, ,

    Lembang Sitodzong Mangge, kel. Totoli kec. Banggae kini hanya tinggal kenangan, sejak pemerintah menyulapnya menjadi bendungan untuk kemudian dialirkan ke kota sebagai sumber mata air yg dikelola oleh PDAM, kini debit airnya sudah semakin sedikit, sudah nyaris kering, tampaknya tak ada usaha pemerintah untuk melakukan usaha penghijauan di sekitar hulu sungai. 

    lembang sitodzong mangge di kab. Majene
    Lembang Sitodzong Mangge yang terletak di kel. Totoli, kec. Banggae, kab. Majene
    Majene memang selama beberapa waktu dikenal sebagai daerah yang memiliki sumber air minim, beberapa kali krisis air terjadi di pusat kota kabupaten, namun setelah aliran air dari Mangge di gunakan dan didukung juga sumber air dari Puawang, barulah kemudian PDAM kota kabupaten Majene memperoleh suplai air yang aman untuk kebutuhan masyarakat kabupaten. 

    Lembang Sitodzong Mangge mengalami pengurangan debit air kemungkinan adalah karena tak hijaunya vegetasi di hulu sungai, hal ini juga disebabkan secara umum oleh perubahan iklim yang berlangsung secara global, di wilayah kab, Majene terdapat sumber-sumber aliran air yang dulunya deras, kini berkurang drastis, hal yang sama seperti di Puawang dan di Somba, kec. Sendana, aliran-aliran air sungai mengering dan hanya menyisakan sedikit air sungai yang mengalir, lalu apakah lingkungan kita telah memasuki masa awal kerusakan, atau telah sampai pada puncak degradasi lingkungan?

    Kontributor : Muhammad Dardi


    , ,

    KDM POLMAN NEWS; memperingati hari Bumi, ALTAR (anak lontaraq nusantara) ENGLISH CLUB membuat workshop mangrove dengan tema "gerakan sahabat pesisir untuk bangsa satukan semangat ciptakan hutan mangrove" kegiatan ini difokuskan untuk anak anak tingkat sekolah dasar dan  bermaksud untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak dini karena dengan terciptanya lingkungan yang hijau khususnya diwilayah pesisir maka akan sangat berpengaruh positif pada keberlangsungan ekosistem pantai dan pesisi di Polewali Mandar yang saat ini perlu untuk direhabilitasi. 

    Member KDM Polman berfoto bersama saat diskusi Mangrove
    Member KDM Polman berfoto bersama saat diskusi Mangrove (Foto : Gunawan Apriatno)
    Ashari Sarmedi dari komunitas sahabat pesisir saat menjelaskan tentang mangrove
    Ashari Sarmedi dari komunitas sahabat pesisir saat menjelaskan tentang mangrove (Foto : Gunawan Apriatno)
    Member KDM Polman bersama Komunitas Sahabat Pesisir saat diskusi mangrove
    Member KDM Polman bersama Komunitas Sahabat Pesisir saat diskusi mangrove (Foto : Gunawan Apriatno)
    Workshop mangrove ini diadakan pada tgl 19 april 2015 bertempat di sekretariat ALTAR ENGLISH CLUB belakang kampus IAI DDI POLEWALI MANDAR menghadirkan nara sumber dari Dinas Kehutanan Bapak Rahmat Gaib dan dari Komunitas Sahabat Pesisir saudara Ashari Sarmedi, kegiatan ini pun akan berlanjut dengan kegiatan pembersihan dan penanaman mangrove di wilayah pesisir binuang.

    Kontributor : Gunawan Apriatno

    ,

    Malam tgl 6 April 2014, Lingkungan Batu-Batu dan beberapa lingkungan lainnya di Kelurahan Darma dan Patampanua (Rea Barat) digasak air bah dari sungai Kunyi. Berita selengkapnya baca Radar Sulbar Edisi Senin, 7 April 2014, Hal. 16.
    Beberapa bulan yang lalu saya memelas melalui media ini agar “Penjualan Gunung” di Bunga-Bunga dan di tempat lainnya dihentikan. Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan Pendapatan Asli daerah (PAD). Begitupun juga untuk alternative mendapatkan material bangunan. "Jangan merusak lingkungan " itu sesungguhnya poin yang sebaiknya kita renungkan lebih dalam.

    pengerukan gunung di batu-batu
    Pengerukan gunung di Batu-Batu (Foto : Nurdin Solmy)
    Gunung yang dikeruk di daerah Batu-Batu
    Gunung yang dikeruk di daerah Batu-Batu (Foto : Nurdin Solmy)
    Alat berat sedang mengeruk gunung di daerah Batu-Batu
    Alat berat sedang mengeruk gunung di daerah Batu-Batu (Foto : Nurdin Solmy)
    Pasca banjir di wilayah Batu-Batu
    Pasca banjir di wilayah Batu-Batu (Foto : Nurdin Solmy)
    Keadaan setelah banjir di Batu-Batu
    Keadaan setelah banjir di Batu-Batu (Foto : Nurdin Solmy)
    “Bukankah kami telah menciptakan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?” (An-Naba’ : 7 - 8).  Mari kita renungkan apa maksud Allah SWT dengan firman-Nya itu. Terlampir foto-foto; Gunung yang terjual dan pemukiman di Lingkungan Batu-Batu Kelurahan Darma pasca banjir 6 April 2014.

    Kiriman : Nurdin Solmy


Top