Tubo Tengah, Anda dapat menikmatinya di tepian pantai untuk kemudian diolah dengan cara direbus atau dengan dibakar.
![]() |
| Kuliner cumi bakar di desa Tubo Tengah, kecamatan Tubo Sendana, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Foto : Oput Appu) |
Foto : Oput Appu
Teks : Muhammad Tom Andari
Wisata, Wisata Majene
Munu Beach, atau pantai Munu adalah sebuah objek wisata baru di kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang akhir -
akhir ini populer di kalangan traveller dan wisatawan lokal. Lokasinya berdampingan dengan
objek wisata Pantai Dato dan Pantai Leppe. Tepat diantara dua pantai di dusun Pangale, kelurahan Baurung, kec. Banggae Timur, kab. Majene.
Tampak
depan fasilitas yang dibuat di Pantai Munu jauh dari kesan eksklusif
apalagi jika dibandingkan dengan Kafe Diaz yang berada disebelahnya, ini
karena Pantai Munu dikelola oleh kelompok wisata yang dimotori oleh
pemuda setempat. Walau sederhana, tak mengurangi potensinya.
![]() |
| Area depan kawasan wisata pantai Munu Majene (Foto : Hasbi) |
Pantai
Munu memiliki area pasir putih yang cantik dengan pohon kelapa yang
rindang dan beberapa tiaang alami dari batang pohon yang dapat dijadikan
tempat mengikat hammock (ayunan gantung)
![]() |
| Hammocking di Pantai Munu Majene (Foto : Hasbi) |
![]() |
| Area parkir di kawasan wisata pantai Munu Majene (Foto : Hasbi) |
Pantai Munu memiliki area parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan beroda dua dan beroda empat dengan tarif parkir yang harus Anda bayar. Saat ini tak ada retribusi masuk ke Pantai Munu.
Pantai Munu cukup diminati para pengunjung
karena view nya yang tak kalah dengan objek wisata dua pantai disebelahnya. Meskipun
terbilang baru, fasilitas yang disedikan pengelola di tempat ini cukup baik. Ada gazebo (rumah peristirahatan), peralatan snorkling, banana boat, bahkan hingga flying fox.
![]() |
| Fasilitas Gazebo di Pantai Munu Majene (Foto : Hasbi) |
Terdapat setidaknya empat gazebo yang menghadap pantai dan berukuran sedang, sedang satunya adalah gazebo yang berukuran lebih besar yang terletak di tengah. Untuk satu gazebo kecil ditawarkan dengan harga Rp 5.000 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
![]() |
| Peralatan snorkling di Pantai Munu Majene (Foto : Hasbi) |
Jika ingin menikmati bawah laut di lepas Pantai Munu, maka Anda dapat menikmatinya dengan menyewa peralatan snorkling lengkap dengan masker, snorkle, serta fin (kaki katak) tarifnya murah hanya Rp 25.000 untuk sekali pakai dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
Menurut pengelola, objek wisata Pantai Munu belum sepenuhnya rampung, masih
dalam tahap pengembangan, hingga mungkin terdapat fasilitas yang belum lengkap. Satu hal yang patut diapresiasi buat sekelompok anak
muda lokal yang berani membuka sebuah objek wisata baru ini.
Kontributor :
Teks : Hasbi
Foto : Hasbi
Wisata, Wisata Majene
Potensi yang tumbuh. Munu' Beach di lingkungan Leppe terus
berbenah dalam senyap segala keterbatasannya. Semua tidak lain dalam rangka upaya untuk melakukan kontribusi
sosial masyarakat baik secara personal maupun kolektif di lingkungan
sekitar bahkan sampai ke pemerintah.
![]() |
| Salah satu spot foto di kawasan wisata Pantai Munu Majene (Foto : Hamdan Afriadam) |
Pengelola menganggap tanggal 2 Juli 2017 adalah momentum
baik untuk peresmian kawasan wisata pantai Munu', karena waktu tersebut nuansa hari raya Idul Fitri masih terasa kuat, orang-orang masih melakukan kegiatan refreshing pasca
lebaran. Pada saat yang sama sistem/regulasi pengelolaan dimulai bedasarkan
komponen sehingga dapat berwujud menjadi kawasan wisata, dibawah pengelolaan Pokdarwis, pemilik
lahan, dan para pemodal atau yang melakukan investasi usaha.
![]() |
| Fasilitas gazebo di area Pantai Munu, Leppe Majene (foto : Hamdan Afriadam) |
![]() |
| Area Pantai Munu, Leppe Majene yang tak jauh dari Pantai Dato (foto : Hamdan Afriadam) |
Kemudian, dalam
peresmian tersebut pengelola Pantai Munu bermaksud untuk menampilkan segala seni-budaya
lokal jika kas pengelola memungkinkan. Karena pengelola menganggap bahwa salah satu nilai jual untuk
go internasional dalam pasar pariwistata adalah tawaran aspek budaya yang menjual. Mohon doanya untuk kami pengelola Pantai Munu agar dapat mewujudkannya, hingga tema "Wisata Bermutu, Majene Go Internasional" adalah tema yang kami pilih.
Tulisan Paling Banyak Dibaca
-
Munu Beach, atau pantai Munu adalah sebuah objek wisata baru di kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang akhir - akhir ini populer di kalanga...
-
Dua batu ini menjadi saksi dan bukti sejarah lahirnya kesepakatan para leluhur kami di tanah Mandar. Di ikrarkan di wilayah kami yg kami ...
-
Sebut saja ini zi arah tradisi maritim (urgensi museum), yang saya lakukan ke kediaman sang legenda, Kapten Pahlawan Laut di Museum TNI A...
-
Kabupaten Majene baru saja memperingati hari jadinya, peristiwa tersebut dijadikan momentum bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan In...
-
Mosso, adalah desa yang letaknya di dataran tinggi kec. Balanipa, berjarak sekitar 6-7 km dari jalan poros Majene-Polewali, dapat diakses d...
-
Sulawesi Barat sebagai provinsi yang terbentuk pada tahun 2004, banyak menyimpan potensi wisata yang belum dimaksimalkan dengan baik. Objek...
-
Berbagi cerita beberapa hari yang lalu saya mengikuti kegiatan membantu tetangga "Mallele boyang" (mengangkat dan memindahkan r...
-
Pulau Tangnga (Pulau Salamaq), Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Melihat lebih dekat Pulau Tangnga (Lebih di kenal dengan pulau Sal...
-
Pengembangan wisata adalah mutlak membutuhkan fasilitas akomodasi, jika anda berada di kab. Majene provinsi Sulawesi Barat, dan ingin meman...
-
Mappakeqdeq boyang (mendirikan rumah) bersama dengan keluarga besar di Lambanan. Meakayyang adaqtaq mipasalili litaqtaq. Lambanan adalah de...
Labels
Air Terjun
Akomodasi
Alu
Anreapi
Aralle
Arsitektur
Artikel
Banggae
Banggae Timur
Batetangnga
Berita
Binuang
Budaya
Budaya Mandar
Budong-Budong
Bukit
Buku
Bulo
Campalagian
Caving
Figur
Foto
Foto Budaya
Foto Sejarah
Foto Wisata
Gasing
Goa
Gua
Hotel
Kalukku
Kalumpang
Kanang
Karya
Kecantikan
Kegiatan
Kerajaan Binuang
Komunitas
Kuliner
Limboro
Lingkungan
Literasi
Lomba
Luyo
Majene
Makam
Makassar
Malunda
Mamasa
Mambi
Mampie
Mamuju
Mamuju Tengah
Mamuju Utara
Mandar
Obje
Objek Wisata
Opini
Pamboang
Pantai
Pantai Sulbar
Pattae
Penja
Permainan Tradisional
Polewali Mandar
Rebana Mandar
Refleksi
Sandeq
Sandeq Race
Sejarah
Sendana
Seni
Senja
Situs Sejarah
Sulawesi Barat
Sungai
Sungai Mandar
Sutera Mandar
Tapalang
Tapango
Tappalang Barat
Tarian Mandar
Teater
Teluk Mandar
Tinambung
Tokoh
Trip
Tubo Sendana
Ulumanda
Video
Wisata
Wisata Majene
Wisata Mamasa
Wisata Mamuju
Wisata Mamuju Tengah
Wisata Mamuju Utara
Wisata Polewali Mandar
Wisata Polman
Wisma Penginapan
Wonomulyo




































