, , ,

    Kami bersama jernihnya aliran air sungai kecil  yang dinamai Salu Alambangan, berlatarkan hijaunya alam yang masih asri. terletak di dusun Pamboborang, Desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat. 

    salu alambangan pamboborang
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    Salu Alambangan menawarkan air sungai yang dingin dan sejuk. Jika lelah dan letih mengelilingi Pamboborang, siang atau sore harinya dapat ditutup dengan kunjungan ke tempat wisata ini

    salu alambangan pamboborang banggae
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    salu alambangan pamboborang majene
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)



    salu alambangan pamboborang banggae majene
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)



    view salu alambangan pamboborang
    Salu Alambangan, jernihnya sungai kecil di desa Pamboborang, kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (foto : Raspan)
    Tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung dari remaja, pemuda-pemudi sekitar wilayah sekitar desa Pamboborang. tawa lepas hilangkan sejenak beban fikiran.

    Kontributor :
    Foto : Raspan
    Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari

    , ,

    Bukit Galung Paara, desa Pamboborang, kec. Banggae, kabupaten Majene, pemain baru objek wisata yang sedang hits di Majene. Destinasi yang coba dikembangkan oleh pemuda setempat, Diantara  keunggulan objek wisata dataran tinggi ini yaitu dari puncak bukit dusun Galung Paara, Desa Pamboborang, tampak pemandangan perbukitan kec. Pamboang dan Puawang, Baruga Dhua. Walau ada banyak view  seperti ini yang dapat ditemukan di Majene, Pamboborang menggabungkan dua are pedalaman dan pesisir. Ia berada di tengah-tengah. 

    Beberapa pekan terakhir sejak dilengkapi dengan fasilitas pendukung oleh komunitas pemuda setempat, bukit ini ramai dikunjungi, terutama saat sore hari. Fasilitas ayunan, jembatan sederhana dengan jalur marka jalan menjadi tempat bagi remaja dan pemuda setempat melakukan swafoto, baik selfie atau wefie. Berikut ini adalah beberapa dokumentasi foto di bukit Galung Paara. 

    Fasilitas berfoto like dan share media sosial facebook yang disediakan oleh pengelola di bukit Galung Paara (foto : Raspan)
    Untuk skala remaja dan generasi milenial, Galung Paara menyediakan beberapa properti berfoto seperti hasil foto diatas, like dan share media sosial facebook. Bentuk promosi objek wisata secara tidak langsung yang dapat membuat Galung Paara menjadi lebih dikenal.

    View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)
    Untuk soal pemandangan bukit dan potret saat senja, Galung Paara bisa diandalkan, ketinggiannya yang berkisar beberapa mdpl , menawarkan pemandangan barisan perbukitan dengan ladang petani lokal yang dapat disaksikan dari puncak bukit. 

    Fasilitas foto jembatan dengan view latar belakang perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)
    Fasilitas landmark Youtube  di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)

    View objek wisata perbukitan di Galung Paara, desa Pamboborang, Kec. Banggae, kab. Majene  (foto : Raspan)
    Menurut pemuda setempat, Raspan (penggagas Sulbar creative), ini adalah  titik strategis menikmati dan menatap keindahan perkebunan dan suguhan pemandangan gugusan pegunungan Pamboang dan Puawang. Di titik ini lah, cikal bakal agrowisata di desa Pamboborang nantinya kelak akan dikembangkan. Juga ada harapan melihat peluang ditengah menggeliatnya bisnis pariwisata yang cukup menjanjikan.

    Kontributor : 
    Foto : Raspan
    Teks : Raspan, Muhammad Tom Andari
     

    , , ,

    Air terjun Saluwu, nama air terjun ini, terletak didalam wilayah administrasi desa Wulai, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Mamuju Utara. Desa Wulai adalah desa yang terletak di bagian Timur Bambalamotu dan terbilang sulit untuk diakses, butuh menyeberang sungai Pasangkayu untuk sampai ke desa ini, Sungai Pasangkayu adalah sungai yang sangat lebar di Mamuju Utara dan cukup dalam serta tak pernah surut sepanjang tahun, walau musim kemarau datang.  Namun ketika menjejakkan kaki dalam wilayahnya maka Anda akan menemukan bagian desa yang secara umum tidak tertinggal. Fasilitas dan perangkat desa cukup lengkap dalam wilayahnya. 

    Wulai memiliki Air terjun Saluwu, sebagai potensi destinasi wisata petualangan, khas bagi pejalan yang menyukai alam bebas. Untuk sampai ke titik utama air terjun Saluwu cukup sulit, menurut mereka yang pernah menjejakkan kaki ke wilayahnya. Butuh nyali besar untuk sampai ke air terjun Saluwu, akses dari jalur jalan berkisar 5 km untuk sampai ke air terjun, dan kemudahan menuju lokasi utama tergantung cuaca. Jika sedang hujan maka akses bisa menjadi sulit dan waktu tempuh menjadi lama. 

    air terjun saluwu desa wulai bambalamotu mamuju utara
    Air terjun Saluwu di desa Wulai, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Mamuju Utara, provinsi Sulawesi Barat (Foto : Mardin)
    Tampak sekilas Air Terjun Saluwu masih sangat alami, jarang dijamah pengunjung, dan hanya menjadi buah bibir di masyarakat lokal atau sekitar penduduk desa Wulai. Dari desa Wulai ke batas hutan Sulawesi Tengah hanya berjarak sekitar 10 km saja, ini bagian wilayah Sulawesi Barat yang berada di bagian paling ujung.

    air terjun saluwu desa wulai bambalamotu matra
    Air terjun Saluwu di desa Wulai, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Mamuju Utara, provinsi Sulawesi Barat (Foto : Mardin)
    Wilayah desa Wulai menjadi bagian yang juga menarik untuk dijelajahi, ada ragam potret budaya yang dapat disaksikan di wilayah desanya dari potret masjid dan gereja yang berdiri hingga ketenteraman warga desa dalam menjalankan aktivitas kesehariannya dari kegiatan bertani dan berladang kelapa sawit serta beternak. 

    Kontributor :
    Foto : Mardin
    Teks : Mardin, Muhammad Tom Andari

    , , ,

    Satu lagi pesona wisata tersembunyi yang kini ditawarkan oleh kabupaten Mamuju Tengah, pecahan kabupaten Mamuju. Daerahnya yang memiliki banyak kawasan hutan dan daerah pedalaman yang masih rimbun menyajikan sajian wisata air terjun dengan debit air yang menjadi sumber aliran sungai Budong-Budong. Air terjun Lumu wisata petualangan baru bagi para penjelajah alam pedalaman, terletak di Salu Lisu, di hulu sungai Budong Budong, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, provinsi Sulawesi Barat.
    Akses menuju air terjun Lumu terbilang sangat ekstrim dan sulit diakses, jika menelusurinya sendiri niscaya Anda tak akan pernah sampai rimbunnya hutan dan tak adanya petunjuk jalan jelas menjadi penyebabnya, apalagi jika hanya dengan mengandalkan petunjuk lisan atau bahkan petunjuk tulian. Menuju air terjun Lumu mutlak dengan bantuan seorang pemandu. Seperti yang dialami seorang pemuda Mamuju Tengah Rahmien Mahrul yang pernah mencoba menelusuri air terjun ini, ia harus kembali karena tak menemukan air terjun dengan banyak tingkatan ini.  

    Air Terjun Lumu, di daerah Lumu, desa Salu Lisu, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Foto : Zulkarnain Bonja)
    Satu-satunya publikasi dokumentasi yang terbaru diperoleh dari air terjun ini adalah dari  pegawai, bakti rimbawan KPHP Budong Budong dan mahasiswa magang Kehutanan UNISMUH Makassar pada tahun 2016 lalu, seperti yang dijelaskan oleh Zulkarnain Bonja setelah menelusuri langsung dan mendokumentasikan keindahan air terjun dengan debit air yang deras ini.

    Dijelaskan lebih lanjut oleh Rezky Amalia Sari dari pihak UPTD KPH Budong-Budong yang bersama masyarakat setempat dan mahasiswa kehutanan Unismuh yang menadatangi langsung Air Terjun Lumu.  Air terjun berada di daerah Lumu, desa Salu Lisu , kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah. Akses terakhir yang bisa ditempuh sampai ke Salu Andeang menggunakan perahu, kemudian untuk sampai ke Salu Lisu harus ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 10 km jarak datar untuk sampai ke air terjun ini. 

    Gambaran umum akses ke Air Terjun Lumu adalah sangat menguras tenaga, untuk sampai ke titik utama air terjun terdapat medan terakhir yang sangat ekstrim,  karena terdapat bagian hutan rimbun padat yang harus dilalui, bahkan masyarakat setempat juga tak pernah menjamahnya, ada banyak jalinan pohon dan untaian rotan yang dilalui, dan tidak menutup kemungkinan rotan kadanag digunakan sebagai alat bantu menanjak atau ada medan yang terjal.

    Rumah kebun terakhir yang akan ditemui berjarak sekitar 2-3 km dari air terjun Lumu, pengunjung dapat menginap di lokasi ini untuk memulihkan stamina. Dari rumah sederhana ini, perjalanan dengan jalan kaki dapat ditempuh dari Salu Lisu, sore harinya akan sampai di pondok terakhir, esoknya perjalanan di lanjutkan kembali. Tak cukup menggunakan waktu sehari untuk sampai dan pulang dari Air Terjun Lumu, karena aksesnya yang sangat sulit. Namun, akses yang sulit diganjar dengan keindahan alami Air Terjun Lumu, dengan tingkatan beragam, dengan tanaman hijau tumbuh alami di sisi jatuhnya air terjun.

    Air Terjun Lumu, di daerah Lumu, desa Salu Lisu, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Foto : Rahmien Mahrul)
    Bagian bawah air terjun Lumu  amsih menyajikan pesona rangkaian lengkap dari air terjun ini, debitnya masih sangat besar degan arus yang deras. Tim KPHP Budong-Budong dan mahasiswa Unismuh serta pemandu masyarakat setempat merasakan langsung kealamian air terjun ini. 

    Air Terjun Lumu, di daerah Lumu, desa Salu Lisu, kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Foto : Rezky Amalia Sari)
    Mamuju Tengah menyajikan pesona alami objek wisata, walau aksesibilitas yang menjadi syarat utama sebuah objek wisata dapat menjadi syarat untuk daya tarik wisata, namun Air Terjun Lumu dapat menjadi tujuan bagi mereka para pencinta wisata petualangan yang memiliki daya jelajah tinggi dan semangat pantang menyerah menemukan keindahan alam Mamuju Tengah.

    Kontributor :
    Teks : Rezky Amalia Sari, Rahmien Mahrul, Zulkarnain Bonja
    Foto : Rezky Amalia Sari, Rahmien Mahrul, Zulkarnain Bonja  

    , ,

    Objek wisata air terjun Sipajolangi, terletak di pelosok desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tepatnya di daerah Penanian, bagian timur Kampung Biru. Lokasinya tak jauh dari air terjun Kambellun yang memiliki sign penanda di jalur poros Binuang. Air terjun ini tak begitu terkenal, namun yang membuatnya istimewa adalah ia menjadi tempat mandi bagi raja pertama Binuang yang bernama Sipajolangi. Konon di lokasi ini menjadi tempat Sipjolangi dimandikan oleh kakeknya dan jejak batu tempat duduk Sipajolangi masih dapat ditemukan tak jauh dari lokasi air terjun.

    air terjun sipajolangi binuang polewali mandar
    Air Terjun Sipajolangi di Penanian, desa Batetangnga, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Adnan Syaifullah)
    Siapa Sipajolangi ? Sippajolangi, adalah Raja Binuang pertama dari suku Pattae. Saat ia menjadi Raja, Ibukota kerajaan dipindahkan dari daerah Ammassangan ke Binuang. Maka disebut Kerajaan Binuang. Anak perempuan Sippajolangi bernama I We Tenripada menikah dengan Abdurrahim Kamaluddin, Tosalamaq di Binuang. Tokoh yang pertama kali membawa ajaran Islam ke wilayah kerajaan Balanipa dan makamnya kini dapat ditemukan di Pulau Tangnga atau Pulau Salamaq di wilayah kepulauan Binuang dalam wilayah administrasi kelurahan Amassangan.
     
    Untuk menuju air terjun Sipajolangi Anda dapat melalui jalur utama menuju desa Batetangnga di sekitar kawasan kedai buah-buahan di kec. Binuang, jalur poros utama menuju kab. Pinrang. Setelah melalui objek wisata Rawa Bangun dalam waktu tempuh 5 menit dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi utama air terjun sekitar 15 menit. 

    Kontributor :
    Teks : Muhammad Adnan Syaifullah, Rajab Ashari
    Foto : Muhammad Adnan Syaifullah

    , ,

    Suka dengan sunset (matahari terbenam)? jika iya dan Anda berada di Mamuju, Sulawesi Barat mengapa tak berkunjung ke Pantai Tappandulu, di desa Tappandulu, kec. Simboro, kab. Mamuju, Sulawesi Barat. Pantai yang cukup panjang dengan struktur pasir mendekati putih ini mudah diakses dari kota kabupaten Mamuju.

    Hal yang paling menarik di pantai Tappandulu dan dapat Anda nikmati setiap sore adalah pemandangan sunsetnya, pandangan langsung sang surya yang hilang di garis horizon laut sajian yang sangat apik. 

    sunset pantai tappandulu mamuju
    View sunset yang indah di Pantai Tappandulu, kec. Simboro, kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Zulkifli Zain)
    Jika ingin lebih menikmati dan mendalami warna sunset yang perlahan berubah dari merah jingga maka menginaplah di pesisir pantai, ada pilihan membawa dan mendirikan tenda di bibir pantai bagi para pengunjung.

    sunset di pantai tappandulu mamuju
    View sunset yang indah di Pantai Tappandulu, kec. Simboro, kab. Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Zulkifli Zain)

    Kontributor :
    Teks : Muhammad Tom Andari
    Foto : Zulkifli Zain


    , ,

    Sarambu Tai Bai atau air terjun Tai Bai terletak di dusun Marende desa Kaleok, kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Air terjun Tai Bai juga biasa dikenal dengan nama air terjun kembar.

    Untuk akses ke air terjun ini bisa dibilang cukup mudah, tetapi ketika sudah hampir sampai di air terjun Anda harus melewati jalanan yang agak kecil dan menanjak. Perjalanan ke air terjun ini, dari arah kota Polewali, bisa memakan waktu kuarang lebih 25 menit. Setelah pos polisi Mirring, Anda bisa belok ke arah kiri ( dari arah kota Polewali ) yakni menuju ke desa Amola - Tanete. Sepanjang jalan Anda bisa bertanya kepada penduduk setempat tentang letak air terjun.

    air terjun tai bai binuang polman
    Air terjun Tai Bai di desa Amola, kec. Binuang, kab. Paolewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Alif Bahri)
    Sesampai di tempat dimana kita memakirkan motor, Anda akan berjalan sepanjang 1 km melewati kebun kakao dan hutan, tetapi hati hati, jangan sampai Anda tersesat, tetaplah mengikuti rute jalan yang benar. Setelah melewati kebun kakao, akan ada 2 jalur terpisah yakni kiri dan kanan, jangan sampai Anda terkecoh karna ada suara sungai yang mengarah ke bawah ( jalur kanan ), Anda harus memilih jalur kanan yang agak menanjak. Lebih amannya Anda harus tetap bertanya tanya kepada penduduk setempat.

    Sesampai di air terjun, anda akan disuguhkan pemandangan air terjun kurang lebih 30 meter, serta tebing tebing batu yang menjulang tinggi, juga udara yang sejuk serta dinginnya percikan percikan air terjun.
    *nb : lebih amannya anda harus tetap bertanya kepada penduduk setempat ataau mencari pemandu menuju lokasi air terjun

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Foto : Alif Bahri


Top