, , ,

    Jika wilayah pesisir (Pitu Baqbana Binanga, konfederasi kelompok 7 kerajaan di wilayah muara sungai) terkenal akan buah langsat dan duriannya, maka Kami dari Aralle-Mambi wilayah pegunungan (Pitu Ulunna Salu, konfederasi kelompok 7 kerajaan di hulu sungai) bangga akan buah manggis, mengapa? karena buah ini telah menjadi ikon/identitas diwilayah Pitu Ulunna Saluq. 

    Buah manggis sepertinya cocok dengan iklim pedalaman di Aralle dan Mambi, daerah hijau yang diliputi bukit-bukit dan gunung, kelembaban dan suku tanahnya seolah sahabat untuk buah ini, karena itu dimanapun ia ditanam maka manggis akan berbuah dengan mudah, tanpa harus mendapatkan perawatan ekstra, buah manggis di daerah ini seolah-olah tumbuh dengan "santai"

    Buah Manggis dari Aralle dan Mambi di kabupaten Mamasa
    Buah Manggis dari Aralle dan Mambi di kabupaten Mamasa (Foto : Marma Afifah)
    Hampir setiap dusun dan rumah warga yang memiliki kebun pasti selalu memiliki pohon manggis, dan jika musimnya tiba maka pasar Mambi dan pasar Aralle akan menjadi lautan manggis, lalu harga buah ini saat puncak musimnya akan jatuh  dan sangat murah. 

    Buah manggis di Aralle dan Mambi selalu menjadi buah tangan (oleh-oleh) bagi setiap masyarakat Pitu Ulunna Saluq ketika hendak berangkat dari kampung menuju perantauan dimana ia tinggal. 

    Kontributor : Andi Muhammad Suryadi

    Terung belanda atau terong belanda adalah jenis tanaman anggota keluarga terung-terungan (Solanaceae) yang mulai di kembangkan di Bogor Jawa Barat sejak tahun 1941. Di Indonesia terung ini mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada waktu itu sehingga dikenal dengan nama terung belanda, padahal buah tersebut berasal dari daerah Amazon di Amerika Latin.

    Terung belanda aslinya berasal dari Peru, dan sekarang sudah umum dijumpai di daerah tropis. Tumbuh baik di pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian 1000 mdpl. Di Jawa Barat dahulu dapat ditemui sedari 450-1700 mdpl. Menghendaki tanah yang kaya akan hara, drainase yang baik, dan tanah yang lembab dan dingin. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

    Di Kab. Mamasa juga dapat kita jumpai buah Terong Belanda di kios buah pinggir jalan poros Mamasa mulai dari Desa Kelapa Dua, Kec.Messawa, Kec,Sumarorong hingga di pasar kota Mamasa, bisa kita lihat pada foto dibawah buah Terong Belanda yang direnteng berada di kios pusat penjualan buah. Harga buah terong belanda Rp.5000,- /renteng dan dalam 1 renteng terdapat 5 biji buah Terong Belanda.
     
    terong belanda yang dijual di kab. mamasa sulawesi barat
    terong belanda yang dijual di kab. mamasa sulawesi barat (Foto : Wawan Virgiawan)
    Terong belanda di Kab.Mamasa juga masuk dalam menu hidangan minuman jus dibeberapa warung makan dan jus Tamarilla atau yang lebih dikenal dengan jus Terong Belanda juga terkenal di Kab. Mamasa. 

    Selain buah Terong Belanda yang tumbuh di Bumi Kondo Sapata julukan yang dimiliki oleh Kab. Mamasa ada juga buah Manggis dan buah Alpukad, untuk sayuran ada sayur pakis, buncis, sayur labu siam, dan wortel. Saat ini kab. Mamasa telah ditetapkan sebagai daerah pengembangan buah dan sayur, karena iklimnnya yang sesuai untuk tanaman ini. 
     
    Konributor : Wawan Virgiawan


Top