Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar - Promosi Budaya, Sejarah, dan Wisata Mandar, Sulawesi Barat
Showing posts with label Gua. Show all posts
Campalagian, Caving, Gua, Komunitas, Polewali Mandar, Trip, Wisata, Wisata Polewali Mandar
Misteri Gua pantai Labuang Campalagian tak henti-hentinya
membuat kami terpanggil untuk menelusurinya, sore itu tanpa ada aba-aba
saya dan Bayu kembali ke titik awal penelusuran. Sebelum turun ke Gua
kami sejenak bernostalgia, memasang jebakan burung puyuh, kegiatan semasa
SD sepulang sekolah. Sambil menunggu teman-teman lain yang ingin ikut menelusuri gua, jebakan demi
jebakan kami sebarkan, berharap ada puyuh yang rela kami bodohi.
Cahaya matahari mulai memerah, menandakan hari mulai sore, teman-teman yang kami tunggu tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya, karena mulai bosan saya dan Bayu mengambil inisiatif untuk turun berdua, dan bergegas ke mulut Gua, sebelum sempat turun kami bertemu dengan penjaga kebun tempat gua berada. Sayapun menyapa si pemilik kebun untuk memancing pembicaraan, dan itu berhasil, setelah berbincang cukup lama sang empunya kebun mengajak kami ke dalam gua dan memulai penelusuran, bermodalkan 2 buah senter kamipun menerobos gelapnya gua, didalam gua riuh suara jutaan kelelawar menghantam gendang telinga, tak lama pak tua memberi kode senter kepada kami tuk menghampiri beliau, dia menunjuk kearah jalur baru, jalur yang belum kami temukan di penelusuran kedua.
![]() |
| Kelelawar yang tinggal dalam gua di Pantai Labuang Campalagian (Foto : Ashari Sarmedi) |
Mengikuti pak tua dari belakang,
sesekali menyorotkan cahaya senter ke atap gua, memastikan tak Ada hal
yang kami takutkan di atas sana, hal dalam rantai makanan, bila ada
produsen pasti ada konsumen, ada banyak
kelelawar sudah pasti mengundang ular sebagai pemangsanya, hal itulah
yang kami takutkan.
![]() | |
| Tampakan bagian dalam gua yang dipenuhi oleh kelelawar (Foto : Ashari Sarmedi) |
![]() |
| berjalan menyusuri ruang-ruang dalam gua pantai labuang dengan atap gua dipenuhi kelelawar (Foto : Ashari Sarmedi) |
Kontributor : Ashari Sarmedi
Campalagian, Caving, Gua, Komunitas, Polewali Mandar
Caving, caving berasal dari kata cave yaitu gua, namun orang yang menelusuri di maksud cover, sebelum memasuki mulut gua kita harus mengetahui kode etik gua terlebih dahulu, setiap kegiatan dalam komunitas pasti memiliki aturan main tertentu karenanya setiap petualang cerdas harus menyadari bahwa gua merupakan
lingkungan yang sangat sensitif dan mudah tercemar, karenanya
penelusuran gua harus :
1. Tidak mengambil sesuatu, kecuali mengambil gambar (potret)
2. Tidak meninggalkan sesuatu, kecuali jejak kaki.
3. Tidak membunuh sesuatu, kecuali waktu.
2. Tidak meninggalkan sesuatu, kecuali jejak kaki.
3. Tidak membunuh sesuatu, kecuali waktu.
Ketiga aturan di atas saya dapatkan di komunitas pecinta alam, dan
pastinya berusaha untuk mengaplikasikannya di penelusuran gua.
Ekspedisi Pertama
Hari itu melalui postingan gambar gua dari seorang teman, tentang sebuah gua yang terletak di sekitar pantai Labuang, Campalagian. Melihat postingan tersebut
timbul rasa penasaran, segeralah saya beserta ketiga teman yang tak jauh
dari lokasi tersebut langsung bergegas hanya untuk sekedar melihat
lokasi di mana gua itu berada. Dengan hanya berbekal senter dan alat
seadanya kami berempat melangkahkan kaki, kurang lebih setengah jam kami
mengelilingi daerah pantai Labuang, menyisiri pesisir pantai, namun tak
satupun gua yang kami dapati. Kamipun mengambil inisiatif untuk
mencarinya lebih jauh ke arah selatan sekitar 100 meter dari bibir pantai,
karna menurut salah seorang teman, sewaktu kecil dulu ia pernah
melihat gua di tempat itu, tapi yang menjadi masalah adalah ia telah lupa di mana
letak tepat gua tersebut.
![]() |
| Saat menelusuri gua pantai labuang campalagian (Foto : Muhammad Abrar) |
Kamipun melanjutkan perjalanan di antara
semak beluntas, tak begitu lama kami berjalan tiba-tiba tercium aroma
tak sedap, "tidak salah lagi guanya pasti sudah dekat", sekitar 5 meter
kami berjalan akhirnya kami-pun menemukan gua tersebut. Gua yang telah
tertutupi oleh tumbuhan-tumbuhan liar di sekitarnya. Kami berhenti
sejenak untuk membicarakan, apakah kita akan melanjutkan ke dalam atau
hanya sekedar ingin mengetahui letak dari gua ini ?, dan jawabannya
adalah "lanjutkan saja pak ketua". Kami lalu meneruskan rute susur gua berbekal 3 buah senter, salah satu senter telah mulai suap baterainya ."sungguh petualangan yang nekad".
![]() |
| Ekstra hati-hati saat menelusuri gua pantai labuang campalagian (Foto : Muhammad Abrar) |
![]() |
| Saat berada dalam gua pantai Labuang Campalagian (Foto : Muhammad Abrar) |
![]() |
| Ruang dalam gua pantai labuang campalagian (Foto : Muhammad Abrar) |
Berjalan di jalan curam dengan bau kotoran kelelawar yang sangat menyengat , belum lagi harus meloncat dari satu batu ke batu yang lain, sungguh
perjalanan yang sangat memuaskan adrenalin, tapi apa daya hanya
sekitar 20 meter kami berjalan, kami harus memutuskan untuk segera keluar
dari gua, faktor utama karena aroma kotoran kelelawar yang semakin menyengat dan menusuk hidung hingga mencabik-cabik isi perut, belum lagi kekhawatiran akan adanya binatang buas seperti faktor ular dan lain-lainnya. Dengan penuh keraguan kamipun bergegas ke
luar dari gua dan melanjutkan perjalanan menuju bibir pantai Labuang, dan menyaksikan terbenamnya matahari. Lalu sambil mengadakan diskusi
kecil-kecilan, dimana kesimpulan diskusi berujung pada recana untuk mengadakan ekspedisi
kedua dengan rute yang lebih jauh dan lebih dalam dibanding ekspedisi pertama.
Kontributor : Muhammad Abrar
Campalagian, Caving, Gua, Komunitas, Polewali Mandar
Setelah penelusuran awal, kami kembali ke Gua Pantai labuang untuk kedua kalinya, bersama 5 teman lainya saya memulai penelusuran, awalnya kami sedikit
takut, tapi semua terbuyarkan, rasa penasaran kami yang menggunung terobati juga.
Setelah menyusuri gua sepanjang 50 meter, kami berhenti sejenak,
kami saling menatap. di depan jalan mulai agak mengecil, hanya bisa
dilalui oleh 1 orang itupun dengan merayap, seolah kembali kemasa SMA saat-saat pendiksaran PMI, kamipun menundukkan
badan dan mulai merayap, sekitar 20 meter merayap kami melihat ada
seberkas cahaya di arah depan. Kami menghela nafas panjang dan mulai merayap kembali untuk mencapai cahaya itu, betapa terperangahnya kami,
ternyata cahaya itu berasal dari bibir pantai, salah satu ujung Gua
ini. Wajah yang tadi pucat terganti wajah yang merona karena kepuasan
yang tak terhitung, lalu kami berteriak ke laut, menyalurkan semangat yang
belum habis.
![]() |
| Member KDM Polman saat berada dalam gua di Pantai Labuang Campalagian (Foto : Ashari Sarmedi) |
![]() |
| Member KDM Polman saat menyusuri bagian luar gua Pantai Labuang Campalagian (Foto : Ashari Sarmedi) |
Pada jarak sekitar 60 meter ke bagian dalam gua, terdapat fosil kerang
berukuran 30 cm, posisi kerang menempel di langit-langit gua, dari
kerang itulah kami sempat melihat tetesan air, bentukan kerang lumayan besar, dan menempel pada posisi yang unik "pemandangan yang indah".
Ada beragam jalur yang terdapat di bagian dalam gua, jalur menuju arah laut menjadi yang paling mungkin kami telusuri, karena untuk menjelajah jauh masuk ke bagian dalam sangat tidak mungkin dengan peralatan yang minim, belum lagi udara semakin pengap dan oksigen terasa sangat kurang.
Ada beragam jalur yang terdapat di bagian dalam gua, jalur menuju arah laut menjadi yang paling mungkin kami telusuri, karena untuk menjelajah jauh masuk ke bagian dalam sangat tidak mungkin dengan peralatan yang minim, belum lagi udara semakin pengap dan oksigen terasa sangat kurang.
Kontributor : Ashari Sarmedi
Tulisan Paling Banyak Dibaca
-
Munu Beach, atau pantai Munu adalah sebuah objek wisata baru di kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang akhir - akhir ini populer di kalanga...
-
Dua batu ini menjadi saksi dan bukti sejarah lahirnya kesepakatan para leluhur kami di tanah Mandar. Di ikrarkan di wilayah kami yg kami ...
-
Kabupaten Majene baru saja memperingati hari jadinya, peristiwa tersebut dijadikan momentum bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan In...
-
Mosso, adalah desa yang letaknya di dataran tinggi kec. Balanipa, berjarak sekitar 6-7 km dari jalan poros Majene-Polewali, dapat diakses d...
-
Sulawesi Barat sebagai provinsi yang terbentuk pada tahun 2004, banyak menyimpan potensi wisata yang belum dimaksimalkan dengan baik. Objek...
-
Sebut saja ini zi arah tradisi maritim (urgensi museum), yang saya lakukan ke kediaman sang legenda, Kapten Pahlawan Laut di Museum TNI A...
-
Pengembangan wisata adalah mutlak membutuhkan fasilitas akomodasi, jika anda berada di kab. Majene provinsi Sulawesi Barat, dan ingin meman...
-
Pulau Tangnga (Pulau Salamaq), Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Melihat lebih dekat Pulau Tangnga (Lebih di kenal dengan pulau Sal...
-
Berbagi cerita beberapa hari yang lalu saya mengikuti kegiatan membantu tetangga "Mallele boyang" (mengangkat dan memindahkan r...
-
Mappakeqdeq boyang (mendirikan rumah) bersama dengan keluarga besar di Lambanan. Meakayyang adaqtaq mipasalili litaqtaq. Lambanan adalah de...
Labels
Air Terjun
Akomodasi
Alu
Anreapi
Aralle
Arsitektur
Artikel
Banggae
Banggae Timur
Batetangnga
Berita
Binuang
Budaya
Budaya Mandar
Budong-Budong
Bukit
Buku
Bulo
Campalagian
Caving
Figur
Foto
Foto Budaya
Foto Sejarah
Foto Wisata
Gasing
Goa
Gua
Hotel
Kalukku
Kalumpang
Kanang
Karya
Kecantikan
Kegiatan
Kerajaan Binuang
Komunitas
Kuliner
Limboro
Lingkungan
Literasi
Lomba
Luyo
Majene
Makam
Makassar
Malunda
Mamasa
Mambi
Mampie
Mamuju
Mamuju Tengah
Mamuju Utara
Mandar
Obje
Objek Wisata
Opini
Pamboang
Pantai
Pantai Sulbar
Pattae
Penja
Permainan Tradisional
Polewali Mandar
Rebana Mandar
Refleksi
Sandeq
Sandeq Race
Sejarah
Sendana
Seni
Senja
Situs Sejarah
Sulawesi Barat
Sungai
Sungai Mandar
Sutera Mandar
Tapalang
Tapango
Tappalang Barat
Tarian Mandar
Teater
Teluk Mandar
Tinambung
Tokoh
Trip
Tubo Sendana
Ulumanda
Video
Wisata
Wisata Majene
Wisata Mamasa
Wisata Mamuju
Wisata Mamuju Tengah
Wisata Mamuju Utara
Wisata Polewali Mandar
Wisata Polman
Wisma Penginapan
Wonomulyo









