, , ,

    Semangat baru ada di KDM Muda, generasi baru di Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar), tepatnya tanggal 28 Desember 2016 kami mengikuti kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center, kecamatan Binuang, kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Kab. Polewali Mandar, Komunitas Mangrove Mampie, dan Komunitas Anak Lontara (Altar).  Ada puluhan orang yang tergabung dalam kegiatan ini, sepenuhnya didukung oleh elemen pemerintah, termasuk beberapa orang-orang militer, tentara dan polisi turut melakukan kegiatan penanaman.
    KDM Muda yang hadir dalam kegiatan penanaman bakau dengan batang bakau yang siap ditancapkan ke lumpur (Foto : Putra Ardiansyah)
    Lokasi penanaman bakau tidak jauh dari dermaga bakau di belakang pos polisi kehutanan Binuang dan kantor kepolisian sektor Binuang, spot yang menarik disinggahi untuk latar foto selfie atau wefie. 

    Sebelum kegiatan penanaman arahan diberikan oleh dinas Kehutanan Polewali Mandar mengenai daerah yang akan ditanami bakau beserta penjelasan sekilas tujuan kegiatan ini dilakukan. 
    Arahan dan briefing sebelum kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Arahan dan briefing sebelum kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Pihak militer (tentara dan polisi) yang turut membantu dalam kegiatan penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)  
    Peserta penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)  
    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)

    Tiga komunitas yang membantu penanaman di Mangrove Center Binuang, Mampie Community, Altar, dan Kompa Dansa Mandar (Foto : Putra Ardiansyah)

    Askar Al Qadri, KDM Muda yang hadir dalam penanaman bakau di Mangrove Center Binuang (Foto : Putra Ardiansyah)
    Badge Kompa Dansa Mandar yang dibentangkan di sela-sela penanaman mangrove (Foto : Putra Ardiansyah)

    Ada yang menarik, kutipan "satu mangrove sejuta manfaat, bukan satu mangrove sejuta selfie" karena kadang-kadang saat penanaman lebih banyak foto yang diambil ketimbang bakau yang ditanam. Namun kata-kata itu tidak terbukti, ada labih banyak bakau yang berhasil ditancapkan.

    Kata salah seorang rekan KDM Muda yang turut melakukan penanaman, Askar Al-Qadri, pemuda energik dari Rea "jangan diam, malu sama anak cucu kita nantinya"

    Kontributor :
    Gambar : Putra Ardiansyah
    Teks : Muhammad Tom Andari

    , , , ,

    Pulau Gusung Toraja, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tujuan awal trip kali ini adalah mendarat di Pulau Pasir Putih atau biasa di sebut Pulau Gusung Toraja. Pulau cantik ini terletak di selatan Pulau Tangnga (Pulau Salamaq). Tempat cantik ini kami kunjungi memenuhi undangan trip dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar) dalam kegiatan "Jelajah Gugus Pulau Tonyaman" pada tanggal 26 Desember 2016.

    Menurut kabar, kedepannya pulau ini akan lebih serius untuk dikelola menjadi objek wisata khusus oleh pemerintah. Ini dibawah kendali Dinas Pariwisata kab. Polewali Mandar, dan telah mendapat persetujuan bantuan dana yang cukup besar langsung dari pemerintah pusat.
    pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Perjalanan menuju Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Pulau Gusung Toraja dikunjungi banyak orang, dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang hanya datang, lalu pulang. Ada yang kadang menginap dan melakukan kegiatan camping untuk beberapa hari. Puncak kunjungannya adalah saat akhir pekan, dan hari libur. Tak ada sumber air tawar yang dapat ditemukan di pulau ini, karena itulah pulau ini hanya dikunjungi untuk waktu sementara, pulau ini juga tidak dihuni oleh manusia.
    menuju pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Mendokumentasi pulau-pulau disekitar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Namun sayangnya, sampah masih menjadi pusat perhatian dan masalah utama saat menginjakkan kaki di bagian pesisir dan daerah utama pulau. Sampah masih berserakan  dan tersebar mengelilingi pulau. Dari pengamatan langsung kami, kebanyakan sampah berasal dari pengunjung yang mendatangi pulau ini.
    fasilitas wisata di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sampah yang masih berserakan dengan latar rumah peristirahatan milik pemerintah di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    sign kompa dansa mandar di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Sign Kompa Dansa Mandar yang pernah dipasang di Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Para pengunjung, terutama wisatawan lokal, masih menjadikan dan memadati pulau ini saat akhir pekan atau pun di hari-hari libur lainnya dengan tujuan untuk rekreasi. Kunjungan yang cukup ramai menjadi penanda bahwa Pulau Pasir Putih (Gusung Toraja) telah mempunyai tempat yang khusus bagi para pengunjungnya.
    foto selfie di pulau gusung toraja binuang polewali mandar
    Selfie dengan latar Pulau Gusung Toraja, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)
    Topografi pulau ini sangat sederhana, datar, landai tanpa bukit. Namun lebat dengan tumbuhnya beberapa tanaman perdu yang melebihi ukuran manusia dewasa, hingga layaknya hutan di pertengahan pulau.

    Kontributor : 
    Teks : Askar Al Qadri
    Gambar : Askar Al Qadri

    , , ,

    Pulau Battoa, salah satu pulau dari 7 gugusan pulau yang ada di Tonyaman, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Pulau Battoa sendiri berarti "Pulau Besar", ini  karena ukuran pulau ini adalah yang paling "jumbo" diantara 7 gugusan pulau yang ada dalam wilayah Tonyaman.

    Untuk sampai ke Pulau Battoa, kita bisa menempuh jarak dengan menggunakan perahu bercadik dengan mesin motor, masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah "taksi laut" kendaraan perahu dengan daya muat 6-8 orang. Dermaga penyeberangan Belang-belang, lokasi yang dituju untuk menyeberang ke pulau Battoa dan hanya butuh waktu sekitar 15 menit kita sudah bisa sampai di pulau Battoa. Saat akhir pekan dan hari libur ada banyak nelayan setempat yang menyediakan jasa penyeberangan ke Pulau Battoa.

    Saat sampai di pulau Battoa ada dermaga lain yang akan menyambut, dermaga berukuran kecil yang dapat disinggahi 10-15 taksi laut, dengan bentuk serupa huruf L dengan bangunan kayu berwarna hitam dan tampak sangat kuat.

    Untuk jadi tujuan wisata di akhir pekan, Pulau Battoa bisa jadi tujuan,  ada banyak sajian wisata yang bisa Anda kunjungi mulai dari wisata kuliner, kerajinan tangan, maupun wisata alam. Wisata kuliner misalnya ada pembuatan "pupuq", lauk khas orang-orang dari suku Mandar berbentuk segitiga yang terbuat dari ikan, kelapa, dan bumbu penguat rasa. Pulau Battoa memiliki kelompok ibu-ibu yang memproduksi "Pupuq" dan menyuplai kebutuhan "Pupuq" untuk wilayah kota Polewali. Pupuq ini biasanya di pasarkan di Pasar Sentral Pekkabata, Polewali Mandar. Untuk soal harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp 1.000 per bijinya, tentu saja masih terbilang murah dan tidak menguras dompet.

    Proses penggorengan Pupuq di pulau Batttoa, kec. Binung, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Lokasi pembuatan Pupuq di Pulau Battoa, Tonyaman, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Selain itu Anda juga dapat menemukan pilihan wisata berupa kerajinan tangan dari "Kaqdaro" atau (tempurung kelapa), ragam bentuk pilihan yang dapat Anda pilih mulai dari rim ikat pinggang hingga bros dengan bentuk perahu Sandeq, untuk bros bentuk sandeq dihargai Rp. 10.000 / bijinya, kualitas kerajinan tangannya juga lumayan baik. Karya penduduk lokal ini dipasarkan langsung atau dikirim ke wilayah-wilayah yang membutuhkan seperti ke kabupaten tetangga, yaitu kabupaten Mamuju.

    Untuk wisata alam, pulau Battoa menyediakan pilihan bukit tinggi dan hamparan batu cantik mempesona di sekelilingnya, serta beberapa hutan bakau. Wisata alam yang cantik di pulau Battoa salah satunya adalah hamparan batu yang tersusun rapi dan bukit bukit yang keren. Hamparan batu dengan pesisir ditumbuhi Mangrove bisa kita lihat di bagian Timur tenggara Pulau, sedangkan Bukit Pulau Battoa bisa kita akses di dari tepi menuju ke bagian tengah pulau Battoa.
    Hamparan batu dan sedikit pohon bakau yang mengelilingi pulau Battoa, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)
    Masih ada banyak pilihan wisata yang bisa ditemukan di pulau Battoa, khususnya untuk pilihan wisata budaya kehidupan nelayan sehari-hari, bergabung dengan kegiatan keseharian yang penuh dengan aktivitas berhubungan dengan laut, mencari ikan, kerang adalah pilihan yang dapat diambil.

    Setelah puas menikmati sajian pilihan wisata di pulau Battoa, jangan khawatir untuk bagaimana caranya pulang, Taksi laut akan menunggu Anda di dermaga pulau Battoa, ada banyak penyeberangan reguler dari dan menuju pulau ini dengan tarif Rp. 10.000 per orang untuk sekali rute penyeberangan.

    Kontributor :
    Teks : Alif Bahri
    Gambar : Muhammad Tom Andari

    ,

    Rumah Baca Lentera Manakarra - Jl. Sultan Hasanuddin No 5 Mamuju (samping kantor lurah Binanga). Anda bisa datang kesini jika ingin mengisi waktu luang khususnya untuk anda yang hobi membaca. Ada banyak stock buku yang tersedia. 

    Member KOMPA DANSA MANDAR Wil. Mamuju di Rumah Baca Lentera Manakarra Mamuju (Foto : Pusvawrina Natalia Muchtar)

    Koleksi buk-buku di rumah Baca Lentera Manakarra Mamuju (Foto : Pusvawrina Natalia Muchtar)
    Koleksi buk-buku lainnya di rumah Baca Lentera Manakarra Mamuju (Foto : Pusvawrina Natalia Muchtar)

     Member KOMPA DANSA MANDAR Wil. Mamuju bersama pengelola Rumah Baca Lentera Manakarra Mamuju (Foto : Pusvawrina Natalia Muchtar)
    Bagi yang ingin belajar jurnalistik juga disediakan kelas khusus, setiap minggu malam dengan trainer yang profesional dibidangnya. Dan satu unik untuk masuk dan mengikuti kegiatan di rumah baca tidak perlu membayar, karena semuanya diberikan secara gratis. Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (KOMPA DANSA MANDAR) wilayah Mamuju berkesempatan bertemu langsung dengan pengelola rumah baca dan melihat langsung keadaan rumah baca ini.

    Kontributor : Pusvawirna Natalia Muchtar

    , ,

    Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar dalam rapat pembentukan Tim Kreatif Karewata Magazine di rumah baca lentera Manakarra Jl. Sultan Hasanuddin No 5 Mamuju (samping kantor lurah Binanga)(15/11.2014).

    tim karewata magazine rapat bersama kompa dansa mandar mamuju
    tim karewata magazine rapat bersama kompa dansa mandar mamuju (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    kompa dansa mandar mamuju saat mengikuti rapat tim kreatif karewata magazine (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

    Karewata Magazine adalah cikal bakal media cetak yang kontennya diantaranya berisi rubrik seputar budaya dan wisata di Sulawesi Barat.

    Kontributor : Pusvawirna Natalia Muchtar

    , , ,

    Trip Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar ke  Pesantren Assalafiyah Desa Parappe, kec. Campalagian, Kab. Polman mendengar cerita jejak panjang pesantren sederhana yang cenderung klasik dalam metode pengajarannya. Pesantren Assalafiyah telah melahirkan alumnus-alumnus yang paham soal membaca kitab-kitab kuning (kittaq gondol).

    Pesantren in terletak sekitar 4-5 km dari jalur utama kec. Campalagian, tepatnya di desa Parappe, tidak jauh dari Pesantren Syekh Hasan Yamani. Pesantren ini cukup sederhana dan masih menggunakan metode klasik (salafi) yang berbeda dengan pondok pesantren modern (ashri), salah satu ciri khasnya yaitu santri prianya menggunakan sarung dalam kegiatan belajar mengajar, dan menggunakan semacam bangku pendek seukuran dada saat proses pembelajaran. Unggulan utama dari pesantren Assalafiyah Campalagian adalah satu-satunya pesantren yang masih eksis mengajarkan pembacaan kitab kuning.

    kh latif busyro dan ustad subhan dua pengajar di ponpes assalafiyah parappe campalagian
    KH Latif Busyro dan ustad Subhan dua pengajar di ponpes Assalafiyah Parappe Campalagian (Foto : Muh. Putra Ardiansyah)
    member kompa dansa mandar di ponpes assalafiyah campalagian
    member kompa dansa mandar di ponpes assalafiyah campalagian (Foto : Muh. Putra Ardiansyah)
    member kompa dansa manda mendengarkan penjelasan dari pihak pengajar ponpes assalafiyah campalagian
    Member kompa dansa mandar mendengarkan penjelasan dari pihak pengajar ponpes assalafiyah campalagian (Foto : Muh. Putra Ardiansyah)
    Kompa Dansa Mandar saat mengunjungi pesantren Assalafiyah diterima langsung oleh pengasuh pondok pesantren KH. Latif Busyro dan beberapa pengajarnya, yang sebagian besar masih merupakan keluarga beliau.

    , , ,

    Setelah hari pertama penanaman bakau (Mangrove) Kompa Dansa Mandar dibantu oleh organisasi siswa PMR (Palang Merah Remaja) SMA Neg 1. Campalagian,  kemarin (20/10/2014) beberapa siswa dari MTS DDI Lapeo menemani KDM melakukan penanaman bakau di area pesisir dusun Gonda, desa Laliko, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar.

    siswa mts ddi lapeo campalagian membawa bibit bakau
    siswa MTS DDI Lapeo Campalagian membawa bibit bakau (Foto : Rully)

    siswa MTS DDI Lapeo Campalagian membawa bibit bakau ke lokasi penanaman
    siswa MTS DDI Lapeo Campalagian membawa bibit bakau ke lokasi penanaman (Foto : Rully)
    siswa MTS DDI Lapeo Campalagian saat menanam bakau
    siswa MTS DDI Lapeo Campalagian saat menanam bakau (Foto : Rully)
    siswa MTS DDI Lapeo Campalagian berfot bersama setelah menanam bakau
    siswa MTS DDI Lapeo Campalagian berfoto bersama setelah menanam bakau (foto : Rully)
    Menurut ketua pelaksana, Ashari Sarmedi, salah satu member KDM Polman, kegiatan ini akan menargetkan penanaman bibit bakau sebanyak lebih dari 10.000 bibit yang disuplai langsung oleh pihak YPMMD (Yayasan Pemuda Mitra Masyarakat Desa) dibawah pembinanya, Aziil Anwar.


Top